
Pagi menjelang siang mereka berempat meninggalkan villa, menuju tempat wisata di daerah Puncak kali ini yang menyetir Andre dan yang duduk disampingnya adalah Indrawan. Sementara kedua gadis barbar duduk di belakang sambil terdengar cekikikan seperti biasa mereka tak bisa diam jika sudah bertemu pasti saling meledek.
Sekitar perjalanan setengah jam mereka sampai di objek wisata. Mereka pun turun dari mobil dan berjalan kaki menuju objek wisata seperti biasa kedua gadis barbar itu melakukan foto-foto. Sesekali mereka berfoto berempat dan berpasang-pasangan.
Mereka berempat benar-benar menikmati waktu liburannya rasa penat rasa lelah yang selama ini mereka rasakan apalagi Indrawan dan Andre, sama-sama pekerja keras kini hilang melihat kedua gadis di depan mereka tertawa riang.
Hingga hari menjelang siang mereka baru keluar dari tempat wisata, rencananya mereka akan makan siang bersama.
Mereka berempat duduk berhadap - hadapan. Kedua gadis barbar langsung mengambil ponsel untuk Poto - Poto, karena dalam kamus mereka jangan sampai ketinggalan.
Hampir setengah jam mereka menunggu makanan akhirnya makanan datang. Menu kali ini benar - benar menggugah selera di saat lagi lapar. apalagi mereka habis jalan - jalan otomatis mereka lahap makannya.
Setelah selesai makan, mereka tidak langsung pulang ke villa, mereka pergi belanja untuk persiapan nanti malam tahun baru.
Mereka berempat berkeliling untuk mencari kebutuhan nanti malam.
#
Malam yang di tunggu-tunggu oleh kedua pasangan itu akhirnya tiba, mereka berempat asyik menikmati suasana dingin di belakang villa, sambil menikmati hidangan barbeque ala mereka.
Menjelang dini hari mereka masuk ke kamar masing - masing, untuk istirahat.
#
Paginya Susana dingin menyelimuti villa, apalagi ditambah hujan rintik - rintik. Laras menyibakkan selimut, dia melihat jam di ponselnya menunjukkan jam 7 pagi, dengan mata masih menahan kantuk di pergi tergesa - gesa ke kamar mandi.
Pas keluar dari kamar mandi dia tak menemukan Sofia di kasur.
"Sialan tuh bocah ninggalin gw sendiri, pasti dia lagi enak - enak Ama abangnya." gumamnya sambil menguap.
Merasa sendirian, akhirnya Laras pun keluar kamar hendak ke kamar Indrawan, pas dia melewati kamar Andre terdengar suara berisik dan decitan ranjang dari kamarnya. Laras hanya geleng - geleng kepala sambil terus berjalan.
Setelah membuka pintu kamar Indrawan dia melihat papihnya masih tidur di bawah selimutnya. Laraspun naik ke atas tempat tidur sambil menyibakkan selimut. Dan akhirnya dia pun tidur di dalam dekapan Indrawan.
Beberapa jam kemudian, Indrawan merasakan tanganny kebas dan berat, diapun terbangun dari tidurnya, dia tersenyum saat tangannya di jadikan bantal oleh gadis kesayangannya.
Indrawan melihat Laras yang tertidur dengan damai, dia menyibakkan anak rambut Laras yang menutupi dahinya, dia mengecup singkat kening Laras.
Naluri lelaki dewasanya keluar, apalagi ditambah suasana dingin dan kesempatan di depan mata. Yang awalnya di kening perlahan turun ke bawah menuju the twin dan memainkannya. Hingga yang punya terbangun karena tidurnya merasa terusik oleh kegiatan sang papih.
Merasa tak ada pergerakan dari laras, Indrawan pun semakin mejadi - jadi. Hingga sekarang mereka sama - sama polos