
"Bisakah kau berhenti memanggilku tuan? Panggil aku dengan namaku." Han Shu tidak suka dengan panggilan Yueyin pada dirinya.
"Han Shu..." kata Yueyin dengan sedikit gugup.
"Nah begitu saja. Sebenarnya kau itu bisa memanggilku seperti itu sejak pertemuan kita tapi kau seperti sengaja menolaknya."
"Baik, tuan. Tapi aku benar-benar tidak bisa," bantah Yueyin dengan ekspresi datar.
"Aku tidak mau mengingatkanmu lagi!" Han Shu malah kesal sendiri.
"Kau bersiap-siaplah, kita akan keluar dari hutan ini. Aku akan kembali untuk mengajakmu lagi nanti." Han Shu hanya ingin memberitahukan hal itu saja.
"Apa tanganmu tidak apa-apa, tuan? Apa perlu aku obati?" Yueyin yang melihat darah mengering di tangan kanan Han Shu bertanya dan berniat membantu.
Namun, Han Shu meolak tawarannya, "Hanya luka kecil." Han Shu melambaikan tangannya sembari berjalan keluar.
Ia datang ke camp Xue Jian untuk mencari cincin penyimpanan yang di rampas olehnya.
"Di mana cincin penyimpananku..."
Han Shu mencari-carinya di seluruh tempat di dalam camp itu dan akhirnya dapat menemukannya.
Setelah itu, ia pergi ke tengah hutan. Ia mencari tempat yang nyaman dan berhenti di sana.
"Aku harus membuat obatnya sekarang."
Han Shu melepas pakaiannya dan meletakkannya di rerumputan. Sebagian tubuh bagian kanan Han Shu berwarna kebiruan seperti lebam. Hal ini karena efek pukulannya waktu menghancurkan Formasi Ilusi.
"Sebenarnya aku belum boleh menggunakannya, tapi karena hasil yang kudapat tidak merugikan, aku tidak kecewa." Batinnya.
Han Shu mengeluarkan banyak bahan herbal dari cincin penyimpanannya hasil mencuri di Paviliun Obat. Ia memilih bahan yang dibutuhkan.
Kemudian ia langsung menyulingnya tanpa tungku penyulingan. Ia menyulingnya langsung di telapak tangannya.
Cahaya berwarna keemasan berputar-putar di atas telapak tangannya dan setelah beberapa saat kemudian, tiga pil obat yang memancarkar sinar emas berhasil di buatnya.
Han Shu mengecek pil buatannya dan sedikit agak kecewa dengan hasilnya.
"Hasilnya hanya 90 persen saja. Seperinya kemampuan alkemisku menurun."
"Ya sudahlah." Han Shu memakan salah satu pilnya dan beberapa saat kemudian lebam di tubuhnya menghilang.
Ia menyimpan kembali sisa pilnya pada cincin penyimpanan untuk digunakannya nanti.
"Energi Qi di sini lumayan melimpah, aku akan berkultivasi sebentar di sini," batin Han Shu.
Han Shu kemudian duduk bersila di atas rerumputan dan mulai memejamkan matanya untuk memulau kultivasinya.
.........
Sementara itu, para prajurit yang diminta menjemput Xue Jian telah sampai. Ia masuk ke dalam dan mulai memanggilnya.
"Bos, ayo kita kembali." Ajak sang prajurit.
Xue Jian tidak mendengarkan perkataan prajurit itu. Ia masih menangisi kematian gurunya.
Prajurit itu menunggu di sana lama sekali. Hingga akhirnya Xue Jian berhenti menangis tetapi kesedihannya masih ada dalam dirinya.
"Bos, ayo kita keluar dari sini." ajak prajurit kembali.
"Baiklah," Xue Jian memberikan jawaban.
Sang prajurit mulai menggendong Xue Jian. Saat ia hendak berbalik dan akan berjalan keluar, ia melihat secarik kertas di atas batu yang sebelumnya tempat Jing Tian berbaring.
"Bos, sepertinya ada kertas di sana." Prajurit itu mengambilnya dan memberikannya pada Xue Jian.
Xue Jian segera membacanya. Saat membavanya, Xue Jian menunjukkan ekspresi terkejutnya.
"Ini benar tulisan guru. Apa aku harus melakukannya? Dia masih muda dan aku di suruh berguru padanya," Xue Jian bingung.
"Aku pikirkan nanti saja."
Sang prajurit menggendong Xue Jian hingga ke camp miliknya. Kemudian ia berbaring di ranjang dan beristirahat untuk memulihkan dirinya.
"Tolong panggilkan pria muda itu. Bilang saja aku ingin bertemu dengannya," pinta Xue Jian.
Prajurit itu mengangguk dan pergi ke camp Yueyin untuk menanyakan keberadaan Han Shu.
Namun, saat ia masuk ke dalam camp dan hendak menanyakannya, Yueyin sudah tidak ada di sana.
Ia segera kembali ke camp bosnya dan memberikan laporannya.
"Maaf bos, mereka tidak ada di campnya. Wanita itu juga tidak ada di sana. Kemungkinan mereka sudah pergi," kata sang Prajurit.
"Apa! Cepat cari mereka! Bicarakan baik-baik agar mereka mau menemuiku lagi," perintah Xue Jian.
"Baik bos!" Sang prajurit bergegas keluar dan membawa rekan-rekannya untuk mencari Han Shu dan Yueyin.
.........
Sementara itu, setelah Han Shu selesai berkultivasi, ia diam-diam menyelinap ke camp Yueyin dan mengajaknya pergi.
"Ayo kita pergi sekarang."
"Baik, tuan."
Mereka keluar dari camp dan pergi ke arah timur. Ketika sudah agak jauh, Han Shu berhenti dan menyuruh Yueyin untuk terus berlari ke arah timur.
"Kau terus lari ke arah timur, aku akan kembali untuk mencari sesuatu." Perintah Han Shu.
Han Shu berlari kembali ke arah camp lagi. Han Shu berlari dengan cepat, meloncat dari dahan ke dahan dan akhirnya sampai.
"Di mana gudang hartamu, hehehe." Seringai Han Shu mulai tampak pada wajahnya.
Han Shu kemudian menggunakan penglihatan batinnya dan mengetahu kalau gudang harta mereka berada di bawah salah satu camp.
Han Shu menyelinap secara diam-diam dan berhasil memasukinya.
Terlihat begitu banyak koin emas dan batu spiritual serta senjata dan berbagai benda berharga lainnya.
Han Shu langsung menyerapnya dalam cincin penyimpanan miliknya dan kemudian bergegas pergi.
"Ternyata kau hebat juga bisa mengumpulkan banyak harta di sini ketika menjadi buronan," gumam Han Shu memuji Xue Jian.
Han Shu mencoba pergi secara diam-diam. Namun, terlihat banyak prajurit yang sedang mencari keberadaan mereka.
"Mengapa mereka seperti sedang mencari seseorang? Apa dia menyadari kalau gudang hartanya aku rampas?" batin Han Shu bertanya-tanya.
Namun, itu tidak menyulitkan Han Shu pergi dari sana. Ia menyembunyikan kehadirannya dan pergi dari sana dengan mudah.
"Untuk kabur aku tidak akan bermain-main, hehehe." Tawa kecil nampak pada wajahnya.
Ia bergegas lari ke arah timur untuk menyusul Yueyin. Dan dalam beberapa menit saja, Han Shu berhasil menyusulnya.
"Percepat larimu!" perintah Han Shu. Ia mendahului Yueyin berlari. Jarak mereka semakin jauh dan semakin jauh.
Yueyin dengan sekuat tenaga mengejar ketertinggalannya.
Beberapa menit kemudian, Han Shu telah sampai di batas Hutan Ilusi. Sebelum keluar, ia duduk sejenak untuk menunggu Yueyin.
Yueyin akhirnya sampai setelah Han Shu duduk selama 10 menit. Ia lekas menghantam Formasi yang membuat hutan ilusi itu dengan pukulannya.
Formasi itu hancur dengan sekali pukulan. Namun lagi-lagi Han Shu mengalami cedera yang lebih parah dari sebelumnya.
Ia segera mengambil pil nya kembali dan memakannya. Seketika cedera pada tubuh Han Shu sembuh.
Han Shu dan Yueyin akhirnya berhasil keluar dari hutan ilusi dengan pendapatan yang cukup banyak.
Mereka berjalan santai ke arah timur untuk mencari kota terdekat.