
Laras : Ibu Laras nggak apa-apa, Ibu jangan sedih Laras baik-baik saja maaf Laras belum bisa menemui ibu tapi Laras janji suatu saat pasti Laras akan pulang ke rumah Ibu, Laras minta jika ada papih menelepon atau datang ke rumah untuk mencari Laras tolong Ibu jangan beritahu papih kalau Laras menghubungi Ibu
Ibu : Kenapa? Indrawan berkali - kali nelpon ibu nak, dia khawatir dengan keadaan kamu, kami juga harus berpikir bagaimana nanti anak yang kamu kandung ke depannya kalau jauh dari Indrawan. Anak kamu berhak untuk mendapat kasih sayang dari bapaknya kelak nak, jangan egois jangan turuti hawa nafsu mu, pulang lah nak, ibu sayang sama kamu.
Dengan terisak ibu Laras berkata sambil menasehati anaknya.
Laras : Maaf ya Bu, kalau ibu kecewa sama Laras, tapi ada alasan kenapa Laras tidak mau ketemu papih mungkin untuk selamanya. Mamih lagi sakit di kena kanker Laras gak mau kalau sampai papih meninggalkan mamih. Kasian, walau Laras kecewa sama mamih tapi mamih juga salah satu orang yang berjasa di kehidupan kita. Biarlah Laras seperti sekarang Bu, minta doa dari ibu. Agar Laras bisa kuat menjalani hidup dan kandungan Laras juga sehat.
Mendengar penuturan anaknya, ibu Laras makin tersedu-sedu dia yakin anaknya pasti menjalani hidup seorang diri. Tapi jika keinginan Laras sudah bulat. Dia hanya bisa mendoakan.
Laras : Ibu jangan sedih lagi ya Laras baik-baik saja beneran deh Laras baik-baik saja dan maaf nomor Laras pasti sering ke aktif tapi Laras usahain 3 hari sekali atau seminggu sekali pasti menghubungi Ibu Ibu jangan sedih ya di sini juga kuat menjalani hidup.
Setelah selesai mengobrol dengan penuh keharuan akhirnya Laras menutup telepon. Dia merenung, apa dia salah pergi dari apartemen, tapi kalau dia tidak pergi yang ada semakin terluka, dan dia tak mau kalau sampai terjadi hal yang tidak di inginkan dengan janinnya.
Laras memejamkan matanya dia merasa lelah baik badan maupun pikiran. Dia ingin istirahat agar kembali fresh.
###
Indrawan berjalan dengan tubuh yang sangat lunglai, dia baru saja datang di kantornya. Dia menghela nafas, sekertaris dan asistennya langsung datang menemuinya.
Setelah kedua orang kepercayaannya kembali ke ruangannya masing - masing Indrawan membuka ponselnya untuk melihat photo Laras, yang di ambil di puncak dulu.
Sayang kamu dimana? Batin Indrawan
Dia teringat akan kata - kata dari orang yang membeli rumahnya.
#Flash back
Pagi itu indrawan mengendarai mobilnya menuju rumah yang dulu dia beli, beruntung yang punya rumah masih ada di rumah, karena telat sedikit saja mereka sudah berangkat kerja. Sang pemilik rumah itu ternyata seorang dokter, dan dia mengatakan kalau rumah itu dia beli dari seorang wanita muda, dia di tawari rumah itu oleh dokter Mita, teman di tempat kerjanya di salah satu Rumah Sakit Besar. Dan ternyata Mita itu dokter kandungan, ternyata Mita dan orang yang membeli rumah itu kerja di Rumah sakit dimana Andre bekerja. Rumah Sakit Milik Momy dan Dady nya Andre dan Sofia.
#Flash back Off
Jangan lupa dukung karya othor yang lain yaaaa