
Kaosar Han lebih dahulu mendatangi Iblis itu karena faktor kecepatannya. Sementara itu, Han Shu terus mengejar ketertinggalannya di belakang.
Wuushh!
Boom!
Serangan demi serangan, Kaisar Han bertukar-tukar dengan Han Shu untuk menyerang iblis itu. Karena merasa kewalahan dengen mereka, iblis itu kembali melepaskan gelombang energi kegelapan. Kegelapan langsung menyelimuti sekitarnya.
"HYAAAH!"
Kaisar Han langsung terpental puluhan meter jauhnya. Ia dengan cepat keluar dari wilayah gelombang energi itu. Sedangkan Han Shu langsung mengeluarkan Pedang Suci untuk menebas gelombang energi yang menerjang tubuhnya.
Han Shu kemudian menyerang Iblis itu dengan mata batinnya untuk melihat di kegelapan. Hingga akhirnha berhasil menebas tangan kirinya. Iblis itu langsung membalas serangan Han Shu dengan pukulannya.
Karena lengah, Han Shu tidak bisa menghindari pukulannya, Ia menahan pukulan itu dengan Pedang Suci agar. Walaupun begitu, tetap saja ia masih terpental dibuatnya.
"Masa bodoh dengan efisien. Kalau aku tidak menggunakannya, aku hanya akan mengantarkan nyawaku padanya."
Retakan pada Pedang Suci semakin bertambah karena efek pukulan tadi. Namun, Han Shu tidak mempedulikan hal sekecil itu.
"Manusia, percuma saja kau menyerangku. Tubuhku akan selalu beregenerasi ketika terluka," kata Iblis itu meremehkan.
"Kau bahkan belum melihatnya, tapi kau sudah mengataiku. Iblis rendahan sepertimu memang bodoh. Pantas saja kau begitu lemah!" Han Shu menanggapinya.
Iblis itu melihat ke arah tangan kirinya. Tiba-tiba ia tercengang melihat tangannya tidak dapat beregenerasi lagi. Darah terus mengalir dari bahunya, bekas luka dari tebasan Han Shu.
"Bagaimana mungkin ini terjadi! Mengapa tanganku tidak bisa beregenerasi! Pedang apa yang kau gunakan untuk menyerangku, bajingan!" Ia tidak ingin mempercayainya, tetapi ia harus mempercayainya. Ia sangat kesal.
Han Shu tidak membalasnya sama sekali. Ia kembali bersiap untuk menyerang Iblis itu. Tiba-tiba, Pedang Sucinya menyerap energi kegelapan hingga membuat Iblis itu terkejut. Energi itu terus di serap hingga kegelapan sudah menghilang.
Setelah semua energi kegelapan berhasil diserap, sejumlah retakan pada Pedang Suci memperbaiki dirinya sendiri. Kilauan cahaya pada pedang itu semakin lama semakin kuat dan menyilaukan mata.
"Sial! Ini sangat menyilaukan!" Han merasa kesal. Ia menutupi kilauan cahaya itu dari matanya dengan tangan kirinya.
"Sebenarnya kau ini pedang apa? Mengapa ketika aku menggunakannya dulu tidak seperti ini? Ya sudahlah, aku tidak peduli lagi. Yang kurasa pedang ini bertambah kuat dari sebelumnya."
"Aku akan mencobanya."
Han Shu melesat meninggalkan bayangan dirinya dan menebaskan pedangnya pada Iblis itu. Karena tangannya tidak dapat beregenerasi lagi, Iblis itu menjadi sangat waspada terhadap serangan Han Shu. Ia tidak ingin terkena serangannya lagi.
"Aku tidak akan lengah lagi!"
Hya!
Han Shu hanya menebas angin hingga berkali-kali. Sebenarnya, ia dengan sengaja tidak menyerangnya dengan benar. Ia hanya berniat menakut-nakuti Iblis itu saja.
"Rasakan ini!"
Tebasan Han Shu mengenai tanah di bawahnya. Retakan langsung terbentuk hingga beberapa meter karena pedang itu.
"Pedang ini benar-benar menjadi lebih kuat."
Han Shu tiba-tiba menyeringai sembari menebaskan pedangnya dengan asal-asalan. Walaupun begitu, Iblis itu terlihat sangat kesulitan untuk menghindarinya karena kewaspadaanya terlalu berlebihan.
"Ada apa? Mengapa kau tidak menyerangku? Apa karena kau takut dengan pedang ini?" Han Shu memprovokasi.
Setelah beberapa saat, Han Shu berhenti menyeringai, ekspresi wajahnya kini menjadi datar. Ia kemudian menebaskan pedang itu dengan kemampuan yang sebenarnya.
Srat!
Dengan mudah Han Shu berhasik menebas Iblis itu.
"Aarrgghh!" Iblis itu mengerang kesakitan.
Tebasan itu mengenai lengannya hingga terpotong. Kedua tangannya kini telah tiada. Karena tidak memiliki kesempatan untuk menang, ia memutuskan untuk kabur.
Tetapi, Han Shu dengan mudahnya berhasil mengejarnya. Ia berancang-ancang dan bersiap untuk menebaskan pedangnya ke kepala Iblis itu.
"Rasakan ini!"
"Aku tidak akan mati di sini!"
Hyah!
Han Shu terpental beberapa meter. Hal ini dilakukan Han Shu dengan sengaja untuk berpura-pura. Pedang itu langsung menyerap habis energi kegelapan itu dan memperbaiki keretakan yang ada.
Han Shu kembali melesat dan memancing Iblis itu agar melepaskan gelombang energi kegelapannya lagi. Iblis itu akhirnya melepaskan gelombang energi itu hingga beberapa kali untuk melindungi diri.
Pedang Suci terus menerus menyerap energi kegelapan dan semua retakan yang ada sudah hampir diperbaiki.
Terlihat Iblis itu sudah merasa kelelahan karena energi yang terus menerus ia lepaskan. Namun, ia tetap berusaha kabur walaupun berjalannya sudah hampir kehilangan keseimbangan.
"Mau lari kemana kau!"
Han Shu muncul tepat di depan Iblis itu dan meraih lehernya. Ia kemudian membantingnya ke tanah dengan kuat hingga tanahnya mengalami keretakan.
"Arrggh!"
"Cepat katakan bagaimana cara untuk menghentikan Pengorbanan Jiwa yang kau lakukan!" Han Shu menatap tajam dengan aura membunuh yang kuat. Bahkan Iblis itu sampai kesulitan untuk bernafas. Tidak hanya karena cekikannya, tetapi juga karena aura membunuhnya.
"Bagaimana mungkin aura membunuhnya menyaingi tuanku!" batin Iblis itu tercengang.
"Aku tidak akan mengatakannya... Lebih baik aku mati dari pada mengatakannya padamu..." jawab Iblis itu dengan suara yang sulit untuk dikeluarkan.
"Apa kau yakin tidak mau mengatakannya?" Han Shu menyeringai hebat.
Kemudian ia melesat ke arah kota sembari menyeret tubuh Iblis itu ke tanah. Hingga tanah membentuk sebuah cekungan sampai ke dalam kota. Han Shu berhenti ketika sampai di depan pancaran cahaya pengorbanan jiwa.
"Cepat katakan! Atau kau mau berkeliling kota terlebih dahulu!" Han Shu menatap tajam ke matanya. Hal itu membuatnya merinding.
"Aku tidak akan menghianati tuanku..." Keadaan Iblis itu sudah sangat kritis, namun ia tetap tidak mau mengatakannya.
Han Shu sudah kehilangan kesabarannya. Ia kemudian membaringkan iblis itu di atas tanah dan menusukkan Pedang Suci di dadanya.
"Aarrgghh!!!"
"Aku tidak akan mencabutnya hingga kau mau mengatakannya."
"Aarrgghh!!!"
"Aarrgghh!!!"
Iblis itu mengerang kesakitan dengan begitu kerasnya. Tubuhnya berontak berusaha melepaskan diri. Namun, ia sudah tidak memiliki tangan lagi untuk mencabut pedang itu. Ia merasa sangat teriksa dengan Pedang Suci itu.
Sementara itu, Han Shu meninggalkan Iblis itu dan beranjak mendekat ke Pancaran cahaya di depannya. Ia kemudian mencoba menyerangnya dengan semua kekuatannya.
Boom!
Pukulannya tidak memberi efek apapun pada pancaran cahaya itu. Ia kemudian memeriksa dengan cermat pancaran cahaya itu untuk menemukan cara membatalkannya.
"Ini sangat rumit. Ini pertama kali aku melihat yang seperti ini. Dunia ini cukup menarik, sepertinya aku harus keliling dunia untuk mencari hal yang menarik lagi. Tapi sebelum itu... Aku harus mengelesaikan hal ini dan mengubah diriku menjadi lebih baik."
Han Shu kembali ke tempat Iblis itu yang terus mengerang kesakitan untuk menanyakannya cara menghentikan Pengorbanan Jiwa.
"Bisakah kau mengatakannya padaku? Aku masih memiliki banyak urusan sekarang." Han Shu mencoba bertanya dengan ramah.
"Aarrgghh!!!"
Namun, hanya suara teriakan yang bisa ia dengar. Han Shu ingin sekali membunuhnya, tetapi ia masih harus menemukan cara menghentikan Pengorban Jiwa.
Tiba-tiba, pandangan Han Shu menjadi gelap selama beberapa saat. Tetapi kembali normal dalam sekejap. Ini menandakkan kalau Han Shu sudah kehilangan banyak energi karena terlalu lama menggunakan Pedang Suci.
Han Shu kemudian duduk di samping Iblis itu untuk beristirahat. Sembari mendengar teriakannya. Sembari menikmati hak itu, Ia menceritakan beberapa kisah kepadanya.