
"Semuanya ibu Gayatri ini bibinya dokter Mita, dokter Mita yang mengenalkan aku ke bibinya, dia juga yang mengantar aku ke tempat ini, sehingga aku bisa membesarkan dek Gabriel sampai saat ini." Ucap Laras
Betapa terkejutnya Bu Meisya mendengar Laras menyebut nama orang yang telah merawatnya.
"Apa... apa... Ga Gayatri.." Ucap ibu Laras sambil menatap Bu Gayatri
" Iya... ." Sahut Laras sambil menatap ibunya
"Maaf apa ibu Gayatri ini punya kakak? dan apa nama ibunya ibu Gayatri?" Tanya Bu Meisya
"Punya, kakak saya ibunya Mita teh Kinan namanya, dia mengalami depresi berat karena anaknya yang bontot meninggal, dan ibu saya udah meninggal lama saat kami masih anak - anak. Nama ibu saya adalah Sutinah" Ucap ibu Gayatri sambil menatap Bu Meisya
Saat mendengar jawaban dari ibu Gayatri ibunya Laras langsung berlari memeluk Ibu Gayatri sambil menangis tersedu-sedu. dengan tatapan penuh bingung ibu Gayatri juga ikut memeluk ibunya Laras hati kecilnya mengatakan kalau dia pun mengenal sosok orang di depannya hanya saja dia tak tahu siapa.
" Yatri.... ini aku Meisya Yatri... huhuhu... kamu kemana saja, Yatri akhirnya kita di pertemukan juga, sudah lama kita tak bertemu sampai saya hampir tidak mengenal kamu." Ucapnya sambil menangis
"Meisya.... ini teh Mesya?... huhuhu.... teteh kemana saja, semenjak ibu meninggal kita tak pernah ketemu.. " Ibu Gayatri pun ikut menangis.
Sementara orang sekitarnya hanya melongo tidak mengerti arah pembicaraan mereka, walaupun lama-lama akhirnya mereka sedikit mengerti. Laras shock mendengar percakapan mereka berdua walau diselingi dengan tangisan tapi obrolan mereka berdua terdengar sangat jelas. Setelah puas berpelukan dan juga menangis. Mereka pun akhirnya duduk dengan saling berpegangan seperti layaknya orang yang sedang kasmaran.
"Gayatri ini adalah adik saya satu ibu, kami berpisah setelah ibu kami meninggal, ada adik satu lagi yaitu Kinan ibunya Mita, Saat ibu kami meninggal saya di bawa oleh keluarga ayah saya, dan merek berdua juga ikut ayahnya. Saat saya lulus SMP saya datang ke rumah mereka tetapi tetangga mengatakan kalau mereka sudah pindah, dan menjual rumahnya. Dari itu saya tak pernah lagi jumpa sama mereka, kabar terakhir yang saya dengar adalah ayah mereka menikah sama orang Cirebon dan menetap di sana." Ucap ibu Mesiya
"Jadi bibi Gayatri adik nya ibu, dan dokter Mita adalah keponakan ibu? Tanya Laras
"Iya Laras, saya tak menyangka kalau yang selama ini saya rawat adalah keponakan saya sendiri, dari awal kamu datang ke rumah entah mengapa hati kecil saya langsung jatuh cinta, ternyata mungkin karena ikatan batin." Ucap bibi Gayatri
" Lalu bagaimana kehidupan kamu setelah kita berpisah?" Tanya Bu Meisya
"Setelah teh Meisya pergi, bapak di pecat dari kerjaannya, karena punya hutang untuk pengobatan almarhum ibu, akhirnya ayah menjual rumahnya. Ayah membeli rumah kecil dan ayah membuka kios kecil - kecilan di Cirebon tempat kelahiran ayah. Hingga akhirnya ayah menikah lagi dengan tetangga disana. Ketika lulus SMA teh Kinan nikah sama ayahnya Mita yang seorang buruh pabrik dan memboyongnya ke Jakarta. Hingga saat adiknya Mita usia 8 tahun teh Kinan harus kehilangan suaminya karena kecelakaan kerja. Sementara saya, dua tahun setelah teh Kinan nikah saya juga menikah dengan almarhum suami saya, sama suami saya juga buruh pabrik tetapi 10 tahun saya mengikuti suami di Jakarta suami saya terkena PHK hingga akhirnya kami pulang ke tanah kelahiran suami saya ya di tempat ini. Dan Sudah 8 tahun saya menjanda karena suami meninggal akibat gagal ginjal. Sementara teh Kinan tetap di Jakarta dia bekerja. Dan ayah meninggal 5 tahun setelah saya menikah." Ucap bibi Gayatri menjelaskan kehidupannya selama berpisah dengan kakak tertuanya.
Haloo readers tercinta terimakasih banyak ya, ... jangan lupa tetap tinggalkan vote dan like nya ya...
Author juga mau minta dukungannya di karya author yang baru ni...