
Mendengar permintaan dari Pangeran Narendra. Putri Hana benar-benar merasa sedih dan juga sakit hati. Bagaimanapun dirinya pernah menjadi tunangan dari Pangeran Panji. Seharusnya Pangeran Narendra tidak terlalu keras kepadanya seperti itu.
" Pangeran jahat!" Putri Hana kemudian langsung menghilang dari hadapan Pangeran Narendra yang hanya bisa mengelus dada melihat kelakuan Putri Hana.
Minsi kemudian mendekati Ayah mertuanya yang saat ini masih menetap ke arah menghilangnya Putri Hana.
" Maafkan aku Ayah. Aku terpaksa untuk melawan dia. Karena dia berniat ingin membunuh Putraku!" Minsi terlihat merasa bersalah melihat pangeran marentah yang sejak tadi hanya diam saja menatapnya.
" Sudahlah Minsi. Lupakan saja! Sekarang yang penting semuanya aman. Kamu tidak usah memberitahukan ini kepada ibumu ataupun kepada suamimu. Biarkan Ayah yang nanti akan berkomunikasi dengan ratu dan juga Raja siluman ular biru agar mereka bisa mengekang pergerakan Putri Hana.
" Baiklah ayah!! Kalau begitu Minsi masuk dulu, ayah. Minsi mau mengobati Sukma dan juga memandikannya dengan air rukyah. Sukma tadi sempat diserang oleh Putri Hana dengan ilmunya. Minsi takut Sukma kenapa-napa gara-gara serangan itu!" Pangeran Narendra menganggukan kepala dan mengizinkan kepada menantunya untuk melakukan apa yang akan dia lakukan kepada cucunya.
" Pergilah!! Ayah sekarang akan segera menghadap ke ratu dan juga raja siluman ular biru untuk melayangkan protes kepada mereka karena tidak bisa mengekang pergerakan anak mereka." Pangeran Narendra mengetahui semua yang sudah dilakukan oleh Putri Hana di alam manusia bersama dayang istananya dalam rangka merusak rumah tangga Panji dan Minsi.
" Terima Kasih Ayah karena sudah membela kami," Minsi benar-benar sangat bersyukur.
Pangeran Narendra kemudian langsung mengerahkan ilmu yang dia miliki untuk segera sampai ke istana kerajaan ular biru.
Kemampuan Pangeran Narendra sekarang semakin meningkat. Semenjak dia mempelajari ilmu yang diajarkan oleh Nyi Ratu Penguasa Pantai Selatan melalui Panji.
Gerak langkah serta kemampuan fisiknya semakin meningkat luar biasa.
Pangeran Narendra segera meminta untuk menghadap raja dan ratu ular biru begitu dia sampai di istana kerajaan siluman ular biru.
" Wah, sungguh Suatu kehormatan besar istana kami kedatangan anda!" Raja menyambut kedatangan Pangeran Narendra dengan sukacita.
Pangeran Narendra melayangkan senyum persahabatan kepada raja siluman ular biru.
Sang raja tahu bahwa ada suatu masalah yang akan disampaikan oleh sahabatnya.
" Ada apakah Pangeran? Kenapa wajahmu begitu kusut?" tanya Raja siluman ular biru yang bisa membaca Bahwa saat ini Pangeran Narendra sedang menahan suatu amarah di hatinya.
Pangeran Narendra menatap Putri Hannah yang saat ini sedang bercengkrama bersama dengan Ratu siluman ular biru di taman istana.
Raja mengerutkan keningnya melihat Pangeran Narendra ditanya hanya diam saja malah terus memandangi Putri Hana.
" Apakah Putri Hana membuat kekacauan di istana kerajaanmu?" tanya sang raja merasa khawatir dengan ekspresi tatapan Pangeran Narendra kepada putrinya.
Raja Siluman Ular Biru sedikit kebingungan untuk menjawab pertanyaan tersebut karena dia pun benar-benar tidak jelas dengan status putrinya saat ini.
" Saya juga tidak mengerti pangeran dengan status putri saya. Saya sangat bingung untuk menjawabnya. Pangeran Wangen sampai saat ini belum juga mengkonfirmasi kemari tentang status pernikahan mereka berdua. Kami pun sekarang sangat bingung untuk melakukan sesuatu kepada putri Hana." Pangeran Narendra melihat kesedihan dan juga kebingungan di wajah sahabatnya.
Pangeran Narendra menarik nafasnya dengan dalam dan dia berusaha untuk mengendalikan emosi di hatinya.
" Maafkan kedatanganku yang mulia Raja Sebenarnya saya ingin melakukan sedikit protes tentang Putri Hana yang sudah mengacau di alam manusia dan mengganggu stabilitas rumah tangga Putraku dan cucu Nyi Ratu Penguasa Pantai Selatan." Raja Siluman Ular Biru benar-benar terkejut mendengarkan Pengakuan dari pangeran Narendra tentang putrinya tercinta.
" Katakan padaku apa yang sudah dilakukan oleh Putri Hana?" tanya sang raja yang mulai merasa tidak nyaman dengan kehadiran Pangeran Narendra di istananya.
Pangeran Narendra pun Kemudian menceritakan semuanya kepada sang raja tentang kelakuan Putri Hana yang telah mengutus seorang dayang istana kerajaannya untuk menggoda Panji dan juga membunuh cucunya yang akhirnya mengundang amarah di hati Minsi dan dia membumihanguskan dayang tersebut hingga menjadi abu.
Raja Siluman Ular Biru benar-benar sangat terkejut sekali mendengarkan berita itu dia tidak percaya bahwa putrinya benar-benar melakukan hal sekeji itu kepada bayi yang masih kecil, bahkan baru saja lahir belum juga ada dua bulan sejak kelahirannya.
" Tolonglah Raja dan sesepuh Kerajaan Ular bitu untuk mendatangi istana kerajaan monyet dan memperjelas status pernikahan putri Hana bersama dengan pangeran Wangen. Agar Putri Hana nasibnya tidak menggantung seperti itu. Karena stres membuatnya menjadi begitu tega kepada orang lain!" Raja Siluman Ular Biru benar-benar kesulitan menelan syarifahnya sendiri mendengar semua yang dikatakan oleh pangeran Narendra.
Raja Siluman Ular Biru seakan tidak mempercayai apa yang dikatakan oleh sahabatnya. Ya!! Lalau tidak mendengarnya sendiri dari mulut Pangeran Narendra. Mungkin dia pun akan menganggap Itu adalah sebuah fitnah belaka.
" Baiklah Pangeran Narendra Terima kasih atas sarannya Saya pasti akan segera mendatangi istana kerajaan siluman monyet untuk memperjelas tentang status pernikahan putriku dengan Pangeran Wangen. yang aku dengar dia masih melatih ilmunya di istana kerajaan Nyi Ratu Penguasa Pantai Selatan." Pangeran Narendra menganggukkan kepalanya membenarkan semua yang terjadi pada Pangeran Wangen saat ini di istana Nyi Ratu Penguasa Pantai Selatan yang menyimpan sejuta misteri di alam manusia.
Raja Siluman Ular Biru tiba-tiba saja merasa Gentar dengan apa yang terjadi.
" Kalau benar Pangeran Wangen sekarang menjadi murid dari Nyi Ratu Penguasa Pantai Selatan. Kami penghuni istana kerajaan siluman ular biru sudah pasti bukan menjadi lawannya lagi!" Raja Siluman Ular Biru terlihat begitu Sedih ketika memikirkan hal tersebut.
Pangeran Narendra bisa merasakan bagaimana perasaan Raja Siluman Ular Biru.
" Tenanglah kami pasti akan membantu kalau memang terjadi hal yang tidak diinginkan karena masalah ini. Bagaimanapun status seseorang istri harus diperjelas dengan laki-laki yang dulu menikahinya. Jangan dibiarkan terkatung-katung seperti itu. Kasihan nasib Putri Hana yang pasti merasa tersiksa dibuatnya!" Pangeran Narendra berusaha untuk memberikan saran kepada sahabatnya agar bisa segera mengurus tentang pernikahan putrinya bersama dengan Pangeran Wangen.
Raja Siluman Ular Biru menganggukan kepalanya setuju dengan apa yang dikatakan oleh pangeran Narendra yang semuanya adalah sebuah kebenaran yang tidak bisa dibantah siapapun.
" Saya bersedia untuk membantu kalau kalian memang membutuhkan bantuan saya!" Pangeran Narendra berusaha untuk menawarkan diri kalau memang sahabatnya itu membutuhkan bantuannya untuk berbicara dengan Raja dsn Ratu dari istana kerajaan siluman monyet yang terkenal beringas dan juga galak.
" Tidak apa-apa Pangeran. Terima kasih banyak karena sudah menawarkan diri untuk menyelesaikan masalah istana kerajaan kami. Akan tetapi, kami pasti akan berusaha semaksimal mungkin untuk kembali menawarkan segala pertentangan di antara istana kerajaan kami!" terlihat Raja Siluman Ular Biru benar-benar merasa bersalah terhadap Pangeran Narendra yang pasti sudah mengalami banyak kesulitan karena putrinya.