Kaisar Iblis

Kaisar Iblis
Chapter 37 mengobrol


Mereka terus meronta-ronta berusaha keras untuk melepaskan diri dari cekikan Han Shu tetapi kekuatan mereka tidak cukup.


Sementara Yueyin membuka matanya dengan lebar karena terkejut setelah melihat kecepatan Han Shu.


Kemudian mereka hendak menggunakan energi mereka tetapi tetap tidak bisa juga. Han Shu kemudian memberitahu sesuatu pada mereka.


"Kalian tidak akan bisa menggunakan energi apapun di sekitar sini. Sebelum aku mencekik kalian, aku sudah membuat sebuah formasi pengekang di sini. Jadi kalian hanya bisa menggunakan kekuatan fisik kalian untuk melepaskan diri." Han Shu berkata dengan dingin. Dia memperkuat cekikan pada leher mereka.


Mereka tetap berusaha keras melepaskan diri dengan menepuk-nepuk tangan Han Shu dengat keras. Tetapi Han Shu tidak mempedulikannya.


Han Shu semakin memperkuat cekikannya hingga membuat mata mereka terbuka dengan lebar seperti akan keluar. Mereka akan segera pingsan karena kehabisan oksigen.


Melihat mereka hampir pingsan, Han Shu kemudian melepaskan cekikannya agar mereka tidak pingsan.


Uhuk! Uhuk! Uhuk!


Mereka terbatuk-batuk setelah Han Shu melepaskan cekikannya. Mereka akhirnya senang dapat bernafas dengan lega.


Setelah cukup bernafas, mereka kemudian mulai berbicara, "Beraninya kau melakukan ini pada kami! Kami tidak akan melepaskanmu!" Mereka berusaha bangkit dan bersiap menyerang Han Shu.


Han Shu menepuk dahinya karena melihat tingkah laku mereka. Bukannya memohon belas kasihan, mereka malah mengancam.


"Hadeh, apa orang di dunia ini begitu bodoh? Kalian hampir mati olehku, apa kalian masih terus mengancamku seperti ini?"


Mereka berdua kemudian memandang satu sama lain untuk memberi kode. Mereka mengangguk satu sama lain dan mulai berbicara kembali.


"Siapapun kau, kami harus membunuhmu hari ini! Kami tidak akan melepaskanmh!" teriaknya dengan keras.


Mereka langsung menyerang Han Shu setelah mengatakannya. Mereka menyerang dengan kekuatan fisiknya tetapi Han Shu dapat menghindari semua serangannya dengan mudah.


Han Shu kemudian kembali meraih leher salah satu dari mereka dan mencekiknya lagi dengan mengangkatnya ke atas. Setelah itu dia memerintahkan Yueyin untuk membunuh orang yang satunya lagi.


"Yueyin, bunuh dia!"


Yueyin langsung melesat dan menyerang salah satunya setelah mendapat perintah dari Han Shu. Orang itu berusaha untuk menahan dan menghindari serangan Yueyin tetapi tidak bisa karena dia tidak bisa menggunakan energi apapun di sana. Orang itu akhirnya terbunuh dengan mudah oleh Yueyin.


Melihat temannya mati, orang yang ada dalam cekikan Han Shu langsung meminta maaf dan memohon belas kasihan.


"Maafkan aku, tolong ampuni aku. Aku mohon, jangan bunuh aku." Dengan suara yang sangat kecil dan terengah-engah karena kesulitan bernafas dia berusaha berbicara.


Han Shu kembali melepaskan cekikannya. Kemudian dia berkata, "Apa sekarang kita bisa berbicara?" Han Shu tersenyum tipis padanya.


Uhuk! Uhuk!


"Baiklah, aku akan menjawab semua pertanyaanmu." Orang itu terbatuk-batuk ketika menjawab. Dia tetap duduk di tanah karena tidak berani untuk berdiri.


Han Shu terlebih dahulu memasukan energinya pada tubuh orang itu.


"Apa yang kau masukkan dalam tubuhku!" Orang itu terkejut ketika sesuatu masuk ke dalam dirinya.


"Aku hanya memasukkan energiku. Jika kau berbohong, energi itu akan membuatmu mati. Apa kau mengerti?" Han Shu tersenyum jahat untuk menakutinya.


"Aku mengerti, aku mengerti." Orang itu mengangguk.


Han Shu kemudian memulai pertanyaannya, "Di mana ini? Tidak, tidak. Pertanyaan itu tidak perlu. Hmmp, pertanyaan apa yang harus kutanyakan padamu?" Han Shu memegang dagunya untuk memikirkan.


"Begini saja, bagaimana caraku keluar dari sini?" Han Shu memulai pertanyaannya.


"Jalan keluar ada di lantai berikutnya." Orang itu langsung menjawab. Tubuhnya gemetar ketika menjawab dikarenakan rasa takut.


"Apa ada orang lain di lantai berikutnya?"


"Ya, ada satu orang yang menjaganya. Dia lebih kuat dari kami." Orang itu kembali menjawab dengan cepat.


Lebih kuat?


Tidak, aku tidak perlu menanyakan sesuatu tentangnya.


"Pertanyaan selanjutnya, siapa bosmu?"


"Itu ..." Orang itu ragu-ragu untuk menjawab.


"Aku tidak tahu."


"Tidak tahu? Apa maksudmu?"


"Aku benar-benar tidak tahu. Seseorang mendatangiku dan memintaku bergabung dengan mereka. Aku diberi tugas oleh seseorang untuk menjaga penjara bawah tanah ini." Tubuh orang itu semakin gemetar karena Han Shu mengeraskan suaranya.


Mengapa dia mau bergabung dengan mereka?


Orang itu pasti membayarnya dengan mahal.


"Sepertinya kau benar-benar tidak tahu. Kalau begitu pertanyaan terakhir, apa aku tampan?" Han Shu tersenyum tipis saat bertanya.


"Itu ... Ya, ya kau sangat tampan. Kau adalah pria paling tampan di dunia ini!" Sesaat orang itu terkejut dengan pertanyaannya, tetapi dia kembali sadar dan langsung menjawabnya.


"Baguslah, kau menjawabnya dengan jujur. Kalau begitu kau pergilah ke atas dan temui temanmu di atas. Aku akan ke sana nanti." Han Shu tersenyum tipis padanya.


Orang itu kemudian pergi terbirit-birit menunu lantai atas. Sementara Han Shu dan Yueyin masih diam di sana.


"Tuan, mengapa Anda tidak membunuhnya?" Yueyin tiba-tiba bertanya.


"Memang apa masalahnya? Dia orang yang baik, jadi aku harus melepaskannya. Apa ada masalah dengan itu?" Han Shu tersenyum tipis. Tetapi dalam dirinya tidak.


"Tidak, tuan."


"Sekarang kau rehatlah terlebih dahulu di sini.Aku juga ingin berehat sebentar sebelum melawan orang di atas." Han Shu duduk menyandar di dinding penjara untuk rehat.


"Baik, tuan." Yueyin juga ikut duduk tetapi, tempat duduknya jauh dari Han Shu.


"Mengapa kau duduk jauh dariku? Kemarilah duduk di sampingku." Han Shu melihat ke arah Yueyin.


Yueyin menurutinya, dia duduk di samping Han Shu tetapi dengan jarak yang tidak terlalu dekat.


"Apa ada sesuatu yang ingin kau tanyakan? Aku akan menjawabnya sebisa mungkin." Han Shu mulai mengobrol dengan Yueyin tanpa melihat ke arahnya. Dia tahu kalau Yueyin ingin menanyakan sesuatu padanya.


"Apa benar tuan akan menjawabnya?"


"Ya."


"Mengapa tuan menyembuhkan mataku?" Yueyin langsung bertanya.


Kukira dia mau menanyakan tentang kekuatanku.


Ternyata itu salah.


"Kau sudah memutuskan untuk mengikutiku, jadi kau harus menjadi lebih kuat untuk melindungiku." Han Shu menjawab dengan suara pelan.


"Melindungi? Kekuatan tuan sudah sangat kuat. Tuan dapat mengalahkan mereka dengan mudah tanpa perlawanan sedikitpun. Mengapa tuan memerlukanku untuk melindungi tuan?" Yueyin bertanya kembali dengan tanpa ekspresi apapun lagi.


"Aku masih sangat lemah saat ini. Kau memiliki bakat kultivasi yang tinggi, kau pasti akan menjadi orang yang sangat kuat." Han Shu menjawab dengan melihat ke arah Yueyin.


"Melawan kedua orang tadi saja aku tidak bisa. Tidak mungkin aku bisa menjadi orang yang kuat." Yueyin menyangkalnya.


"Ada lagi satu hal lagi yang mengharuskanmu untuk menjadi orang yang kuat. Kau akan mengalami banyak sekali situasi hidup dan mati denganku." Han Shu memalingkan wajahnya ketika berbicara.


"Apa tuan seseorang yang suka membuat masalah? Aku melihatmu membunuh para penjaga dengan kejam. Aku bisa merasakan kalau tuan orang yang sudah membunuh banyak orang." Yueyin akhirnya menatap wajah Han Shu untuk pertama kalinya.


"Bukankah kau juga begitu?"


"Begitulah..." Yueyin bangun dari rehatnya dan hendak berjalan-jalan di lorang penjara.


"Kultivasimu hampir menerobos ke ranah Golden Core, apa kau mau menerobos sekarang? Aku bisa membantumu." Han Shu menawarkan.


"Benarkah? Apa tuan bisa membantuku?" Yueyin sangat terkejut. Dia nampak senang dengan tawaran Han Shu jika dirasakan dari nada bicaranya tetapi dia tidak bisa mengekspresikan rasa senangnya di wajahnya.


"Ya, sekarang duduklah. Aku akan membantumu."


#Nanti malam semoga bisa nulis 1 lagi.