
Pangeran Narendra terlihat mencari istrinya Setelah dia melaksanakan tugasnya sebagai Pangeran mahkota di istana kerajaan kucing.
" Sayang?? Kamu di mana??" tanya Pangeran Narendra sambil terus berteriak memanggil istrinya yang tidak juga dia temukan di manapun.
" Aneh banget!! Di mana istriku?" monolog Pangeran Narendra yang mulai merasa lelah mencari keberadaan Deniz.
Pangeran Narendra kemudian memejamkan matanya berusaha untuk berhubungan dengan istrinya lewat batin.
Akan tetapi sebagai anak yang telah merasa bahwa ada sesuatu yang membatasinya untuk bisa berkomunikasi dengan sang istri.
" Ada apa ini? Kenapa aku tidak bisa menghubungi istriku sendiri?" tanya Pangeran Narendra kepada dirinya sendiri.
Hati Pangeran Narendra sudah mulai panik dan juga cemas memikirkan tentang istrinya.
" Sayang?? Kamu di mana??" Pangeran Narendra terus mencari keberadaan Denis di seluruh istana Sampai akhirnya dia melihat Pangeran Panji dan Minsi yang sedang berduaan duduk di taman.
" Pangeran Panji! Apa kau melihat keberadaan ibumu?" tanya Pangeran Narendra dengan wajah panik dan juga mengkhawatirkan keberadaan istrinya.
" Tadi ibunda berpesan kepada kami kalau beliau ingin bermeditasi di pegunungan Pelangi!" Pangeran Panji kemudian menjelaskan semua yang dikatakan oleh Deniz kepadanya sebelum Ibunya pergi meninggalkan istana yang ditempati oleh ayahnya dan juga sang Ibu tercinta.
Pangeran Narendra hatinya merasa mencelos ketika dia mendengarkan semua penjelasan dari Pangeran Panji. Dia kemudian langsung menghilang dari hadapan putranya karena dia langsung menuju ke pegunungan Pelangi untuk mencari Deniz di sana.
" Mbah guru! Apakah aku bisa bertemu dengan istriku?" tanya Pangeran Narendra ketika dia sudah sampai di pegunungan Pelangi tempat tinggal Sang Maha Guru.
Mahaguru terlihat mengurutkan keningnya kemudian dia menggelengkan kepalanya yang membuat Pangeran Narendra menjadi bingung dibuatnya.
" Apa maksud Mahaguru dengan semua itu?" tanya Pangeran Narendra kepada Maha guru.
" Pangeran Narendra di sini tidak ada Tuan Putri Deniz! Kenapa Pangeran mencarinya di sini? Bukankah dia ada di istana kalian?" tanya Maha guru kepada Pangeran Narendra yang auto lemas seketika.
" Ada apa Pangeran Kenapa kau seperti yang merasa sedih begitu apakah terjadi masalah kepada tuan putri Deniz?" tanya Maha guru kepada Pangeran Narendra.
" Istriku menghilang dari istana kami Maha guru! Dan dia sudah meninggalkan pesan kepada Pangeran Panji bahwa dia ingin bermeditasi di pegunungan Pelangi. Tampak nya dia mendengarkan pembicaraanku dengan yang mulia ibunda Ratu yang selalu menyuruhku untuk mencari selir agar keturunan kami tidak punah begitu saja. sejak Berapa hari ini ibunda Ratu memang terus membujukku untuk mencari selir dari bangsa siluman agar kami memiliki banyak keturunan yang kelak akan membantu istana kerajaan ini!" Pangeran Narendra tampak begitu sedih hatinya ketika memikirkan tentang istrinya yang sekarang telah menghilang entah ada di mana.
Mahaguru bisa merasakan perasaan kesedihan dari muridnya yang tercinta.
Salah satu alasan Maha guru mau menetap di istana kerajaan kucing adalah karena Pangeran Narendra yang sangat menghargai dan juga menyayanginya sebagai gurunya sejak dia masih kanak-kanak.
Selain itu raja dan ratu permaisuri dari istana kerajaan kucing pun selalu menghargainya dan tidak pernah memaksanya untuk melakukan sesuatu yang tidak dia sukai.
Walaupun raja dan ratu dari istana kerajaan harimau sering datang untuk membujuknya agar kembali ke istana mereka. Akan tetapi beliau selalu menolak dan tidak menyetujui permintaan mereka.
" Tenanglah Pangeran hamba akan berusaha untuk membantu mencari Tuan Putri Deniz!" janji Mahaguru kepada Narendra yang saat ini sedang putus asa dalam mencari keberadaan istrinya.
" Kenapa Pangeran tidak berusaha mencari putri Deniz dengan berkomunikasi melalui batin kalian? Atau melihat dari Kaca Benggala yang dimiliki oleh pangeran?" tanya Maha guru kepada Pangeran Narendra.
Pangeran Narendra langsung meraup wajahnya dengan kasar karena dia baru mengingat semua itu.
" Tetapi itu aneh sekali Mahaguru. Tadi aku sudah beberapa kali mencoba untuk berkomunikasi melalui batin kami berdua. Akan tetapi seperti ada awan tebal yang menghalanginya!" ucap Pangeran Narendra kepada Mahaguru yang juga merasa bingung dengan fenomena yang dialami oleh muridnya saat ini.
Pangeran Narendra kemudian langsung mengeluarkan Kaca Benggala miliknya dan berusaha untuk mencari keberadaan istrinya.
" Lihatlah Maha guru! Bahkan Kaca Benggala pun tidak bisa menembus keberadaan istriku! Ya Allah! Kemanakah istriku sekarang?" tanya Pangeran Narendra dengan hati yang terasa begitu sakit ketika memikirkan akan berpisah kembali dengan istrinya yang tercinta.
Mahaguru Hanya bisa menarik nafasnya dalam-dalam melihat penderitaan muridnya yang seakan tidak pernah berhenti.
Ujian cinta Pangeran Narendra dan Putri Deniz benar-benar luar biasa. Maha guru bahkan sangat bangga kepada muridnya yang telah berhasil dan sukses melewati semua ujian yang hadir di dalam pernikahan mereka berdua. Dirinya sampai saat ini tidak berani untuk mengejar cinta sejatinya yang saat ini masih berada di pondok pesantren yang ada di Jawa Timur.
Mahaguru tidak mau merusak masa depan wanita yang dia cintai hanya karena keegoisannya. Karena ingin memiliki wanita itu yang merupakan adiknya Dani. Putri dari Kyai Rasyid yang terkenal mempunyai ilmu gaib yang sangat hebat dan mumpuni.
" Pangeran cobalah hubungi Kyai Rasyid barangkali Tuan Putri Deniz kembali ke manusia!" ucap Mahaguru kepada Narendra.
Akan tetapi Pangeran Narendra menggelengkan kepalanya.
" Istriku tidak mungkin kembali ke alam manusia. Karena dia sudah berjanji tidak akan lagi menginjakkan kakinya ke sana. Kecuali sesuai dengan perjanjian yang sudah dinyatakan dengan kedua orang tuanya sewaktu kami kembali ke alam ghaib!" Pangeran Narendra kemudian duduk di atas batu yang biasanya digunakan oleh Deniz ketika berada di pegunungan Pelangi.
Entah kenapa tiba-tiba saja hati Pangeran Narendra benar-benar tidak tenang. Selalu memikirkan sang istri tercinta yang pasti saat ini sedang berada dalam bahaya.
" Mahaguru kita harus mengerahkan anak buah kita untuk mencari keberadaan istriku aku tidak akan tenang sampai melihat dia kembali ke sisiku!" Pangeran Narendra memegang bahu Mahaguru dan meminta kepadaNya untuk menolong dirinya mencari keberadaan istrinya.
Maha guru terlihat berpikir keras. " Pangeran Bagaimana kalau kita meminta tolong kepada yang mulia Ratu penguasa Pantai Selatan?" Pangeran Narendra terkesiap sejenak mendengarkan ide dari sang Mahaguru.
" Tapi aku merasa tidak nyaman kalau harus mengganggu yang mulia Rayu hanya untuk masalah seperti ini. Aku malu Maha guru!! sebagai seorang suami aku tidak bisa menjaga istriku sendiri ini benar-benar sebuah aib besar untuk hidupku!" Pangeran Narendra terlihat begitu sedih dan juga Nelongso karena telah ditinggalkan oleh sang istri tanpa jelas keberadaannya di mana.
Mahaguru hanya bisa menepuk bahu Pangeran Narendra yang terlihat begitu menderita.
" Sabarlah Pangeran! Saya yakin kita pasti bisa menemukan tuan putri!" maha guru berusaha untuk terus meyakinkan muridnya bahwa semua akan baik-baik saja asalkan dirinya bisa berpikir dengan tenang sehingga bisa menemukan segala kemungkinan keberadaan Putri Deniz saat ini.
Mahaguru tiba-tiba berpikir tentang sesuatu yang sangat mustahil akan tetapi dia tidak berani untuk mengatakannya kepada Pangeran Narendra.
' Aku akan memastikannya dulu dengan mata kepalaku sendiri. Jangan sampai nanti malah menjerumuskan Pangeran Narendra dalam informasi yang salah!' bathin mahaguru ketika dia berpikir tentang sesuatu di mana saat ini Putri Deniz sedang berada.
Akan tetapi Mahaguru tidak mau memancing peperangan dengan dugaannya yang belum terbukti dan dia ingin memastikannya sendiri.
" Pangeran, pulanglah dan istirahat dulu. Aku akan berusaha untuk membantu mencari Tuan Putri Deniz bagaimana pun caranya. Kalau ada kabar tentang Tuan Putri, aku pasti akan segera mengabari pangeran!" maha guru berusaha untuk menyuruh Pangeran Narendra kembali ke istananya agar dia segera bisa mengkonfirmasi apa yang ada di dalam pikirannya saat ini.
Pangeran Narendra akhirnya bangkit dan menyetujui apa yang dikatakan oleh maha gurunya. Karena saat ini dirinya memang benar-benar sedang lelah. Seharian ini dia bekerja membantu ayahnya untuk mengurus para Manusia serakah yang ingin mengikat perjanjian dengan istana kerajaan mereka.
Begitu pulang ternyata istrinya sudah tidak ada di istana kerajaannya. Sehingga membuat batin Pangeran Narendra luar biasa terpukul.
Maha guru bisa merasakan penderitaan muridnya yang sangat dia sayangi dan juga dia banggakan.
" Terima kasih maha guru. Karena sudah membantuku untuk mencari istriku. Maafkan aku yang selalu merepotkan Mahaguru dengan segala urusan Rumah tanggaku!" ucap Pangeran Narendra yang terdengar begitu lesu saat dia hendak pergi ke istananya kembali.
" Tidak apa-apa Pangeran Narendra," Mahaguru kemudian tersenyum.