KAU MILIKKU

KAU MILIKKU
Gelisah


Setelah RAGLAK sampai di rumah sakit. Ragini langsung berlari menuju ruangan pasiennya. Laksh pun mengikuti Ragini dengan berlari. Pikiran Ragini kacau, saat ini ia hanya memikirkan pasiennya saja.


"RAGINIIII" teriak Laksh menyusul Ragini, Ragini terdiam saat Laksh berlari menghampirinya. Laksh langsung memeluk Ragini erat. Lalu mencium kening Ragini lembut. Dan mengusap pipi Ragini.


"Sayang, kau jangan panik ya, jika kau panik bagaimana nanti kau bisa menangani pasien mu, jangan panik yah kontrol emosi mu, tarik nafas, keluarkan, sudah sana pergilah" ucapan Laksh membuat hati Ragini tenang.


'Benar yg di ucapkan Laksh aku harus tenang' batinnya


Ragini langsung berlari menuju kamar pasien yg dalam pengawasannya, pasien itu tengah mengamuk dengan pisau di tanganya. Dia berusaha untuk mengakhiri hidupnya dengan cara memotong urat nadinya. Para rekan dokter yg sudah ada di ruangan itu menatap Ragini penuh dengan kecemasan. Perlahan Ragini ingin menghampiri pasien itu tapi tangan seseorang menahannya. Tangan Priyank menahan Ragini untuk tidak mendekati pasien itu, tapi Ragini hanya menatap sinis ke arah Priyank lalu menghempaskan tangannya dari Priyank. Priyank kesal Ragini bersikap seperti itu. Sebenarnya niat Priyank baik, ia cuma tidak ingin terjadi sesuatu pada Ragini. Karena pasien itu memegang pisau. Ragini perlahan menghampiri pasien itu, pasien wanita yg histeris. Pasien itu diagnosis mengalami Post Traumatic Stress Disorder (Gangguan Stres Pascatrauma). Gangguan ini terjadi karena peristiwa yg kurang mengenakkan yg terjadi di masa lalu. Dengan gejala yang sering terjadi pada PTSD adalah, pengulangan pengalaman trauma, ditunjukkan dengan selalu teringat akan peristiwa yang menyedihkan yang telah dialami itu, flashback (merasa seolah-olah peristiwa yang menyedihkan terulang kembali), nightmares (mimpi buruk tentang kejadian-kejadian yang membuatnya sedih), reaksi emosional dan fisik yang berlebihan karena dipicu oleh kenangan akan peristiwa yang menyedihkan.


Penghindaran dan emosional yang dangkal, ditunjukkan dengan menghindari aktivitas, tempat, berpikir, merasakan, atau percakapan yang berhubungan dengan trauma. Selain itu juga kehilangan minat terhadap semua hal, perasaan terasing dari orang lain, dan emosi yang dangkal.


Sensitifitas yang meningkat, ditunjukkan dengan susah tidur, mudah marah/tidak dapat mengendalikan marah, susah berkonsentrasi, kewaspadaan yang berlebih, respon yang berlebihan atas segala sesuatu.


Astaga Ragini menepuk dahinya mengingat tentang kasus yg di alami pasiennya itu adalah kasus yg sama dengan apa yg di alami Laksh. Gejala yg di timbulkan pun sama. Ragini menggelengkan kepalanya dengan cepat. Mengesampingkan pemikirannya tentang Laksh. Ia lalu fokus ke gadis yg berdiri di hadapannya ini. Gadis itu terus berteriak tak menghiraukan perkataan Ragini.


"Gadis manis, tolong letakkan pisau itu, itu sangat bahaya bagimu" bujuk Ragini


Namun gadis itu malah melotot ke arah Ragini. Ragini berusaha untuk merebut pisau itu tapi hasilnya nihil ia malah 'terbaret' karena berusaha merebut pisau itu.


"Aaawwww" rintih Ragini


Perih sangat terasa di telapak tangan Ragini darahnya mengalir ke lantai. Tapi ia tak memperdulikannya yg ia fokuskan saat ini adalah membuat pasiennya itu tenang. Ragini terus membujuknya namun nihil, tiba tiba Rohit datang dan menyuntikkan obat penenang kepada gadis itu. Lalu gadis itu pun pingsan dan rekan dokter yg lain mengangkat tubuhnya untuk membaringkannya di ranjang.


Rohit langsung melihat ke arah telapak tangan Ragini, dia langsung mengobati tangan Ragini dan membalutnya dengan perban. Rohit tersenyum ke arah Ragini melihat dengan cemas. Tapi Ragini hanya membalas senyumannya dan memberikan kode jika ia baik baik saja. Priyank pun tak tinggal diam dia langsung menghampiri Ragini. Jujur Priyank jg amat mengkhawatirkan Ragini sedari tadi.


"Ragini kau tak apa apa?" tanya Priyank pelan


Rohit masih memegang tangan Ragini, dia sangat mengkhawatirkan Ragini, tampak jelas di wajah Rohit. Ragini melihat Laksh yg tengah duduk di kursi tunggu hendak menghampirinya. Ragini menoleh ke arah Rohit lalu Rohit menganggukkan kepalanya. Ragini menghampiri Laksh yg sedari tadi menunduk ke bawah. Tatapannya kosong ia hanya melamun. Ragini memegang dagu Laksh dan Laksh langsung menatap Ragini lirih. Ia sangat khawatir saat melihat tangan Ragini yg terluka. Ragini tersenyum memegang bahu Laksh lalu bersandar di bahu Laksh. Ragini amat nyaman bersandar di bahu Laksh, jujur dia merasa amat sangat lelah hari ini. Tapi tiba tiba ia ingat akan apa yg tadi di pikirkan. Ia sudah menemukan jenis kelainan yg di alami Laksh dan bukan kepribadian ganda seperti yg di terka oleh Rohit.


"Ragini maafkan aku, aku tadi mendengar mu berteriak namun saat aku sudah sampai ruangan itu, aku melihat kau sudah terluka dengan banyak darah, Ragini aku minta maaf, karena aku tak bisa menolong mu, aku sangat bodoh, aku membiarkan orang yg aku sayangi terluka hanya karena aku takut dengan DARAH" kesal Laksh


Ragini sejenak berpikir 'Laksh takut dengan darah? Memangnya mengapa?'


"Laksh mengapa kau takut dengan darah?" tanya Ragini


"Ayahku meninggal di hadapanku Ragini, dia di bunuh dengan cara yg mengenaskan di depan mata kepalaku sendiri, aku melihat dia terbaring tak berdaya dengan banyak darah yg mengalir, sejak saat itu aku takut dengan darah, aku amat sangat takut Ragini" ucap Laksh berteriak sambil menangis


Ragini menatap tajam ke arah Laksh, berusaha menenangkan nya.


'Ya Dewa masalah apa yg sebenarnya di alami Laksh, dulu dia di tinggal oleh ibu kandungnya sendiri, setelah dia tinggal dengan ayahnya mengapa dia harus menyaksikan ayahnya di bunuh di hadapannya. Sungguh miris nasib Laksh' batin Ragini


Ragini memegang pipi Laksh mendekap Laksh erat, mengelus rambut Laksh dan menepuk pundak Laksh berusaha untuk menenangkannya.


'Laksh, aku benar benar sakit melihat kau terluka seperti ini' batin Ragini lirih


Laksh masih menangis dan memeluk Ragini erat.


"Aku takut Sayang, aku benar benar takut" gumam Laksh lirih


Ragini mengeratkan pelukannya agar Laksh bisa menenangkan dirinya. Mengelus rambutnya dan menepuk pelan punggungnya agar Laksh merasa tenang.


Jangan lupa tinggalkan like dan komen..