Menikah dengan Ayah Angkatku

Menikah dengan Ayah Angkatku
Numpang Doang Di Rahim


"Jadi papih kenal dokter Mita, dia amnesia sekarang. Ya ampun piiih... Laras mau ketemu piiih." Ucap Laras terisak dia kaget. pantesan selama ini gak ada kabar tentang dokter Mita ternyata dia sakit.


Laras dan bibi Gayatri mengira dokter Mita keluar negeri untuk mengajak ibunya berobat, karena memang dokter Mita berencana ke luar negeri untuk mengobati ibunya.


"Dia sekarang tinggal di apartemen samping apartemen kita ada Hendra yang mengurusnya dia masih rutin kontrol."Jawab Indrawan


"Piiih Laras pengen ketemu dokter Mita piiih. " Ucap Laras lirih


"Kita fokus dulu ke dedek Gabriel ya, nanti pasti kita akan ke Jakarta untuk menemui dokter Mita." ucap Indrawan sambil mengusap air mata Laras


Tak lama ponsel Indrawan pun berdering ternyata itu adalah dari driver yang mengantar makanan pesanan Laras.


Tak lama Indrawan datang kembali dengan menenteng sebuah kantong plastik berisi makanan. Indrawan menuangkan makanan ke dalam piring dan sendok lalu duduk di samping Laras.


"Biar papih suapin ya." Ucap Indrawan


Laras hanya menganggukkan kepala sementara Indrawan menyuapi Laras dengan telaten.


"Sayang dedek mirip banget sama Papih ya." Ucap Indrawan


"Iya pih dia numpang doang dirahim aku mah." ucap Laras


Kontan Indrawan terbahak mendengar jawaban dari Laras


"Untung papinya ganteng kalau jelek kan kasihan anak akunya." Ucap Laras lagi


"Iya donk, bibit unggul nya aja bagus pasti hasilnya bagus dong." Jawab Indrawan bangga


Indrawan senang Laras sudah kembali menjadi gadis yang barbar.


"Piih ibu sama adik-adik nginep di mana jauh nggak dari rumah sakit?" Tanya Laras


"Sayang papih mau nanya kenapa bisa sampai kecelakaan?" Tanya Indrawan


Laras langsung menceritakan awal mula Kenapa mereka terjadi kecelakaan sehingga mengakibatkan Gabriel kekurangan darah, dan kritis di ruang ICU. Tetapi bersyukur karena tidak ada korban jiwa di atas kecelakaan itu walau dia sempat panik karena Gabriel kritis sementara dirinya dan juga sang sopir hanya luka ringan saja bahkan sang sopir sudah pulang tadi pagi karena dia patah tulang dan keluarga menyarankan untuk pergi ke tukang urut saja.


Indrawan menganggukkan kepala mengerti kenapa mereka bisa sampai kecelakaan, tetapi ada rasa syukur yang bisa diambil hikmahnya yaitu sekarang mereka bertiga bisa kumpul karena Laras tidak egois sehingga dia mau menerima saran dokter untuk menghubungi Indrawan.


"Lalu bagaimana selama ini kamu bertahan hidup sayang?" tanya Indrawan lagi


Laras pun menceritakan dari mulai dia ketemu dokter Mita lalu menjual rumahnya, dan pergi ke rumah bibi Gayatri. Ia menceritakan awal merintis usahanya sehingga sekarang usahanya sudah mulai maju.


"Pasti berat banget ya, papih kehilangan moment saat de Gabriel dalam kandungan, Papi harus berterima kasih banyak nih sama ibu Gayatri." Ucap Indrawan


Laras menganggukan kepalanya pertanda setuju.


"Lalu sekarang bagaimana usahanya karena papi nggak mau, kalau sampai kita berpisah lagi. Papi akan mengajak kamu dan anak kita tinggal di Jakarta." Ucap Indrawan


Indrawan pun menceritakan dari awal terpuruknya kehilangan Laras banyak dibantu oleh Andre dan Sofia, dan ketika perusahaannya bangkrut karena ulah karena Pak Rusdi dan masuk penjara, Andre lah orang yang paling depan membantu dirinya. Menguatkan hatinya hingga akhirnya dia berdiri kokoh walau separuh hatinya pergi. Indrawan juga menceritakan tentang usaha yang lainnya yaitu kontrakan dan juga kos-kosan yang berada di Bandung yang dikelola oleh ibunya Laras.


"Ada banyak hal terjadi ya piih selama kita tidak bersama." ucap Laras


"Iya dan sekarang papih nggak mau kita pisah lagi kita akan terus bersama membesarkan anak kita maafkan papi yang selama ini tidak mengerti keadaan kamu sayang mari kita mengubur luka kita, kita ganti dengan kebahagiaan." Ucap Indrawan


Laras menganggukan kepalanya dia tidak menjawab pertanyaan Indrawan tentang bagaimana kedepan nasib tokonya karena dia juga bingung untuk saat ini dia akan fokus dulu kepada anak kesayangannya.


Author juga mohon minta dukungannya untuk like and komen di karya author yang satunya ya..