
Mereka masuk, di villa tersebut ada 3 buah kamar, Laras dan Sofia memilih satu kamar sedangkan Andre dan Indrawan memilih kamar sendiri - sendiri.
Karena perjalanan yang jauh di tambah macet, udara juga makin dingin, mereka bergegas masuk ke kamar masing - masing.
Laras dan Sofia bergantian masuk ke kamar mandi untuk bersih - bersih mandi dengan air hanagat. Setelah mereka selesai baru mereka istirahat di ranjang empuk.
Indrawan juga sama dia barusan menyelesaikan mandi dengan air hangat. Dia lalu tiduran di atas ranjangnya. Dia mengambil ponsel lalu memeriksa pekerjaannya.
Di kamar sebelah Andre lagi memainkan ponselnya, setelah mandi dia ganti baju. Dirinya terlihat lebih fresh. Duduk di sofa kamarnya, dia lagi berbalas pesan sama Sofia padahal mereka dalam satu atap, hanya terhalang sekat tembok saja.
Malam semakin larut dan penghuni kamar satu - satu mulai terpejam. Menambah suasana makin sunyi.
Menjelang dini hari, Sofia terbangun dia merasakan perutnya lapar. Tapi dia bingung mau makan apa, sedangkan ini di vila, mau pesan food juga belum tentu ada. Dia membolak balikkan badan karena tidak bisa tidur.
"Heh, diem ngapa ini udah malem banget gw ngantuk Lo bolak balik aja kaya orang mau brojol." Ucap Laras yang merasa terganggu dengan gerakan Sofia
"Ras gw laper banget, cuacanya dingin bikin perut lapar terus.. Lo bawa makanan apa? gwonta donk." Jawab Sofia
"Ada di gw Popmie mau kaga? Gw pikir lo gak bisa tidur karena kagak ada yang ngelonin." Jawab laras
"Emang ada air panas ras? " Tanya Sofia
"Kagak tahu gw, coba aja lo ke dapur barangkali ada kompor atau apaan ke buat rebus air." Laras berkata
"Anter yu, gw agak - agak serem ras." Pinta Sofia
"Ya elah Lo, manja amat. Takut apaan coba, hantu? masa hantu takut sama hantu." Jawab Laras
"Haduuuh Lo bisa banget ngerayu nya. Kenapa gak minta di anter laki Lo aja sih? Dingin gw males ngapa-ngapain." Laras kesel
"Kasian lah, mereka dari tadi tuh kaga tidur karena gantian nyetir. Kasian kalo tidurnya di ganggu." Sofia berkata sambil merengut
"Ayoook gw anter, tuh bibir jangan manyun ngapa kaya ikan arwana aja." Ucap Laras sbil bangun
Mereka berjalan beriringan menuju ke dapur. Sampe di dapur terlihat ada panci buat masak mie instan, Sofia pun mengambilnya lalu memasukkan air dan menyalakan kompor untuk merebus air.
Laras kembali ke kamar untuk mengambil pop mie dia akhirnya ikutan untuk makan mie cup tersebut mengikuti Sofia, dia juga mengambil beberapa cemilan dan minuman dan membawanya ke luar kamar.
"Fi gw seduhin juga ya, gw juga jadi pengen. Dingin gini enak yang anget - anget" Ucap Laras
Sofia menganggukan kepalanya, dia menuangkan air ke cup berisi mie untuk dirinya dan Laras, setelah itu mereka beriringan masuk ke ruang keluarga dimana tadi Laras meyimpan cemilannya.
Mereka berdua asyik makan mie dan cemilan, merasa ada yang berisik di luar kamar, Andre membuka matanya. Dia menajamkan telinganya. Dia mendengar suara Sofia dan Laras sedang berbincang - bincang. Dia pun keluar dari kamar.
Ceklek
"Kok kalian belum tidur? Tanya Andre
Mereka berdua serempak menoleh ke arah Andre
"Kita lapar bang, untung Laras bawa mie dan cemilan."Jawab sofia
"Mie gak baik sayang jangan sering - sering ya. " Ucap Andre sambil berjalan menuju sofa tempat kedua gadis bar - bar itu duduk