
"Kau sudah sadar rupanya" suara lantang seorang pria menyapa Laksh saat Laksh mulai membuka kedua matanya. Laksh tersenyum bingung menatap ke pria yg sedang bediri di hadapannya. Dia membenarkan posisinya agar dia bisa duduk.
"Aaawww" rintih Laksh.
Kepalanya masih amat sangat sakit. Benturan di kepala Laksh nampaknya sangat keras. Itu sangat terasa saat kepala Laksh terasa amat berat dan sakit. Untung saja dia tidak geger otak. Matanya menyisir ke seluruh ruangan. Mencari sosok wanita yg ingin ia temukan. Namun pandangannya terhalang oleh pria yg sedari tadi menemani Laksh.
"Kau mencari apa? (Tanyanya menatap tajam ke arah Laksh) Apa kau mencari keberadaan Ragini" lanjutnya.
DEEGGHHH....
Iya benar ! Dia mencari keberadaan Ragini. Perlahan ia mengingat semuanya. Ia benar benar mengutuk dirinya sendiri. Karena ia sudah kehilangan kendalinya tadi. Laksh menyesali perbuatannya itu, berdiam dan tertunduk lemas di ranjangnya. Saat ia merasakan ada tangan yg menyentuh bahunya. Ia mendongakkan kepalanya.
"Kau tenanglah Laksh, Ragini sudah pulang, dia tadi menghubungi ku untuk kesini, katanya kau terluka amat parah, namun aku terkejut saat aku tiba disini melihat kondisi Ragini yg mengenaskan seperti itu. Lalu aku mengubungi Tina untuk menjemputnya. Dan aku sedari tadi disini, mengobati dirimu. Jika tadi kau tidak dengan cepat di tangani maka kau akan semakin kehilangan darahmu. Entah apa yg akan terjadi kepada mu nantinya. Berterimakasihlah pada Ragini karena dia tadi mengikat kepala kau dengan dupata milik nya, setidaknya itu bisa menghentikan aliran darah yg selalu keluar dari kepala mu" jelas Rohit sambil tersenyum simpul ke arah Laksh.
Laksh benar benar tak mengerti apa yg di lakukannya tadi. Dia benar benar lepas kendali. Saat emosi dia ingin meluapkan seluruh emosinya bahkan kalau perlu melenyapkan apa yg ada di hadapannya. MENAKUTKAN BUKAN ?
Laksh mencari hp nya untuk menghubungi Ragini. Namun dia teringat akan hp nya yg tadi ia hancurkan. Rohit tersenyum melihat Laksh seolah mengerti dengan yg ada di pikiran Laksh. Rohit menyodorkan hp nya kepada Laksh. Menganggukkan kepalanya. Dan tersenyum kepada Laksh.
"Ini (menyodorkan hp nya) hubungilah dia, kau ingin meminta maaf kepadanya bukan?" ucap Rohit.
Laksh menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Laksh kau tau, Ragini tidak pernah ketakutan seperti tadi, aku bahkan saat ini amat mengkhawatirkan kondisi psikis nya" ucap Rohit pelan
Laksh memahami apa yg Rohit bicarakan. Namun Laksh hanya diam karena ia tau memang semua ini kesalahannya.
"Perbaikilah hubunganmu dengannya Laksh, jgn biarkan kesedihan menghampiri hidupnya lagi, aku bahagia saat ia putus dengan Priyank si pria brengsek itu, dan aku juga bahagia saat sahabat ku bilang ia sudah menemukan seseorang yg tepat untuk menggantikan posisi Priyank di hatinya. Aku ingin jujur kepada mu Laksh, dari dulu sebenarnya aku amat mencintainya, namun cinta tak bisa di paksakan bukan? Dan cinta juga tak bisa di tebak kemana arahnya dia akan menentukan pilihan. Buktinya saat Ragini dan Priyank berpisah, ia malah memilih kau bukan aku. Tapi aku pun bahagia, jika orang yg aku sayangi jg bahagia Laksh. Perjuangkan cinta mu, aku yakin Ragini masih mencintai mu" jelas Rohit
Laksh hanya tersenyum miris ke arah Rohit, ia benar benar mengutuk dirinya sendiri dengan apa yg ia lakukan tadi kepada Ragini.
*******
"Tina, kau bilang tadi siang Laksh seorang penulis?" tanya Ragini kepada Tina yg sibuk sedang memakan makan malamnya.
"Iya, dia seorang penulis yg amat terkenal. Bukunya selalu laris di pasaran, sangat cepat terjual habis dari awal pertama peluncurannya" jawab Tina sambil mengunyah makanannya
"Kau memiliki koleksi buku buku nya?" tanya Ragini penasaran
"Aku boleh meminjamnya? Ada berapa banyak buku yg di karang oleh nya yg kau punya?" tanya Ragini lagi
"Hanya 4, karena yg 1 nya kan sedang proses pembuatan" jawab Tina terkekeh memandang ke arah Ragini, melirik dan mengedipkan matanya.
Tina pun berlalu mengambil buku yg td di maksud Ragini. Ragini langsung terkejut melihat judulnya, "PENGKHIANAT", "BROKEN HEART", "ALONE", "DEPRESI". Ragini terkejut melihat judul buku terakhir yg ia lihat.
"DEPRESI" gumamnya.
"Tina, aku pinjam semua ya, setelah selesai akan ku kembalikan" ucap Ragini sambil berlalu menuju kamar. Tina hanya menatap Ragini dengan melongo.
"Sejak kapan ia suka membaca buku?" gumamnya
Ragini membaca seluruh buku karangan Laksh. Hatinya benar benar tersentuh dengan tulisan karya Laksh, bahasa yg puitis dan amat menusuk hati. Saat membaca buku nya seolah hanyut oleh kisah di buku itu. Seolah sang pembaca merasakan apa yg di ceritakan oleh sang penulis. Benar benar karya yg sangat Bagus. Pantas jika buku nya selalu laris di pasaran. Dia benar benar kagum dengan Laksh namun buku terakhir yg berjudul "DEPRESI" yg menyita perhatiannya sedari tadi langsung ia baca dengan cepat.
'Aku tak ingin menjadi orang asing, orang asing yg hadir di tengah hubungan sepasang manusia yg saling membenci, mereka saja tidak bahagia, jadi bagaimana dengan aku, aku pun sama. Jika di perbolehkan untuk memilih, akan ku pilih mengakhiri saja hidup ku dengan mereka' kutipan di buku itu menyita pikiran Ragini.
Ragini menelaah maksud dari kata kata itu. Ragini tak habis pikir jika pria yg begitu ia cinta memiliki sisi lain yg amat menakutkan. Miris sekali hidupnya baru mendapatkan cinta yg baru. Namun masalah baru selalu menghampirinya. Dia menatap langit langit, memegang kalung yg tadi Laksh berikan kepadanya. Memejamkan matanya dan membiarkan airmatanya jatuh dan mengalir.
"Aku sangat mencintaimu Laksh, mana mungkin aku tega meninggalkanmu dengan keadaan kau seperti itu" gumam Ragini lirih.
*******
"Memangnya sudah berapa lama?" tanya Rohit menatap tajam ke arah Laksh
"Aku tak tau, tapi yg aku rasakan saat aku merasakan sebuah kebahagiaan diri ku akan menjadi sangat senang dan sangat romantis, tapi jika aku merasa tidak tenang, dan memikirkan hal buruk, tubuhku menjadi sangat emosional dan terbakar amarah, tak mementingkan apapun yg ada di hadapanku, entah orang ataupun benda" jawab Laksh lirih.
Rohit menatap tajam Laksh. Menatapnya dengan lekat, lalu berpikir mengenai kasus yg di alami Laksh.
'Apa dia memiki kepribadian ganda, ia menjadi dua sosok yg amat berbeda saat perasaanya merasakan hal yg berbeda' pikir Rohit.
Laksh memejamkan matanya, dia masih mengingat jelas ekspresi Ragini yg ketakutan saat Laksh menciumnya dengan kasar dan berusaha untuk menodainya.
'Apa Ragini tak akan meninggalkan ku sesuai dengan janjinya di pantai waktu itu, atau karena peristiwa ini dia jadi mempunyai alasan untuk menjauhiku' batin Laksh lirih.
Jangan lupa tinggalkan like dan komen.. 😘