Kaisar Iblis

Kaisar Iblis
Chapter 73 Ga Dikasih Judul


Kaisar Han juga beranjak ke tempat para panatua untuk mengajak para panatua untuk kembali.


"Kalian kembalilah, aku akan mengabari kalian lagi nanti."


"Baik, Yang Mulia."


Mereka pun undur diri dan pergi meninggalkan tempat itu. Begitu juga dengan Kaisar Han yang mengejar Han Shu agar pulang ke Istana bersama.


"Dengan kecepatan ini, seharusnya aku bisa mengejarnya sebentar lagi." batinnya.


Namun, setelah setengah jam berlalu Kaisar Han masih belum bisa mengejar ketertinggalannya. Ia masih belum menemukan Han Shu di jalan yang ia lalui.


"Mengapa aku belum bisa mengejarnya? Aku tidak percaya kalau aku tidak bisa mengejarnya."


Kaisar Han kemudian mempercepat lajunya dan setengah jam berikutnya ia akhirnya sampai di Istana Kekaisaran.


Kaisar Han masuk ke dalam Istana dengan disambut oleh para prajurit penjaga di sana.


"Apa kalian melihat seseorang yang masuk ke dalam belu? lama ini?" tanya Kaisar Han kepada para prajurit.


"Tidak Yang Mulia."


Kaisar Han kemudian langsung masuk ke dalam ruang utama untuk mencari keberadaan Han Shu. Namun, ia tak kunjung menemukannya.


"Anak itu... Menipuku!"


Kaisar Han berteriak kesal karena dipermainkan. Namun sebenarnya Han Shu telah sampai terlebih dahulu di Istana.


.........


Satu jam yang lalu.


Han Shu dan Yueyin berjalan kaki dengan santai menuju Istana Kekaisaran. Yueyin yang merasa tidak nyaman dengan sebuah pertanyaan yang muncul dalam benaknya memutuskan untuk menanyakannya.


"Tuan, kalau kita berjalan kaki seperti ini, kita akan sampai berjam-jam. Mengapa kita tidak lari saja atau terbang?"


"Kau ingin cepat sampai? Mengapa tidak bilang dari tadi? Pegang tanganku." Han Shu mengulurkan tangan kanannya.


Yueyin tidak tahu maksud perkataan Han Shu, tetapi ia menurutinya. Yueyin memegang tangan Han Shu dengan erat.


Yueyin terkejut ketika dirinya mulai terbang bersama Han Shu.


"Padahal aku bisa melakukannya sendiri. Tapi dia malah membawaku. Yah sudahlah, aku jadi tidak perlu menggunakan energiku" batin Yueyin.


Setelah sampai diketinggian ratusan meter dari daratan, Han Shu melaju dengan sangat cepat ke arah Istana Kekaisaran. Hanya butuh 10 menit saja mereka dapat sampai di sana.


Pakaian yang dikenakan Yueyin menjadi berantakan karena angin yang menerpa tubuhnya. Saat itu, Yueyin tidak sempat melindungi diri dengan auranya karena tidak tahu kalau kecepatan Han Shu akan secepat itu.


Sedangkan, pakaian Han Shu masih terlihat rapi karena sebelum melaju, ia terlebih dahulu melindungi tubuhnya dengan auranya.


"Apa kau tidak-apa, Yueyin?"


"Saya tidak apa-apa, tuan." Sembari merapikan pakaiannya, Yueyin menjawab.


Terlihat Istana yang begitu megah dengan bangunan-bangunan tinggi yang identik dengan warna emas.


Han Shu masuk ke dalam tetapi tidak melalui pintu depan. Ia masuk seperti penyusup tanpa diketahui oleh para prajurit penjaga.


"Yueyin, kau ikuti aku dari belakang."


"Mengapa kita tidak masuk lewat depan, tuan? Kita terlihat seperti penyusup, apa ini tidak apa-apa?" tanya Yueyin dengan perasaan khawatir.


"Kau tenang saja. Ada beberapa masalah yang membuat kita harus masuk seperti ini."


Mereka akhirnya dapat masuk dengan begitu mudahnya. Tempat yang Han Shu tuju adalah dapur Istana.


Di dapur Istana, banyak makanan yang sudah siap disajikan untuk para petinggi Kekaisaran. Namun, tidak ada seorangpun yang ada di sana.


Han Shu yang sudah sangat lapar karena bertarung, langsung mengambil beberapa makanan dan memakannya di tempat yang nyaman, tetapi masih ada di dalam dapur Istana.


"Tuan, mengapa kita malah di sini?" Yueyin merasa khawatir ketahuan oleh prajurit kekaisaran.


Yueyin yang merasa tidak enak dengan tawaran Han Shu hanya mencoba sedikit makanan untuk mengisi perutnya.


"Enak!"


Yueyin benar-benar merasakan kelezatan makanan yang pertama kali ia rasakan. Ia dengan cepat melahap makanan yang ada di sana.


"Yah, pada akhirnya kau juga tergoda oleh makanan." batin Han Shu melirik ke arah Yueyin.


Puluhan menit kemudian, mereka berniat keluar dari dapur Istana setelah cukup makan dan telah cukup beristirahat.


Di luar dapur Istana, terlihat banyak prajurit yang mencoba masuk ke dalam dapur karena laporan dari Koki Istana yang tidak bisa masuk ke dalam.


Tanpa peduli ditangkap oleh mereka, Han Shu membuka Formasi penghalangnya dan puluhan prajurit langsung masuk dan mengarahkan senjatanya pada mereka berdua.


"Menyerahlah dan buang senjata yang ada pada kalian!"


"Tuan, bagaimana ini? Kenapa mereka tidak ada yang mengenalmu?" Yueyin bersiap dalam posisi bertarung. Ia mengeluarkan belati di tangannya.


"Simpan senjatamu," perintah Han Shu.


Yueyin langsung menyimpan belatinya kembali.


"Apa kalian melupakanku?" Han Shu tersenyum lebar kepada para prajurit.


Para prajurit bertanya kepada rekan-rekannya mengenai Han Shu tetapi mereka semua menggeleng tidak tahu.


"Siapa kau! Beraninya menyusup ke dalam Istana!" Mereka semakin mengarahkan senjatanya pada Han Shu dan Yueyin. Bahkan, salah satu senjata mereka ada yang hampir mengenai leher Han Shu.


"Heeh, padahal kita hanya tidak bertemu selama beberapa bulan saja. Tetapi kalian sudah melupakanku. Sepertinya kalian harus mendapatkan hukuman."


Tanpa berpikir panjang, Han Shu berjalan maju ke depan tanpa mempedulikan senjata yang ada di depannya.


Han Shu terus berjalan untuk keluar dari dapur. Senjata itu menggores dan menusuk tubuhnya hingga darah mengalir dari tubuh yang terluka.


Para prajurit terkejut sekaligus panik karena melihat Han Shu semakin mendekat ke arahnya tanpa menunjukkan ekspresi apapun.


Para prajurit langsung melepaskan senjata mereka dari tangannya begitu Han Shu dekat dengan mereka.


Mereka memberi jalan kepada Han Shu dan Yueyin keluar karena masih takut dengan kematian yang akan mendatangi mereka.


"Ada keributan apa di sini!"


Kaisar Han yang sebelumnya mencari keberadaan Han Shu di Istana yang begitu luas melihat keributan di dapur Istana. Ia langsung mendekatinya dan terkejut melihat Han Shu, putranya terluka.


"Siapa yang melakukan itu padamu!" Kaisar Han terlihat begitu murka. Pandangannya tertuju kepada para prajurit yang sedang ketakutan.


"Ayah, mengapa kau lama sekali? Aku sudah lama menunggumu selama satu jam." Han Shu bertanya untuk meredam kemarahan Kaisar Han. Ia juga mengeluarkan pil untuk menyembuhkan lukanya.


"Ayah!" teriak para prajurit serentak. Mereka benar-benar terkejut dengan kebenaran yang terungkap.


Kaisar Han perlahan meredam kemarahannya. Kemudian ia menjawab pertanyaan Han Shu.


"Ayah, baru saja sampai."


"Oh, lambat sekali. Padahal aku hanya perlu waktu 10 menit untuk sampai ke sini." Han Shu mengejek Kaisar Han.


"Lambat? Sebenarnya seberapa cepat kau sampai? Padahal aku sudah menggunakan kecepatan maksimalku tetapi masih membutuhkan waktu satu jam," batin Kaisar Han.


"Karena kau sudah datang, ayo kita pergi ke ruang utama," ajak Kaisar Han.


"Dan untuk kalian semua, akan mendapat hukuman karena telah membuatnya terluka!" Kaisar Han menatap tajam ke arah para prajurit.


**Pengumuman!


Mulai besok author akan libur dulu sampai tanggal 22 maret karena hari senin udah mulai PTS. Mohon pengertiannya...


Terima Kasih**.