
"Apa ini Laksh?" tanya Ragini saat Laksh menujukan sebuah kalung dengan liontin berlian berbentuk hati. Ragini amat sangat terkejut dengan apa yg dia diberikan Laksh padanya.
Laksh menghampiri Ragini lalu mengambil kalung itu dan memakaikannya ke leher Ragini. Laksh mengecup baru Ragini.
"Ini hadiah untuk kekasih ku" ucap Laksh sambil tersenyum.
"Tapi bukan aku yg memberikannya tapi ibu ku" lanjut Laksh
Ragini amat senang, dia benar benar menyukai kalung yg Laksh berikan.
"Terimakasih Laksh, aku benar benar menyukainya" ucap Ragini lalu mengecup pipi Laksh
Laksh amat senang dengan perlakuan Ragini padanya. Dia masih tersenyum dan mengelus pipinya.
"Hei Laksh antarkan aku kepada ibumu, aku ingin menemui nya dan mengucapkan terimakasih kepadanya" ajak Ragini
Laksh lalu menarik Ragini membawa Ragini ke sebuah kamar kosong dan usang. Mata Ragini membulat tak berkedip saat ia melihat photo seorang wanita yg tengah tersenyum bahagia namun berkalung karangan bunga. Mata Ragini menatap lirih langsung melirik ke arah Laksh. Mata Laksh berkaca kaca. Ragini memegang lengan Laksh.
"Ibuku sudah tiada Ragini, setahun yg lalu, bukankah semalam aku sudah memberitahukannya kepadamu" ucap Laksh lirih
"Laksh maafkan aku" balas Ragini dengan nada yg bergetar, dia sama sekali tidak bisa membendung airmatanya, airmatanya lolos melewati pelupuk matanya. Laksh yg melihat Ragini menangis langsung menarik Ragini dan mendekapnya. Lalu menghapus airmatanya.
"Hei Sayang, bukankah sudah ku bilang jika aku tidak suka melihatmu menangis" ucap Laksh menangkan Ragini
"Laksh maaf aku tidak bermaksud untuk mengungkitnya" jawab Ragini lirih.
"Hei Sayang, sudahlah tak butuh maafmu, aku akan sangat marah jika kau tidak berhenti menangis" jawab Laksh
Ragini lalu langsung berhenti menangis dan menatap Laksh. Lalu mendekap Laksh erat. Ragini benar benar nyaman di pelukan Laksh.
"Ragini, aku tadi menghancurkan hp ku" jelas Laksh datar
"Laksh bukankah td kau bilang..." perkataan Ragini terhenti saat telunjuk Laksh menempel di bibir Ragini
"Sssttt sudahlah, aku hanya ingin jujur kepadamu, aku td dengan sengaja melemparkan hp ku ke dinding, karena aku kesal daritadi kau aku hubungi tp kau tidak mengangkat telponku" jawab Laksh cuek
"Laksh td aku ada pasien yg sangat gawat" jelas Ragini
"Pasien, pasien, pasien (teriak Laksh) apakah mereka jauh lebih kau pentingkan di bandingkan aku hah?" ucap Laksh berteriak mata Laksh mendelik tajam menatap Ragini. Ragini takut dengan tatapan Laksh, dia merasa Laksh yg saat ini menatapnya bukan Laksh yg kemarin yg selalu ingin melihat Ragini bahagia. Laksh masih menatap Ragini dengan tatapan 'menikam' seolah ingin menerkamnya. Laksh mencengkram kuat tangan Ragini sehingga menimbulkan bekas merah di tangan Ragini yg putih. Ragini merintih kesakitan saat Laksh mencengkram dengan kuat. Ragini berusaha melepaskan cengkraman itu tp Laksh malah menyeret Ragini ke kamarnya. Laksh membanting pintu kamarnya. Lalu menghempaskan tubuh Ragini ke ranjang. Laksh langsung menindih tubuh Ragini. Ragini benar benar amat ketakutan dengan perilaku Laksh saat ini. Laksh menatap Ragini dengan penuh kebencian dan tersenyum sinis. Ragini mendorong tubuh Laksh tp Laksh bisa menahannya. Perlahan Laksh menarik kemeja yg di kenakan Ragini.
SRETTTT.....
Laksh menyobek lengan tangan kemeja Ragini. Lalu merobek lagi baju Ragini se kenanya. Ragini benar benar sangat ketakutan. Tatapan Laksh kepada dirinya amatlah berbeda. Laksh mendekatkan bibirnya ke arah bibir Ragini berusaha untuk mencium Ragini. Ragini meronta dan amat kesakitan. Pikirannya kacau ia tak bisa membayangkan apa yg akan terjadi kepada dirinya saat ini. Perlahan Laksh mencium Ragini dengan penuh nafsu dan ganas. Berbeda dengan apa yg Laksh lakukan di pantai. Ciuman semalam amat lembut. Berbeda dengan yg saat ini Ragini rasakan. Ragini berteriak dan menangis histeris.
"Laksh hentikan Laksh, ku mohon hentikan" teriak Ragini histeris di saat Laksh melepaskan ciumannya, Ragini berusaha untuk mendorong Laksh dengan sisa tenaga yg masih ia punya dan menghempaskan tubuh Laksh ke dinding.
"Aaarrggghhhh" teriak Laksh, kepala Laksh terbentur dan mengeluarkan darah.
Ragini masih menangis histeris menutupi pakaiannya yg tersobek karena ulah Laksh. Tubuhnya bergetar dan amat ketakutan. Ragini memang seorang Psikiater tapi ia amat takut jika pasiennya mengamuk. Karena jika orang sedang kalut apa saja bisa dia lakukan. Dan itu yg kini ia rasakan sekarang. Dan saat ini dia hanya memandang Laksh lirih, penuh kebencian dia bahkan tak bergeming untuk menolong Laksh walau dia melihat ada darah yg keluar dari kepala Laksh. Dia terus menangis memeluk erat kedua kakinya.
Perlahan Laksh menghampirinya dengan berjalan dengan sempoyongan.
"Ra-ra-gi-ni maafkan aku, aku kehilangan kendaliku, aku tak bisa mengendalikan emosiku" ucap Laksh pelan lalu pingsan di ranjang tempat Ragini berada. Dengan tangan yg masih memegang kepalanya.
Ragini memalingkan wajahnya, seolah dia tak peduli dengan apa yg terjadi kepada Laksh.
'Aku benar benar sangat kecewa kepada mu Laksh, ternyata kau pun sama seperti Priyank. Tapi kau amat sangat kasar Laksh' gumam Ragini lirih dengan nada suara yg masih terisak
Keadaan Ragini sangat mengenaskan. Begitupun dengan Laksh, nampaknya benturan di kepala Laksh sangatlah kuat, karena kepala Laksh masih mengeluarkan banyak darah.
Jangan lupa tinggalkan like dan komen.. 😘