
Gabrielle memandangi wajah istrinya yang masih terlelap. Kebiasaan baru yang sangat di sukai semenjak Elea datang ke rumah ini. Yah meskipun sebelumnya Gabrielle melakukan hal ini tanpa sepengetahuan istrinya, alias diam-diam mencuri kesempatan saat Elea tidur.
Jam dinding menunjukkan pukul enam tiga puluh pagi. Tapi Gabrielle masih enggan beranjak dari sana. Dia terlalu sayang meninggalkan pemandangan seindah ini dimana Elea tengah menggumam dengan mulut yang sedikit terbuka.
"Sayang....".
Tak ada respon dari Elea saat Gabrielle memanggilnya. Yang mana membuat Gabrielle gemas kemudian memencet hidungnya pelan.
"Hei kucing pemalas, bangun..." bisik Gabrielle.
"Euuuggghh....Serangga jangan ganggu aku" gumam Elea sambil menggaruk ujung hidungnya.
Gabrielle terkekeh pelan. Lucu sekali mendengar Elea yang menyebutnya serangga pengganggu karena mengusik mimpi indahnya.
"Elea sayang,ayo bangun. Ini sudah hampir siang".
"Elea....".
"Sayang,ayo bangun...".
Lama-lama mata Elea terbuka juga. Dia mengerjap beberapa kali sebelum akhirnya diam terpaku.
"Tampannya"..
Sudut bibir Gabrielle berkedut. Dia yakin Elea pasti tidak sadar saat mengucapkan kata tersebut.
"Suamimu ini memang tampan sayang. Apa kau lupa,hem!" sahut Gabrielle sembari mengulum senyum.
Elea tersentak kaget begitu mendengar suara bariton suaminya. Dia lupa kalau sekarang dia sudah menikah. Awalnya Elea mengira kalau pria tampan yang ada di hadapannya adalah Titisan Dewa Yunani saking tampannya.
'Ah aku lupa kalau Kak Iel sudah menikah denganku. Tapi bukankah ini namanya keberuntungan? Pria Titisan Dewa Yunani ini adalah suamiku, hehe'.
"Selamat pagi sayang!".
Gabrielle sengaja membuyarkan lamunan Elea. Dia tersenyum sembari mengusap pipi lembut istrinya.
"Selamat pagi juga Kak Iel" sahut Elea balas menyapa.
"Morning kiss?".
Wajah Elea mengernyit. Dia bingung, Elea tidak mengerti apa yang baru saja di ucapkan oleh suaminya.
"Morning kiss, apa itu Kak?".
Sebelum menjawab pertanyaan istrinya,Gabrielle terlebih dahulu merapihkan rambut Elea yang menutupi sebagian wajahnya. Dia menatapnya dalam sambil menahan ngelenyar nafsu yang sudah naik sejak tadi.
"Morning kiss itu artinya ciuman di pagi hari. Seperti ini...
Cup
Pipi Elea merona. Dia baru tahu kalau ada hal-hal semacam ini di dalam pernikahan.
'Sepertinya aku harus banyak bertanya pada Kak Levi dan Kak Safira tentang pernikahan. Emm, tidak-tidak, nanti aku akan menanyakannya dulu pada Kak Lusi. Dia pasti punya banyak ilmu yang bisa aku pelajari seperti tadi malam. Ya benar, tanya Kak Lusi dulu baru yang lainnya'.
"Hei,kenapa melamun? Tidak mau membalas morning kiss dari suamimu yang tampan ini,hem?" tanya Gabrielle tak sabar.
Bukannya menjawab, Elea malah menyembunyikan wajahnya di bawah selimut. Entah kenapa pagi ini dia merasa amat sangat malu melihat kelakuan suaminya. Padahal biasanya Elea tidak merasakan apapun saat suaminya memberikan sebuah ciuman. Ini terasa aneh, belum lagi dengan debaran jantungnya yang selalu berdetak cepat semenjak dia menikah.
"Sayang, kenapa malah bersembunyi sih? Apa kau marah gara-gara aku menciummu tanpa izin?" tanya Gabrielle gemas.
Di bawah selimut Elea menggelengkan kepala.
"Tidak marah Kak Iel".
"Kalau tidak marah kenapa bersembunyi?".
"Aku malu" sahut Elea pelan.
Sudut bibir Gabrielle tertarik keatas. Seandainya saja istrinya tidak sedang datang bulan, Gabrielle pasti akan langsung menerkamnya sekarang juga. Aahhhh Elea....
"Malu kenapa sayang? Kita kan sudah menikah, tidak apa-apa" ucap Gabrielle sambil menciumi wajah Elea yang tertutup selimut.
Kepala Elea menyembul keluar dari dalam selimut saat nafasnya terasa sesak. Dia lalu menatap kearahnya suaminya yang sedang tersenyum.
"Dadaku berdebar-debar seperti ikut lomba lari maraton setelah Kak Iel menciumku tadi. Aku kan jadi malu, bagaimana nanti kalau Kakak berfikir aku ini sakit jantung!".
Gabrielle terdiam. Sedetik kemudian tersenyum lagi sambil mengecup bibir istrinya sekilas.
"Elea, aku bisa menyembuhkan debaran jantungmu sekarang. Mau tidak?" tanya Gabrielle penuh tipu muslihat.
Elea panik. Dia langsung takut saat otaknya berfikir kalau suaminya akan mengajaknya pergi berobat ke rumah sakit.
"Tidak mau ke rumah sakit, Kak. Aku tidak mau bertemu dokter" cicit Elea ketakutan.
Rahang Gabrielle mengetat. Rupanya Elea salah menangkap maksud dari perkataannya barusan. Tak ingin membuat moment indah ini rusak, Gabrielle segera memberi penjelasan pada Elea. Dia ikut merasa panik melihat wajah Elea yang mulai memucat.
"Hei sayang, tidak ada yang bilang kalau aku akan membawamu ke dokter. Tidak, bukan itu maksud perkataanku tadi. Sekarang tenang ya, tidak ada yang akan membawamu pergi menemui dokter!".
"Benarkah? Kak Iel tidak bohong kan?" tanya Elea ragu.
Gabrielle menggeleng. Dia kemudian menangkup wajah Elea.
"Tidak sayang".
Elea menghela nafas lega. Dia dan suaminya kini saling bertatapan.
"Boleh si Kak, asalkan tidak pergi ke dokter" jawab Elea tanpa menyadari perubahan di wajah dan suara suaminya.
Glukkkkkk
Nafas Gabrielle memburu.
"Sayang, pejamkan matamu sekarang. Ini tidak akan sakit".
Meski bingung, Elea tetap menuruti perintah suaminya. Dia segera memejamkan mata menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.
Gabrielle menelan ludah kemudian mendekatkan mulutnya ke bibir Elea. Dia membiarkan bibir mereka menempel saat merasakan tubuh Elea menegang.
"Relaks sayang, tenang" bisik Gabrielle.
Setelah itu barulah Gabrielle mulai menyesap bibir bawah Elea perlahan. Matanya terpejam, menikmati sensasi bergelenyar yang sudah sangat dia dambakan selama ini. Lama Gabrielle menikmati bibir bawah Elea sebelum berpindah ke bibir atasnya. Gabrielle melakukan ciuman itu dengan sangat menggebu-gebu, seolah ingin menegaskan pada dunia kalau Elea adalah miliknya seorang.
Di waktu Gabrielle sedang terbuai dalam sensasi panas yang dia buat, dia terkejut saat dadanya tiba-tiba di pukul. Matanya membelalak lebar.
"Bernafas sayang...".
Dada Elea bergerak tak beraturan. Dia segera menarik nafas sebanyak mungkin untuk mengisi pasokan udara di paru-parunya yang sudah menipis.
"Haaahhhh....Haaaahhh..... Kak Iel, apa paru-parumu sudah rusak?" tanya Elea dengan nafas yang masih terengah-engah.
Tangan Gabrielle bergerak mengusap bibir istrinya yang membengkak. Ada rasa sesal di hatinya melihat ada sedikit luka robek sudut bibir Elea.
'Ya Tuhan, apa yang aku lakukan pada Elea? Kenapa aku bisa sampai tidak sadar kalau sudah melukainya?'.
"Kak Iel" panggil Elea.
"Oh, ya sayang, ada apa?" tanya Gabrielle tergagap.
"Aku tanya, apa paru-paru Kak Iel rusak?".
"Tidak. Kenapa kau bertanya seperti itu?".
"Karena Kakak menghirup semua udara yang ada di dalam paru-paruku tadi. Aku sampai tidak bisa bernafas lho" jawab Elea.
Gabrielle tergelak.
"Bukan seperti itu sayang..." sahut Gabrielle bingung bagaimana harus menjelaskannya pada Elea.
Tak ingin terjebak dalam kepolosan istrinya, Gabrielle akhirnya mengalihkan pembicaraan. Dia memutar otak mencari alasan agar istrinya tak lagi membahas masalah ciuman itu.
"Sayang, ayo kita mandi. Sudah hampir jam tujuh, kita harus berangkat ke perusahaan!".
"Oh iya, aku kan masih harus bekerja jadi sekertaris Kakak ya? Kalau begitu aku mandi dulu ya Kak" sahut Elea sembari turun dari ranjang.
"Sayang, kenapa kau meninggalkanku?" tanya Gabrielle kesal.
Elea yang hampir masuk ke dalam kamar mandi menoleh. Wajahnya terlihat bingung.
"Aku kan mau mandi Kak".
"Kita mandi bersama, oke?" sahut Gabrielle sambil berlari turun menghampiri istrinya.
"Tidak boleh" ucap Elea sambil merentangkan tangan di depan pintu.
Alis Gabrielle saling bertaut,bingung.
"Elea, apalagi sekarang?" tanya Gabrielle.
Wajah Elea memerah. Malu sekali kalau harus bicara jujur.
"Sayang...".
"Pokoknya tidak boleh, Kak" jawab Elea gugup.
"Iya, tapi kenapa?".
Gabrielle terus memperhatikan wajah istrinya yang semakin memerah.
"KAK IEL, AKU KAN SEDANG DATANG BULAN. KALAU KAU MANDI BERSAMAKU BAGAIMANA CARANYA AKU MEMAKAI PEMBALUT. LEBIH BAIK KAKAK MENCARI KAMAR MANDI LAIN MEMAKAI PINTU AJAIB...!!!!.
Brraaaakkkkkkk
Gabrielle terbengang seperti orang bodoh begitu mendengar ucapan Elea.
"Gagal sudah rencanaku mandi berdua dengan Elea. Ck, kemarin kan sudah datang bulan, kenapa hari ini masih belum pergi juga? Bagaimana caranya aku mengusir datang bulan itu ya?" gumam Gabrielle sambil berjalan pergi menuju kamar mandi lain.
🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄
...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSSS.....
...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...
...🌻 IG: nini_rifani...
...🌻 FB: Nini Lup'ss...
...🌻 WA: 0857-5844-6308...