
Part ini agak sedikit vulgar yah.. ✌✌
Untuk yg masih di bawah umur, tolong bijak dalam membacanya, bisa di SKIP 😅😅😅
"Itu hanya sepenggal kisah masa laluku Sayang, jika kau sangat ingin mengetahui tentang keseluruhan hidupku. Kau harus bersabar Sayang. Karena aku orang yg sangat 'moody'. Sangat sulit bagiku untuk menceritakan semua masa laluku. Apa lagi kepada orang yg baru ku kenal" ucap Laksh menatap tajam ke arah Ragini.
Ragini kecewa dengan yg di katakan Laksh, wajahnya muram lalu menundukkan kepalanya. Dia sedih dengan apa yg di dengarnya barusan. Laksh menghampiri Ragini. Menatap tajam ke arah Ragini. Mengecup bibir Ragini.
CUUUPPP...
Ragini kaget dengan yg di lakukan Laksh. Laksh tersenyum melihat ekspresi Ragini. Benar benar menggemaskan jika Ragini sedang malu. Pipinya memerah.
"Kau benar benar ingin mengetahui seluruh kisah masa lalu ku Sayang? Jika iya kau masih harus bersabar menemaniku, setidaknya sampai aku menyelesaikan buku kelima ku ini" ucap Laksh terkekeh
Ragini benar benar kesal. Laksh hanya meliriknya seketika lalu mengetik kembali di laptopnya. Ragini pun tak kuasa menahan kantuknya. Lalu langsung tertidur di ranjang Laksh. Laksh yg menyadarinya langsung berdiri dan membenarkan posisi Ragini agar dia dapat tidur dengan tenang, menarik selimut ke tubuh Ragini. Tangan Laksh mengelus pipi Ragini. Lalu mengecup keningnya. Laksh pun kembali ke aktifitas nya mengetik di laptopnya. Sesekali Laksh memandangi wajah Ragini yg tertidur. Laksh tersenyum melihat Ragini yg kini sedang terlelap.
*********
"Aaarrrgghhhh capek sekali" keluh Laksh.
Laksh menguap menandakan jika ia sudah mengantuk. Laksh lalu menghampiri Ragini dan tertidur di samping Ragini. Laksh membalikkan tubuh Ragini agar menghadapnya, lalu menyandarkan kepala Ragini ke bahunya. Memeluk Ragini dengan erat. Aroma tubuh Ragini benar benar membuat Laksh nyaman berada di dekatnya. Perlahan Laksh menutup kedua matanya, lalu tertidur.
*********
"Hooaaammmm" Ragini menguap lalu mengucek kedua matanya. Ragini berusah untuk bangun namun ia merasakan tekanan di pinggangnya. Lalu Ragini menoleh ke samping. Astaga! Dia dan Laksh tidur bersama dan satu ranjang. Ragini mengecek ke bawah selimut. Dia pun bisa bernafas dengan lega karena tak menemukan tanda kalau Laksh berbuat macam macam kepadanya.
"Syukurlah" ucap Ragini senang
"Hahahaha" Ragini terkejut saat mendengar suara tawa Laksh, ia lalu langsung menoleh dan terkejut saat melihat Laksh yg ternyata sudah bangun dari tidurnya. Laksh memeluk Ragini dan mengecup hidungnya. Lalu mencubitnya pelan.
"Kau ini kenapa? Pasti kau berpikiran hal yg buruk tentang ku kan? Jika aku mau aku akan melakukan hal 'itu' denganmu Sayang. Tapi aku ingin melakukan nya dengan dirimu yg masih tersadar" goda Laksh
"Laksh kau ini" Ragini kesal dan memukul Laksh
"Awww Sayang maaf. Sayang kau mandilah dulu lalu bersiaplah, aku akan mengantarkanmu ke rumah sakit" ucap Laksh
Ragini pun tersenyum dan mengangguk, lalu dengan cepat Ragini mencium pipi Laksh. Laksh kaget lalu tersenyum sambil memegang pipinya.
"Hei kau ini, dasar gadis nakal" teriak Laksh, Ragini pun berlari dan menuju kamar mandi.
Ragini bingung setelah keluar dari kamar mandi. Dia baru sadar jika ia tak memiliki baju ganti. Ahhh sial. Ragini keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk saja.
CEKREEKK...
Suara pintu terbuka sontak membuat Ragini takut, ia lalu langsung menuju ranjang dan menutupi tubuhnya. Laksh pun kaget melihat apa yg di lakukan Ragini. Laksh sudah rapi dan bersiap untuk menghantar Ragini kerja tapi Ragini malah masih berselimut seperti itu.
'Apa yg dia lakukan? Apa dia masih mengantuk? Dasar pemalas' batin Laksh, lalu Laksh langsung menghampiri Ragini.
"Sayang apak kau tak mau kerja?" tanya Laksh
Posisi Ragini yg membelakangi dirinya membuat Laksh amat bingung. Laksh lalu memegang bahu Ragini. Namun Ragini tak jg menoleh. Laksh lalu membalikkan tubuh Ragini dengan paksa hingga secara tidak sengaja tubuh Laksh kini berada di atas tubuh Ragini dengan tangan Laksh yg bertumpu pada ranjang. Laksh terkejut saat menyadari jika Ragini hanya memakai handuk. Aroma tubuh Ragini membuat naluri lelaki Laksh muncul. Laksh perlahan mendekatkan wajahnya ke arah Ragini. Mengecup bibir mungil Ragini dengan pelan dan sangat lembut, lama sekali tanpa ada balasan dari Ragini, namun ketika Laksh sedikit menggoda Ragini dengan mengigit gemas bibir Ragini, Ragini langsung membalas ciuman Laksh yg tak kalah ganasnya. Lalu perlahan bibir Laksh menyusuri leher jenjang milik Ragini, mencium dan menjilatinya. Ragini hanya mendesah akibat ulah Laksh. Ia terus menikmati saat lidah Laksh menyapu dan mengecup leher Ragini dengan lembut. Tangan Ragini yg sedari tadi dia letakan di dadanya kini berpindah memeluk erat tubuh Laksh, perlahan Laksh lalu mendekatkan bibirnya kembali untuk mencium bibir Ragini. Dan mereka pun saling bergulat hanyut dengan ciuman mereka. Saat Laksh ingin membuka handuk yg di kenakan Ragini tiba tiba.........
"DRRTTTT DRTTTT DRTTT" hp Ragini bergetar, RAGLAK yg tengah hanyut dengan aktifitas yg di lakukannya tadi langsung berhenti, Laksh pun berdiri mejauh dari tubuh Ragini. Mengambil hp Ragini dan memberikannya kepada Ragini.
"......."
"Apa??? Baiklah aku akan segera kesana" jawab Ragini dengan cepat
Laksh mengernyit kan dahinya seolah tak mengerti dengan sikap Ragini.
"Laksh ayo, pasienku sedang sangat gawat saat ini" ajak Ragini yg kini berlari ingin keluar menuju kamar
Laksh melihatnya melongo. Lalu menghampiri Ragini.
"Kau tidak boleh pergi Sayang" ucap Laksh serius
"Laksh ku mohon, jangan menahanku, mengertilah diriku untuk saat ini saja" pinta Ragini memohon
"Ragini ku bilang kau tidak boleh pergi dengan hanya menggunakan handukmu, aku tidak mau melihat mata pria berhidung belang memandang tubuhmu yg hanya berbalut handuk itu" ucap Laksh kesal
Ragini melongo mendengar perkataan Laksh lalu menepuk dahinya. Ragini memegang tangan Laksh.
"Laksh ku mohon belikan aku pakaian, aku tak membawa pakaian ganti" pintanya
"Kau harus mengganti nya Sayang" ucap Laksh
"Baiklah nanti aku akan mengganti biaya yg kau habiskan untuk membelikan aku pakaian" jawab Ragini
"Bukan dengan itu sayang, tapi dengan ini" Laksh menunjuk ke bibirnya seolah meminta Ragini untuk menciumnya.
"Laksh kau ini, berhenti untuk menggodaku" kesal Ragini
"Siapa yg mau menggodamu, jika kau tak mau ya sudah, aku pun tak mau membelikan pakaian untukmu" Laksh merajuk
"Laksh kau ini" Ragini kesal lalu menghampiri Laksh dan mengecup bibir Laksh pelan, Laskh membalasnya singkat. Lalu tersenyum.
"Laksh cepatlah" pinta Ragini lagi
"Iyah sayang kau sabarlah" ucap Laksh
Saat Laksh ingin membuka pintu kamarnya ia lalu berbalik ke arah Ragini lagi. Mendekat ke arah Ragini. Lalu berbisik "Kau sangat memabukkan Sayangku, aroma tubuhmu membuat naluri ku muncul, bolehkah jika aku dan kau...." ucap Laksh terpotong karena Ragini melotot ke arah Laksh
"Laksh hentikan" Ragini kesal
"Tapi tadi kau pun sangat menikmatinya kan?" goda Laksh
Ragini geram hendak memukul Laksh, lalu Laksh berlari dan pergi.
'Laksh bahkan aku lebih senang jika kau menggodaku, aku tak suka melihat kau menangis ataupun bersedih' batin Ragini dan tersenyum
'Astaga apa iya tadi aku menikmatinya? Dasar bodoh kau Ragini' Ragini merutuki dirinya sendiri
Jangan lupa like dan komen..