Menikah dengan Ayah Angkatku

Menikah dengan Ayah Angkatku
Tragedi Di Pagi Hari


Pagi Itu Laras dan Indrawan terus bergumul, hingga akhirnya apa yang di jaga Laras selama ini terampas sudah sama Indrawan. Awalnya Laras mengira Indrawan tak akan bertindak sejauh itu. Dia mengira Indrawan akan melakukan seperti biasa tanpa harus merampas milik Laras. Setelah menyadari itu semua Laras kini hanya bisa menangis.


Dia takut kalau sampai dia berbadan dua, di tambah Indrawan belum cerai dari mamihnya. Sementara itu Indrawan dia hanya bisa menunduk merutuki kebodohannya karena telah tega menodai wanita yang di cintainya, padahal dia belum resmi dari Ismaya.


"Maafin papih sayang, papih janji akan bertanggung jawab, jangan nangis lagi ya." Ucap Indrawan sambil mengusap puncak kepala Laras dan mengecupnya.


Laras tak menjawab, dia terus saja terisak.


"Papih akan segera urus perceraian papih sama mamih, kamu sabar ya." Ucapnya lagi.


"Beneran kan pih, papih gak bohongin Laras?" Tanya Laras sambil menatap Indrawan


"Nggak sayang, tapi kamu harus sabar ya, karena gak semudah itu untuk cerai dari mamih kamu, kedua orang tua Ismaya pasti tak akan tinggal diam kalau Ismaya sampai cerai dari papih. Apalagi perusahaan papih sekarang di bangun oleh orangtuanya Ismaya." Jawab Indrawan


"Iya pih, ga papa, yang penting papih janji nikahin aku." ucapnya


"Udah dong nangisnya, kita keluar ya emang gak lapar? Ucap Indrawan sambil mengusap air mata yang terus mengalir di pipi Laras.


"Papih aja yang keluar, Laras masih sakit jalannya, malu juga Ama Sofia dan bang Andre. Pasti mereka pada ngeledekin." Ucap Laras sambil menahan malu


Indrawan tertawa terbahak mendengar jawaban dari Laras.


"Ish papih malah ngeledekin lagi." ucap Laras sambil merengut


"Oke, iya maaf sayang. Papih mandi dulu ya sayang, kamu istirahat aja." ucap Indrawan sambil beranjak dari kasur menuju ke kamar mandi.


Pas keluar kamar, dia bertemu dengan pasangan Andre dan Sofia yang lagi duduk sambil ngopi.


"Sendirian om, Laras mana?" tanya Sofia


"Ehmmm Itu laras masih tidur dia agak sakit." Ucap Indrawan dengan ragu


"Sakit apa om, perasaan malem baik - baik saja." Ucap Sofia sambil beranjak hendak menengok Laras


"Jangan.... jangan di samperin, ehmmm dia masih tidur kasian, dia hanya sedikit demam ko." kata Indrawan menjawab sambil menggaruk kepala, bingung harus menjelaskan ke Sofia.


"Owh.." Ucap Sofia dengan tatapan curiga


"Saya keluar dulu ya, mau beli makanan, mau nitip gak kalian?" Tanya Indrawan


"Gak usah, tar gampang kita nyari keluar." Kali ini Andre uang menjawab


Indrawan keluar dengan membawa kunci mobil.


Sementara itu Sofia mendengar mobil mulai pergi dia bergegas masuk ke kamar Indrawan, dia tak percaya kalau Laras sakit. apalagi gelagat Indrawan sedikit mencurigakan.


Di perlahan membuka pintu kamar Indrawan, melihat ke atas kasur disana ada Laras sedang tidur pulas. Dia berjalan mendekati Laras, dan duduk di tepi ranjang lalu menyibakkan sedikit selimut. Dia langsung melotot kaget melihat banyak kissmark di bagian atas dada Laras, dan yang paling kaget lagi ternyata tubuh Laras polos, hanya di tutupin selimut doang.


Sofia semakin curiga, secara dia sudah tahu terlebih dahulu, dia pun menyibakkan selimut yang di pakai Laras dia tersenyum jahil melihat ada sedikit noda merah di kasur yang sedang di tidurin Laras.