Kaisar Iblis

Kaisar Iblis
Chapter 104


"Sekarang hanya tersisa 7 Jenderal Iblis yang belum aku kalahkan. Bagaimana caraku mengalahkan mereka? Efek dari pil gila sudah mulai berkurang. Perlahan kekuatanku sudah mulai menurun." Han Shu menatap ke arah 7 Jenderal Iblis sembari memikirkan cara untuk melawan mereka.


Beberapa saat kemudian, 7 Jenderal Iblis akhirnya mulai menyerang Han Shu. Karena kekuatan Han Shu yang mulai menurun, ia mengalami banyak kesulitan saat melawan mereka.


"Tidak bisa, tidak bisa seperti ini. Aku harus meminum pil gila yang terakhir kalau tidak aku tidak akan menang malawan mereka." Han Shu benar-benar kesulitan.


"Tapi, jika aku menggunakannya sekarang bagaimana caraku melawan Raja Iblis? Itu hanya sebuah ide yang buruk untuk mati."


Han Shu kembali berpikir keras mencari cara untuk bertarung. Setelah beberapa waktu, ia sedikit mendapatkan caranya.


"Tunggu, sepertinya aku tidak perlu menggunakan Pil Gila untuk melawan Jenderal Iblis. Aku melupakan hal yang penting tentang kelemahan Ras Iblis yaitu elemen cahaya."


"Aku memiliki Pedang Suci yang memiliki elemen cahaya namun hanya tersisa sedikit. Itu memang tidak akan cukup untuk melawan mereka. Tapi, bukankah aku hanya perlu meningkatkannya saja?" Han Shu menyeringai senang.


Han Shu kemudian mengeluarkan Pedang Suci dari cincin penyimpanannya. Energi dari elemen cahaya pada Pedang Suci sedikit berkedip karena terlalu banyak digunakan.


"Rupanya Pedang ini hampir tidak bisa digunakan lagi. Untung saja aku cepat menyadarinya. Kalau tidak aku akan terpaksa harus menggunakan pil gila lagi." Han Shu baru saja menyadari hal itu.


Energi Alam atau yang biasa disebut sebagai Energi Qi adalah sesuatu yang digunakan oleh para Kultivator untuk meningkatkan kekuatan mereka hingga ke batas maksimal kekuatan yang bisa mereka capai.


Energi Qi sebenarnya mengandung banyak unsur dari berbagai elemen yang bisa mereka serap. Namun, hal itu bukanlah sesuatu hal yang mudah untuk dilakukan oleh Han Shu untuk saat ini. Ia belum mempersiapkan apapun untuk itu.


"Pertanyaannya, apa aku bisa melakukannya? Kupikir aku tidak perlu melakukan hal itu untuk sekarang, rupanya aku salah."


"Lagi pula Elemen cahaya di dunia ini sangat langka, aku tidak tahu apakah ini berhasil atau tidak tapi aku harus mencobanya."


"Sepertinya ini akan menjadi kesulitan pertamaku di dunia ini..."


Han Shu kemudian memejamkan matanya menenangkan dirinya, merasakan energi yang mengalir di sekitarnya.


Dengan 7 Jenderal Iblis yang masih bergerak menyerangnya, Han Shu harus menghindari semuanya dengan kesadaran yang terbagi.


"Memfokuskan dua hal secara bersamaan, seperti harus melihat ke belakang saat pandanganku terarah ke depan."


"Gagal!"


Han Shu langsung membuka matanya yang terpejam. Percobaan pertamanya gagal karena terlalu banyak gangguan dari luar.


"Hah, benar-benar merepotkan!"


"Aku harus pergi dari sini terlebih dahulu. Orang itu hanya tertarik padaku, jadi aku tidak perlu mengkhawatirkan hal lain lagi."


Han Shu kemudian membuka ruang dimensinya untuk berpindah tempat. Sebuah hutan belantara entah di wilayah mana ia pilih untuk didatangi.


Setelah sampai di sana, "Aku harus bersembunyi terlebih dahulu."


Han Shu melesat ke arah yang tidak diketahui olehnya untuk mencari tempat persembunyian. Walaupun ia sudah berpisah jauh dari Jenderal Iblis, ia memiliki firasat kalau mereka bisa mengejar dirinya ke tempat ini dengan cepat.


Benar saja, beberapa saat setelah Han Shu pergi, sebuah ruang dimensi terbuka di tempat pertama kalinya Han Shu datang.


7 Jenderal Iblis langsung keluar dari ruang dimensi itu disusul oleh Raja Iblis yang datang dengan ruang dimensi miliknya.


"Mereka sudah datang, kah? Aku harus cepat mencari tempatnya," batin Han Shu sembari menengok ke belakang.


7 Jenderal Iblis yang telah datang langsung melesat ke arah Han Shu berada. Mereka tidak perlu mencarinya karena aura kehidupan Han Shu dapat dengan jelas mereka rasakan.


Di tempat yang teramat dalam di hutan belantara, tibalah Han Shu disuatu tempat yang terlihat cocok untuk dirinya bersembunyi.


"Akhirnya aku menemukannya. Aku hanya perlu masuk ke dalam untuk sementara waktu."


Sebuah tempat yang dipenuhi dengan kabut putih yang sangat tebal, yang menutupi tempat yang ada di depannya. Tidak ada makhluk hidup apapun yang terlihat di dalam sana.


Han Shu kemudian mengambil sebuah ranting kecil pada sebuah pohon dan langsung melemparnya ke dalam untuk memeriksa tempat itu. Seketika ranting itu langsung hancur hingga tidak menyisakan apapun.


"Ini tempat yang pas untuk bersembunyi dari mereka sekaligus tempat yang berbahaya untuk nyawaku, hahaha." Han Shu sedikit tertawa membayangkan apa yang akan terjadi pada dirinya jika terjadi suatu kesalahan. Mati adalah jawabannya.


"Berhenti di sana!"


7 Jenderal Iblis yang mengejar Han Shu akhirnya sampai di tempat berkabut itu. Mereka langsung menghentikan Han Shu yang berniat masuk ke dalam sana.


Han Shu yang menyadari kedatangan mereka sedikit melirik ke arah mereka untuk menanggapinya. Dengan sedikit senyuman Han Shu kemudian masuk ke dalam tempat berkabut.


Tetapi, sebelum masuk ke dalam Han Shu terlebih dahulu melindungi tubuhnya dengan energinya.


"Kita akan bertemu kembali."


Tanpa berpikir panjang, 7 Jenderal Iblis langsung ikut masuk ke dalam tempat berkabut Di sana, mereka terpisah satu dengan yang lainnya walaupun mereka masuk secara bersamaan. Pandangan mereka langsung terganggu begitu masuk ke sana karena kabut putih yang sangat tebal.


Kulit pada tubuh mereka pun perlahan mulai melepuh karena efek korosif dari kabut putih itu. Dengan sigap mereka langsung melindungi tubuh mereka dengan energinya. Dan luka mereka langsung beregenerasi.


Sementara itu, Han Shu yang masuk terlebih dahulu langsung merasakan rasa sakit di seluruh kulit tubuhnya. Walaupun ia telah menggunakan energi qi untuk melindungi tubuhnya, kulitnya masih tetap melepuh sedikit demi sedikit.


"Sifat korosif kabut ini terlalu kuat untuk tubuh ini. Aku tidak bisa bertahan lama di sini. Aku harus cepat menyelesaikan tujuanku."


Han Shu kemudian duduk bersila di tanah yang tidak ia ketahui dan langsung memejamkan matanya untuk menengkan diri.


Setelah cukup menenangkan diri, Han Shu berhasil merasakan energi berwarna hitam yang mengalir di sekelilingnya. Energi itu mengalir layaknya udara yang sangat tenang.


Energi yang awalnya hanya berwarna hitam kini semakin bervariasi yang meliputi warna-warna elemen di dunia ini. Tetapi, jumlah mereka berbeda-beda.


Namun, dari berbagai jenis elemen, elemen cahaya yang saat ini dibutuhkan Han Shu masih belum bisa dirasakannya. Sementara itu, energi yang digunakan untuk melindungi tubuhnya perlahan semakin memudar. Kulitnya melepuh semakin cepat.


"Bertahanlah, Xin Feng! Ini tidak ada apa-apanya bagimu dibandingkan rasa sakit yang telah kau rasakan selama ini." Han Shu menyemangati dirinya sendiri.


"Ugh!"


Han Shu menggertakan giginya karena menahan rasa sakit. Ia terus mencoba merasakan elemen cahaya yang masih belum ia rasakan.


Hingga akhirnya energi berwarna putih yang mewakili elemen cahaya sedikit demi sedikit muncul. Han Shu pun langsung menyerapnya ke dalam tubuhnya.