Kaisar Iblis

Kaisar Iblis
Chapter 93 Rencana yang Gagal dan Rasa Bersalah Han Shu


Setelah berhasil mengalahkan salah satu Jenderal Iblis, Han Shu kembali ke Kekaisaran Han, ke tempat peperangan dengan membuka Ruang Dimensinya.


"Aku harus kembali."


Setibanya di sana, ternyata waktu sudah menunjukkan malam hari. Han Shu tidak begitu mengingat sudah berapa lama ia bertarung dengan Jenderal Iblis. Ia terlalu fokus pada pertarungan hingga melupakan waktu.


"Apa peperangan masih berlangsung? Gawat, aku meninggalkan mereka terlalu lama!" Raca cenas muncul dalam benaknya.


Setelah Han Shu memeriksanya dengan teliti, ia melihat peperangan yang masih terjadi. Namun, pasukan manusia hanya tersisa beberapa ribu saja, dan ratusan diantaranya adalah para panatua. Sedangkan puluhan ribu lainnya telah mati di tangan pasukan Ras Iblis.


Mereka merasa terpojok dan sudah tidak tahu bagaimana lagi untuk malawan. Namun, karena masih memiliki sedikit kekuatan mereka tetap berusaha melawan.


Mayat manusia dan Ras Iblis berserakan di tanah. Jika seseorang mendekat akan tercium bau amis dari darah mereka.


Semua makhluk hidup lain selain manusia sudah mati, pepohonan menjadi layu. Tempat itu sudah seperti racun bagi makhluk hidup. Yang membuatnya beracun adalah mayat Pasukan Ras Iblis.


"Sebenarnya aku sudah berapa lama meninggalkan tempat ini?" Han Shu bertanya-tanya. Ia merasa kalau pertarungannya dengan Jenderal Iblis hanya sebentar saja.


Han Shu kemudian melesat ke arah pasukan manusia yang masih tersisa untuk mencaritahunya. Saat sudah dekat, ia melihat Kaisar Han dan Pak tua Zhang Yu yang sudah terengah-engah karena kelelahan.


Tanpa berbasa-basi Han Shu langsung bertanya pada mereka, "Sudah berapa lama peperangan ini berlangsung?"


"Han Shu! Dari mana saja kau?!" Mereka terkejut dengan kedatangannya, terutama Kaisar Han.


"Bisakah ayah jawab dulu pertanyaanku?"


"Ini sudah berlalu selama 3 hari tanpa henti. Kita sudah kalah. Pasukan kita tidak tersisa banyak untuk melawan mereka." Kaisar Han menjawab dengan raut wajah yang merasa bersalah karena penduduknya banyak yang mati karena ketidakberdayaannya.


"Tidak, ini salahku... Aku tidak sempat melakukan rencanaku karena harus melawan Jenderal Iblis. Ini salahku karena tidak bisa melindungi mereka."


Han Shu benar-benar merasa bersalah. Sebuah perasaan muncul di dalam hatinya. Itu adalah rasa kesedihan yang teramat dalam namun, Han Shu belum menyadari perasaan itu.


Han Shu melirik ke arah pasukan Ras Iblis di kegelapan langit yang hanya terpancarkan sedikit cahaya rembulan.


"Sekarang kalian boleh kembali. Kalian kaburlah ke wilayah lain untuk mencari bantuan, aku akan menyelesaikannya peperangan ini." Han Shu menundukkan kepalanya saat mengatakan itu.


Namun, Kaisar Han dan Zhang Yu tidak mengerti maksud perkataan Han Shu. Kaisar Han kemudian bertanya, "Apa maksudmu? Apa kau ingin melawan mereka sendiri?"


"Aku tidak ingin korban manusia semakin banyak. Jadi, kalian bawalah pasukan yang tersisa ke wilayah lain dan berlindunglah di sana." Han Shu mengulangi perkataannya dengan lebih terinci.


"Lalu bagaimana denganmu?" Kaisar Han kembali bertanya.


"Aku akan tetap di sini untuk melawan mereka. Ini adalah kesalahanku... Aku akan mencoba menghentikan mereka untuk kalian kabur."


"Apa! Tidak! Kau tidak bisa melakukan itu!" Kaisar Han menolak rencana Han Shu.


"Benar nak, kau tidak boleh melakukan itu. Biarkan aku saja yang tetap di sini. Aku sudah terlalu tua untuk hidup. Aku juga sudah terlalu lelah dengan semua peperangan yang telah aku lakukan selama ini." Zhang Yu bergabung dalam percakapan.


"Apa kau pikir kalian bisa menghentikan mereka! Jika pasukan manusia yang tersisa mencoba untuk kabur, Raja Iblis dan Jenderal Iblis tidak akan membiarkan kalian pergi begitu saja! Mereka ras Iblis yang sangat kuat untuk di lawan!" Han Shu yang biasanya bersikap sopan untuk mempertahankan identitas, sekarang membentak mereka berdua.


"Haaahh..." Han Shu mengehela nafasnya.


"Han Shu sudah mati! Anakmu sudah mati bunuh diri ketika persidangan hukumannya waktu itu! Dia sudah putus asa karena tidak ada seorangpun yang mempercayainya lagi. Dia sudah tidak mempunyai orang untuk dipercayai lagi, termasuk kau! Aku adalah orang lain! Bukan Han Shu yang kau kenal."


Han Shu sudah tidak peduli dengan identitasnya lagi. Ia membongkar semuanya secara langsung tanpa menunggu perang berakhir seperti janjinya waktu itu.


Kaisar Han mengangkat kedua alisnya karena terkejut dengan pernyataan Han Shu. Namun, ia masih tidak bisa mempercayainya.


"Kau bohong! Kau adalah putraku! Kau masih ada di depanku. Jangan coba-coba membodohiku!"


Untuk membuat kepercayaannya semakin kuat, Han Shu membagikan ingatan Han Shu asli ketika di penjara di ruang bawah tanah hingga waktu persidangan.


Setelah mendapat ingatan itu, Kaisar Han langsung meneteskan air matanya karena kesedihan. Ia langsung percaya ketika ingatan itu memenuhi seluruh pikirannya. Ia telah kehilangan putranya yang harus ia lindungi karena sebuah janji pada istrinya, ibu dari Han Shu.


"Tidak mungkin..." Kaisar Han terus meneteskan air matanya hingga membasahi pipinya.


"Jika kalian tidak mau pergi, silahkan saja diam di sini. Aku hanya ingin kalian tidak menganggu pertarunganku." Han Shu langsung pergi setelah mengatakan itu.


"Ini mungkin melukai hatinya, tapi aku tidak peduli lagi. Aku terlalu banyak pikiran sekarang. Aku harus menenangkan diriku agar tidak dikendalikan oleh emosi," batinnya.


Zhang Yu yang mendengar dan melihat kebenaran itu secara langsung, sangat terkejut. Ia tiba-tiba merasakan kesedihan karena Han Shu yang sudah dianggap seperti anaknya sendiri telah tiada.


Zhang Yu kemudian mencoba menenangkan Kaisar Han yang sedang menangis.


"Saudara Han, kita pergi dari sini. Aku akan membantumu pergi."


"Tidak, ini pasti bohong! Aku tidak mempercayainya!"


"Ini bukanlah kebohongan. Aku juga merasa kalau dia bukanlah Han Shu ketika pertama kali melihatnya waktu itu. Sekarang aku sangat yakin setelah dia mengatakan semuanya."


"Tidak..." Kaisar Han masih terlihat sulit mempercayainya.


Zhang Yu membantu Kaisar Han pergi dari tempat peperangan menuju ke arah timur. Ia juga memberikan perintah kepada pasukan manusia yang masih tersisa untuk pergi bersamanya.


Terlihat Yueyin yang masih hidup dengan tubuh yang terluka. Ia mendengar perintah Zhang Yu namun, setelah mereka pergi, ia tidak langsung mengikuti mereka. Sedangkan, pasukan lainnya langsung pergi mengikutinya dengan harapan akan selamat.


"Tuanku, apa kau masih hidup..." Yueyin melihat ke arah pasukan Ras Iblis. Ia mengkhawatirkan keadaan Han Shu.


Pasukan Ras Iblis yang melihat Pasukan manusia yang akan kabur, langsung mengejarnya namun berhasil dihentikan dengan kedatangan Han Shu yang menghadang mereka.


"Kalian tidak diizinkan mengejar mereka."


Kilatan petir, api yang membara, elemen cahaya dan kegelapan menyatu di tubuh Han Shu. Elemen itu menggebu-gebu di sekitar tubuhnya. Ia mengendalikan ke empat elemen itu sekaligus.


Yueyin yang menyadari kilatan itu langsung mendekat ke arahnya. Ia sangat yakin kalau itu adalah Han Shu.


"Tuan!" Yueyin berteriak memanggilnya.