
Kenzo sudah sampai di kamar apartemen Clarisa,dia melihat Alexa yang terbaring lemas.
Kenzo begitu marah melihat tubuh Alexa yang banyak tanda merah di lehernya,dia merasa ingin memukul Javier saat ini.
Kenzo tidak rela Alexa di perlakukan seperti ini,kemudian dirinya memeluk Alexa dengan perasaan penuh amarah di dalam hatinya.
"Terimakasih,karena kamu sudah menjaga Alexa."Kata Kenzo dengan dingin.
"Sama-sama,sebenarnya apa yang terjadi dengan Alexa?"Tanya Clarisa khawatir terhadap Alexa.
"Kamu tidak harus tau,karena ini masalah pribadi Alexa."Jawab Kenzo dengan ketus.
"Baiklah,maaf aku sudah lancang ingin mengetahui apa yang terjadi dengan Alexa."Ucap Clarisa merasa tidak nyaman.
"Kalau gitu,aku bawa Alexa pergi."Kata Kenzo dan menggendong tubuh Alexa.
"Baiklah,hati-hati dan tolong lindungi Alexa sebaik mungkin."Ujar Clarisa,merasa kasihan melihat Alexa yang begitu ketakutan saat menekan bel apartemennya.
-Flash back on-
Alexa yang telah sampai ke apartemen Clarisa dengan kaki yang sakit,dia berusaha cepat menuju kamar Clarisa.
Kemudian dengan rasa takut di dalam hatinya,Alexa menekan bel apartemen Clarisa dengan tidak sabar.
Setelah pintu apartemen terbuka,Alexa langsung memeluk Clarisa dengan keadaan berantakan.
"Apa yang terjadi dengan kamu?"Tanya Clarisa panik melihat kondisi Alexa yang ketakutan.
"Cepat kunci pintunya Clarisa,aku takut dia mengejar aku."Jawab Alexa dengan wajah ketakutan.
Clarisa mengikuti kemauan Alexa,dia langsung mengunci pintu apartemennya dan kembali berbalik ke arah Alexa.
"Mana ponsel kamu Clarisa? Aku butuh menelepon kakak aku ?"Pinta Alexa dengan rasa takut yang luar biasa di dalam hatinya.
Clarisa bergegas mengambil ponselnya di kamar,kemudian menghampiri Alexa dan menyerahkan ponselnya.
Clarisa melihat Alexa yang menelepon dengan cemas,hingga dia begitu penasaran dengan apa yang terjadi dengan Alexa.
Namun Clarisa masih diam dan tidak berani menanyakan,melihat kondisi Alexa yang begitu menyedihkan.
Setelah itu Clarisa terkejut,ketika melihat Alexa yang pingsan di depan matanya.Clarisa bergegas membawa Alexa ke kamarnya,dia tidak tau harus berbuat apa terhadap Alexa saat ini.
Clarisa memilih menunggu orang yang akan menjemput Alexa,dia tidak berani keluar sama sekali.Karena melihat Alexa yang takut dan bahkan menyuruhnya untuk mengunci pintu apartemennya.
-Flash back off-
Kenzo berada di dalam mobil dan memilih membawa Alexa ke apartemennya,dia takut Javier membawa Alexa pergi lagi.
Bahkan dia tidak tega melihat Alexa yang begitu berantakan,Kenzo takut Alexa mengalami trauma dalam hidupnya.
Tidak membutuhkan waktu yang lama,hingga mereka sampai di apartemen milik Kenzo.Kemudian Kenzo menggendong Alexa ke apartemennya,Kenzo dengan cepat menaruh Alexa di ranjangnya.
Kenzo bergegas mengambil peralatan medisnya,dia memeriksa kondisi tubuh Alexa.Apalagi mengingat kemarin dengan Alexa yang terbaring lemah,dia bersyukur Alexa tidak kenapa-kenapa saat ini.
...****************...
Sedangkan di perusahaan Anderson,Evan mencaci maki pegawainya yang tidak becus saat ini.Amarahnya begitu memuncak,apalagi rasa kesalnya begitu besar saat ini.
"Bisa-bisanya,kita kecolongan seperti ini.Apa yang kalian pantau selama ini,kenapa bisa virus masuk saja kalian tidak bisa membersihkannya sama sekali."Kata Evan menatap tajam pegawainya.
"Maafkan kami pak,hacker susah di hentikan dan kami begitu heran kenapa hanya data-data penting yang hilang."Ujar mereka.
"Kalian sudah melacaknya?"Tanya Evan menatap mereka.
"Siapa yang melakukannya."Ucap Evan begitu cemas.
Tuk..Tuk..
"Masuk."Perintah Evan dengan tegas.
"Pak,ada yang ingin berbicara dengan bapak melalui telepon kantor."Kata asisten Evan.
"Sambungkan ke telepon sini."Perintah Evan.
"Baik pak."Ucap asisten Evan dan meninggalkan ruangan.
"Cepat cari dengan detail,siapa tau ada jejak yang tanpa sadar mereka tinggalkan."Perintah Evan,menatap mereka dengan intens.
"Baik pak."Jawab mereka,kembali fokus pada komputernya.
Evan langsung mengangkat gagang telepon,dia mendengar suara yang tidak asing di teleponnya.
"Hallo tuan Evan Anderson."
"Siapa kamu?"Tanya Evan dengan dingin.
"Tidakkah kau mengenali suaraku tuan."Jawabnya sambil tertawa senang.
"Aku tidak pernah mendengar suara kamu sama sekali."Ucap Evan dengan ketus.
"Aku Javier Smith tuan Evan Anderson,bagaimana perusahaan kamu? Apakah baik-baik saja?"Tanya Javier terang-terangan.
"Sialan,kamu dalang di balik ini semua hah."Ucap Evan dengan penuh amarah.
"Wah,kamu tenang tuan Evan,jangan terlalu emosi berbicara denganku."Kata Javier mempermainkan emosi Evan.
"Apa yang kamu inginkan dari kami hah."Ucap Evan begitu menggebu-gebu penuh emosi.
"Kamu sudah tau jawabannya tuan Evan,aku hanya menginginkan adik kesayangan kamu."Kata Javier dengan tertawa.
"Lancang,kamu tidak berhak menginginkan adikku dan aku tidak akan pernah membiarkan kamu menyentuhnya sedikitpun."Ujar Evan merasa kesal saat ini.
"Hahaha,kamu salah tuan Evan Anderson.Kamu tidak tau beneran atau pura-pura tidak tau,bahwa adik tersayang kamu sudah aku sentuh.Bahkan tubuh Alexa begitu nikmat,aku saja tidak ingin berhenti menikmatinya dan kamu tau tuan Evan? Alexa menikmatinya dan aku begitu senang dengan suara-suara yang lolos begitu saja keluar dari adik kamu."Ucap Javier sengaja membuat Evan semakin marah.
"Kurang ajar,kamu sudah kelewat batas Javier.Aku akan membuat perhitungan dengan kamu,karena kamu berani menyentuh adik kesayanganku."Kata Evan.
Evan tanpa sadar menggebrak meja dengan keras,membuat anak buahnya menegang dan menjadi pucat pasi melihat Evan yang begitu merah.
"Kamu akan menjadi kakak iparku,aku harap kamu mau menerimanya."Ucap Javier dan langsung menutup sambungan telepon.
"Sial,sial.Kamu siap-siap saja Javier Smith,aku akan menghancurkan kamu."Kata Evan dengan emosi yang membara.
Evan mengatur emosinya supaya tenang,kemudian dia menarik nafasnya dengan kasar.
"Kalian tidak usah lanjutkan,aku sudah tau siapa dalangnya."Kata Evan menenangkan dirinya.
Evan kemudian pergi meninggalkan ruangannya,namun Evan sudah menduganya dari awal.Ketika Alexa bekerja dengan Javier,pasti Javier akan mengincarnya.
Evan yang tidak bodoh,dia sudah menyimpan data-data pentingnya dengan aman.Dirinya hanya menyimpan data-data yang tidak berguna sama sekali,pada akhirnya Javier terkena dengan manipulasi yang telah di buatnya.
"Kamu kira aku bodoh Javier,aku sudah menebak semua pikiran kamu dari awal."Kata Evan tersenyum licik.
Kemudian Evan memilih kembali ke rumahnya,dia masih mengkhawatirkan kabar Alexa.Evan sangat berharap adiknya baik-baik saja dan Kenzo benar-benar bisa membawa Alexa dengan selamat saat ini.