KAU MILIKKU

KAU MILIKKU
Trauma


"Biarlah Ragini membaca semua catatan itu, lagi pula bukan seperti itu kenyataannya" gumam Laksh


YA! Catatan yg Laksh tulis di laptop itu merupakan karangan Laksh saja, tidak sesuai dengan kenyataanya. Laksh sengaja mengarang cerita fiktif mengenai dirinya, karena Laksh menyadari jika Ragini sangat ingin mengetahui segala hal tentang Laksh. Laksh bukannya takut Ragini akan menjauh jika tau fakta yg sesungguhnya. Namun Laksh takut jika nanti akan membuat Ragini bersedih. Biarlah Laksh yg menyimpan semua rahasia mengenai dirinya. Tanpa harus melibatkan Ragini di dalamnya. Dan jika Ragini ingin mengetahui kebenaran atas masa lalu Laksh biarkan Laksh saja yg menceritakan semua kepada Ragini. Tapi bukan untuk hari ini. Mungkin suatu saat nanti saat Laksh benar benar yakin jika Ragini tidak akan meninggalkan nya. Laksh hanya menguji seberapa peduli Ragini kepada dirinya. Dan ternyata Ragini benar benar mencintai Laksh. Laksh salah jika selama ini dia mengira jika dirinya di jadikan pelarian untuk rasa sakit hati yg di alami Ragini. Namun Laksh sangat bahagia jika ternyata Ragini memang mencintainya dengan tulus.


'MAAF' batin Laksh


*********


"Ragini" panggil Rohit


"Ya Rohit knp ya?" jawab Ragini singkat


"Bagaimana hubungan mu dengan Laksh, apa Laksh sudah menceritakan masa lalu nya kepadamu?" tanya Rohit penasaran


"Belum, tapi aku sudah mengetahui segalanya" jawab Ragini singkat


"Kau yakin sudah mengetahui segala hal dengan Laksh?" tanya Rohit lagi


Ragini hanya mengangguk.


"Memangnya mengapa? Kenapa kau sangat tertarik dengan kasus Laksh?" tanya Ragini heran


Rohit hanya menggeleng dan menepuk bahu Ragini, lalu tersenyum "Aku hanya takut jika ada hal besar yg Laksh sembunyikan padamu" ucap Rohit pelan


Ragini menatap tajam ke arah Rohit, menaikkan alisnya.


"Aku ini pernah mendalami ilmu psikologi Ragini dan aku sudah lama praktek di rumah sakit ini sebelum dirimu. Aku bisa membacanya dari gurat garis wajah Laksh, jika ada yg Laksh sembunyikan padamu" ucap Rohit lalu berlalu meninggalkan Ragini.


Ragini mengetukkan pulpen kini ia pegang ke mejanya. Pikirannya terus memikirkan omongan Rohit tadi.


'Apa benar yg di katakan Rohit? Hmmm tapi Laksh tadi bilang akan mengungkapkan mengenai jati dirinya nanti. Aku akan tunggu saja sampai Laksh menceritakan semua padaku' batin Ragini


***


×KAU MILIKKU×


PART 15


Ragini melajukan mobilnya dengan cepat. Pikirannya benar benar kalut, pria yg di cintainya ternyata memiliki masa lalu yg teramat kelam. Tidak bisa di pungkiri oleh Ragini jika saat ini dirinya sangat kecewa kepada Laksh. Bukan karena peristiwa di masa lalu Laksh itu. Tapi karena Laksh tidak menjelaskan semuanya di awal. Kenapa Laksh tidak meminta bantuan Ragini, mengapa Laksh malah meminta bantuan Rohit untuk menyembuhkan dari trauma masa lalunya. Ragini merasa tetap gagal menjadi seorang Psikiater. Kekasihnya saja tidak meminta bantuannya apa lagi nantinya orang lain. Mungkin Ragini emg seorang dokter Psikiater yg payah. Ia terus menerus meneriaki dirinya sendiri. Mobil Ragini pun tiba di rumah sakit. Ragini pun berlari mencari keberadaan Rohit. Ia hanya ingin mendengarkan penjelasan dari mulut Rohit sendiri. Ragini pun terus berlari.


"Rohittttttt" teriaknya


Rohit pun menoleh saat melihat Ragini dengan ngos ngosan di hadapannya. Rohit menatap Ragini dengan bingung. Kini Ragini duduk di kursi ruangan Rohit, meminta penjelasan. Rohit menghela nafas panjang untuk menjawab pertanyaan Ragini.


"Jadi begini, waktu Laksh mengamuk kepada dirimu aku kan yg mengobati kepalanya, aku hanya mengorek sedikit tentangnya agar dia mau menceritakan semuanya. Namun reaksi yg di berikan Laksh sangat berbeda. Dia menangis histeris karena telah berusaha untuk menodaimu waktu itu. Dia menyesali dirinya sendiri. Bahkan jika harus memilih Laksh lebih ingin jika kau membunuhnya daripada kau menghempaskan tubuhnya ke dinding. Karena Laksh merasa dia telah gagal membuatmu untuk selalu tersenyum. Aku yakin saat ini kau sudah mengetahui peristiwa masa lalu nya yg sangat kelam. Laksh sudah memikirkan dengan sebaik mungkin reaksimu. Karena Laksh yakin cepat atau lambat kau pasti akan mengetahui nya. Laksh bahkan sudah menyiapkan dirinya jika kau memutuskan untuk pergi darinya. Kau tau Ragini, dari dulu Laksh adalah sosok yg sangat rapuh namun ia tak pernah menggantungkan hidupnya kepada siapapun. Bahkan saat ia keluar dari penjara pun Laksh mencari uang dengan pekerjaan yg serabutan. Hingga ia tertarik untuk menulis dan iseng mengirim karya tulisanya dan di sambut positif sampai saat ini. Dia menuangkan kisah hidupnya yg kelam ke dalam buku nya. Namun perhatiannya sempat teralihkan oleh sosok seorang wanita yg mengusik pikiran dan hatinya. Kau ingat pada saat kita sedang ada gathering ke pantai waktu itu, diam diam Laksh selalu memperhatikan mu. Dia mencintaimu saat pandangan pertama bukan? Sampai sekarang kini kau masih dengannya. Kau heran mengapa aku begitu banyak mengetahui tentang Laksh? Kalau salah jika berpikir jika aku mencecarnya dengan berbagai pertanyaan, aku hanya membuatnya nyaman lalu ia menceritakan segalanya, oh iya Laksh tidak menceritakan kepada mu karena dia tak ingin melihatmu menangis" jelas Rohit


"Ragini maafkan aku, ku mohon jangan tinggalkan aku" ucap Laksh


"Kau bodoh Laksh, siapa yg akan meninggalkan mu, ayo kita pergi dari sini" Ragini memapah tubuh Laksh yg basah menuju tempat tidurnya. Laksh masih memeluk erat Ragini saat Ragini ingin pergi mengambil baju ganti Laksh.


"Jangan pergi lagi, ku mohon Ragini" ucapnya pelan


Ragini hanya tersenyum dan mengangguk. Ia pun berlalu menuju lemari Laksh dan mengambil baju ganti untuk Laksh. Perlahan Ragini membuka kaos Laksh yg sudah basah dan menggantinya dan Laksh pun mengganti sendiri celananya. Laksh masih mengenggam erat tangan Ragini. Seolah takut Ragini akan pergi meninggalkannya.


"Kau jangan pergi Ragini aku mohon jangan tinggalkan aku" ucap Laksh


Ragini pun tersenyum dan mengelus kening Laksh, ia pun mengecup kening Laksh untuk menenangkan Laksh.


"Tidurlah disini, aku nyaman bersamamu" pinta Laksh lirih


Ragini pun mengangguk dan kini berbaring di tempat tidur Laksh, memeluk Laksh erat, Laksh membenamkan kepalanya di dada Ragini. Ragini pun mengelus rambut Laksh agar Laksh merasakan kenyamanan. Hingga mereka pun kini sudah terlelap.


********************


Sinar matahari menembus gorden kamar Laksh, mengusik tidur nyenyak Laksh. Laksh membuka perlahan kedua matanya. Laksh pun tersenyum saat melihat Ragini tertidur di sampingnya. Ragini benar benar menepati janjinya dia tak meninggalkan Laksh. Laksh membelai wajah Ragini. Membelai bibir ranum ke kasihnya itu lalu mendekat dan mengecupnya pelan. Laksh pun kembali mengeratkan pelukannya kepada Ragini dan tidur kembali.


*******************


"Apa kau sudah baikkan sayang?" tanya Ragini di sela sarapan mereka


"Hmmm sudah, karena dirimu ada di sampingku terus, itu akan dengan cepat memulihkan diriku" goda Laksh


Ragini pun hanya tersenyum


"Ragini, aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu" ucap Laksh sambil mendekat kepada Ragini. Ragini will you marry me?" ucap Laksh dengan yakin


Mata Ragini berkaca kaca, ia tak tau harus menjawab apa. Ia sangat mencintai Laksh. Tapi untuk menikah Ragini masih belum siap. Karena dia sangat trauma untuk menikah.


"Hmmmm kenapa? Apa kau tak ingin menikah denganku?" tanya Laksh dengan wajah serius


Ragini gugup, "hmmm kita bicarakan nanti ya Laksh, cepat habiskan sarapanmu aku akan pergi ke rumah sakit setelah ini"


Laksh hanya menatap lekat Ragini. Apa itu berarti Ragini tak ingin menikah dengan Laksh?


'Maafkan aku Laksh, aku sangat takut mendengar kata pernikahan, aku takut setelah kita menikah kau akan meninggalkan ku seperti yg di lakukan ayahku dulu' batin Ragini.


Jangan lupa tinggalkan like dan komen..