Menikah dengan Ayah Angkatku

Menikah dengan Ayah Angkatku
Kecelakaan


Pagi itu Laras seperti biasa disebutkan dengan para pembeli dia benar-benar bersyukur karena toko yang dikelolanya walau baru sebulan tetapi sudah maju pesat.


Sekitar pukul 10 hari pembeli sudah mulai jarang biasanya jam segitu dia kan istirahat di kamarnya dan yang menjaga toko gayathri beserta salah satu karyawan prianya.


Dia pergi ke dapur untuk membuat teh karena cuaca dingin walaupun siang sudah mulai menyapa.


prang....


Tiba-tiba gelas yang diisi air panas dari termos pecah tanpa sebab.


Perasaan Laras jadi enggak enak entah kenapa gelas pecah seperti sebuah pertanda buruk tapi kurang mengerti. untuk mengurangi kegugupannya dia lalu duduk sejenak di meja makan mengurangi keresahan nya. setelah merasa sedikit tenang dia lalu membereskan pecahan kaca dan mengelap air teh yang berserakan. setelah semuanya selesai dia lalu mengambil kelas kembali kali ini dia tidak membuatnya tetapi hanya menuangkan air putih lalu meneguknya. Dia lalu pergi ke kamar untuk istirahat. karena bangun dari pagi dan juga badannya lelah tak lama dengkuran halus pun terdengar dari mulut Laras.


"Jangan... papih papih... papih... jangan tinggalin Laras papih... papih papih... " Terdengar jeritan Laras dari kamar laras.


Bibi Gayatri yang sedang berada di warung di toko mendengar jeritan Laras dia langsung buru-buru masuk ke kamar.


"Neng bangun neng... Neng... neng mimpi buruk ya...


Ucap bibi Gayatri sambil mengguncang - guncang tubuh Laras, hingga akhirnya Laras terbangun dia lalu duduk perlu terlihat membasahi sekujur tubuhnya terutama di bagian dahi.


Bibi Gayatri langsung mengusap peluh yang berada di dahi selaras dengan handuk kecil dia lalu mengusap kepala Laras


"Neng mimpi buruk ya? Tanya bibi Gayatri lagi


"Iya bi Laras mimpi buruk, Laras melihat papih ditembak sama kakek Rusdi." Ucap Laras


Bibi Gayatri pergi ke dapur untuk mengambil air minum setelah itu dia menyadarkannya kepada Laras dan Laras pun meminumnya hingga habis.


Laras menganggukan kepala dia langsung kembali merebahkan tubuhnya di atas kasur sementara baby Gayatri kembali ke toko.


Sepeninggal bibi dokter Mita Laras tidak bisa memejamkan matanya, entah kenapa perasaannya jadi gelisah dia takut terjadi hal yang tidak diinginkan walau bagaimanapun Indrawan adalah Ayah dari anak yang dikandung dia tak ingin terjadi sesuatu hal yang buruk menimpanya.


Apa aku salah ya pergi dari papih, kata ibu kemarin papih mencari aku ke Bandung dan papih sudah tahu kalau aku itu hamil, Papih mencari aku karena memang masih sayang sama aku atau memang dia mencari aku karena marah rumahnya dijual batinnya.


Sementara itu itu habis memeriksa pasien Andre mengaktifkan ponselnya terlihat beberapa panggilan dari orang yang tidak dikenal dan tak lama panggilan pun kembali berbunyi di ponselnya.


"Halo dengan keluarga dari Pak Indrawan." Tanya orang di seberang sana


"Iya ini siapa ya?tanya Andre dengan wajah bingung mendengar suara di seberang telepon terlihat sangat tegas.


"Saya dari kepolisian Indramayu ingin mengabarkan bahwa saat ini ada kecelakaan di Indramayu salah satu korbannya adalah Pak Indrawan beserta dengan kedua rekannya seorang perempuan bernama Mita dan juga seorang laki - laki bernama Wandi yang mengendarai mobilnya. " Ucap penelepon


"Lalu... lalu bagaimana keadaannya?" Tanya Andre dengan suara panik


"Korban yang bernama Wandi yang mengendarai mobilnya meninggal di tempat, dua korban lainnya sedang di tangani di rumah sakit xx. Silahkan datang untuk memastikan korban" Ucap penelepon lagi.


Andre duduk di kursi kebesarannya, dia benar benar lemas mendengar kabar tersebut. Dia lalu mengambil ponsel untuk mengabari sekertaris dan asisten Indrawan.


Maafkan Othor ya kalau salah ucap dalam mengabari keluarga yang kecelakaan soalnya othor gak tahu polisi kalau ngabarin keluarga yang kecelakaan kaya apa😜😜😜


readers tercinta.... tolong dukung karya othor yang baru yaa