
Sreeettt
"Kau mau kemana, hm?"
Sepulang dari rumah sakit, Gleen dengan sengaja mengajak Lusi pergi ke sebuah penginapan. Dua hari lagi acara resepsi pernikahan mereka berdua akan digelar. Karena kondisi Lusi yang baru pulih, Gleen mati-matian menahan hasratnya untuk tidak menyentuhnya terlebih dahulu. Baginya sudah lebih dari cukup bisa menyentuh fisik luar milik Lusi tanpa harus ada lagi embel-embel kita belum menikah.
Lusi yang kaget karena ditarik oleh Gleen pun menatapnya bingung. Keningnya mengerut.
"Bukannya kau mengajakku kemari untuk jalan-jalan?"
"Iya,"
"Lalu kenapa bertanya seperti itu?" tanya Lusi kian merasa bingung.
Smirk samar muncul di bibir Gleen yang mana hal itu membuat bulu kuduk Lusi berdiri. Ini adalah penginapan, dan sekarang hanya ada mereka berdua saja. Memikirkan hal itu tiba-tiba membuat semburat merah muncul di pipi Lusi. Dia tahu, pria yang kini sudah menjadi suaminya ini berniat mengambil haknya yang sudah satu minggu terabaikan. Dengan dada yang berdebar-debar Lusi memberanikan diri untuk bertanya.
"Kau menginginkannya?"
"Sangat," jawab Gleen senang. Seperti biasa, Lusi selalu paling paham tanpa dia harus banyak bicara. "Aku bahkan hampir mati kering menunggu hari ini tiba, Sweety. Mungkin satu minggu ini adalah waktu terlama yang pernah aku lewati!"
Lusi tersenyum. Dia lalu mengelus tangan Gleen yang masih menahan lengannya.
"Kau boleh mengambil hakmu, Gleen."
Jeda sejenak.
"Tapi tidak di mobil juga kan?"
Ya, saat ini Lusi dan Gleen masih berada di parkiran. Tadi itu Lusi berniat keluar karena merasa tertarik akan pemandangan yang ada di penginapan tersebut. Hanya saja Gleen langsung menahannya agar tidak keluar.
"Kita bebas melakukannya dimanapun juga, Sweety. Penginapan ini sudah aku booking sehari semalam," ucap Gleen sambil menikmati debaran di dadanya.
Ini akan menjadi yang pertama bagi Gleen menyentuh tubuh wanita. Dan selama seminggu ini Gleen sudah banyak berguru pada Junio tentang bagaimana cara untuk membahagiakan wanita saat di atas ranjang. Sebenarnya bukan karena Gleen merasa tak sanggup, dia hanya gugup. Makanya sampai harus menimba ilmu pada sahabatnya yang sudah mahir dalam memainkan teh celup 🤣🤣🤣
"Walaupun begitu ada baiknya kalau kita tidak melakukannya di sembarang tempat, Gleen. Takutnya....
"Sstttt....
Gleen langsung munutup mulut Lusi dengan satu jarinya. Dia menyeringai.
"Kalau begitu kita lakukan di tempat yang tersembunyi saja ya?"
"Tersembunyi? Maksudnya bagaimana?"
"Sudah, jangan dibahas di sini. Ayo kita keluar!" sahut Gleen kemudian bergegas keluar dari dalam mobil.
Bak seorang pangeran, Gleen dengan begitu perhatiannya membukakan pintu mobil untuk Lusi kemudian mengulurkan tangan ke arahnya. Lusi yang mendapat perlakuan begitu manis dari sang suami pun segera menerima uluran tangan tersebut di barengi dengan senyum manis di bibir.
"Istriku yang terbaik!" puji Gleen lalu membimbing sang istri masuk ke dalam penginapan
Meski kedatangan mereka ke tempat ini cukup mendadak, nyatanya itu tak membuat Gleen kehilangan akal untuk memberikan kejutan romantis bagi sang istri tercinta. Begitu mereka masuk ke dalam kamar yang telah dipesan, Gleen dan Lusi langsung disambut dengan taburan kelopak mawar yang memenuhi lantai kamar. Ada juga lilin putih berbaris rapi di sana, membuat suasana kian terasa intim. Pandangan Lusi kemudian tertuju ke arah ranjang dimana ada sepasang angsa putih yang dibuat dari handuk, lalu di sampingnya juga terdapat buket bunga mawar berukuran besar lengkap dengan sebotol anggur dan dua buah gelas cristal.
"Suka?" bisik Gleen sambil memeluk Lusi dari belakang.
"Sangat,"
Mata Lusi berkaca-kaca. Wanita mana yang tidak merasa bahagia jika mendapat perlakuan manis dari pria yang dicintainya.
"Kapan kau menyiapkannya, Gleen?" tanya Lusi.
Semburat merah muncul di pipi Lusi saat Gleen bicara sedikit fulgar padanya. Namun dia tahu kalau hal ini cepat atau lambat akan tetap terjadi. Karena bagaimana pun Gleen berhak untuk menikmati apa yang sudah menjadi miliknya.
"Aku mandi dulu ya," pamit Lusi malu-malu.
Gleen menyeringai. Tanpa memberi aba-aba, dia langsung mengangkat tubuh istrinya lalu membawanya masuk ke dalam kamar mandi. Lusi yang terkejut hanya bisa memukul pelan bahu suaminya sambil menggelengkan kepala.
Di dalam kamar mandi, dengan jantung yang tidak berhenti berdebar Gleen membuka satu-persatu pakaian Lusi kemudian baru membuka pakaiannya sendiri. Dia menelan ludah berulang kali saat benda berbentuk kaca mata besar terlepas dari tubuh istrinya hingga menampilkan dua buah benda bulat yang membuat kepalanya menjadi terasa sangat pusing.
"Jangan menatapnya seperti ini, Gleen. Aku malu,"
"Kau sempurna, Sweety. Aku sangat mencintaimu," sahut Gleen lalu membimbing Lusi ke bawah shower.
Suasana di dalam kamar mandi terasa begitu romantis saat Gleen dan Lusi mulai beradegan intim. Mereka berciuman dengan begitu panas di bawah guyuran air shower, sementara tangan Gleen sendiri tak berhenti meraba seluruh gang-gang yang ada di tubuh istrinya. Gelora yang selama ini ditahannya benar-benar membuat akal sehat Gleen seperti terhenti. Tangannya kini tak hanya meraba saja, tapi mulai meremas yang mana perbuatannya itu membuat Lusi mendesah dalam ciuman mereka.
"G-Gleen, di kamar saja. Jangan di sini," bisik Lusi tergagap saat benda tumpul di bawah sana sudah tidak sabar ingin segera masuk ke rumahnya.
"Aku sudah tidak tahan, Sweety. Di sini saja ya,"
Suara Gleen benar-benar sudah sangat parau. Otaknya sudah tidak bisa memikirkan apapun lagi selain ingin segera menuntaskan hasratnya yang sudah seminggu ini tertahan.
"Ini yang pertama untukku, Gleen. Kalau kita melakukannya dalam kondisi seperti ini aku jadi tidak bisa menatap wajahmu yang tampan. Aku ingin ini menjadi sesuatu yang sangat berkesan untuk kita. Bisa?"
Lusi terkekeh melihat bibir suaminya mengerucut. Gemas melihatnya merajuk, Lusi membisikkan kata-kata yang langsung membuat suaminya tersenyum senang.
"Mau Rpm berapa?" tanya Gleen sebelum mengangkat Lusi ke dalam gendongannya.
"Kau sudah tua, mana mungkin bisa memakai kecepatan tinggi," goda Lusi dengan sengaja.
"Hei....
Gleen mencebikkan bibir. Beraninya wanita cantik ini memandang remeh keperkasaannya di atas ranjang. Walaupun belum pengalaman, tapi setidaknya Gleen sudah berguru pada Junio. Dan dia sangat yakin bisa menumbangkan istrinya di ronde pertama nanti.
"Akan kuhabisi kau tanpa ampun, Sweety. Beraninya meremehkan seorang Gleen," ancam Gleen kemudian membaringkan Lusi di atas ranjang.
Lusi tersenyum. Rasa malu yang tadinya hinggap di hatinya kini hilang entah kemana. Bahkan kini Lusi dengan begitu berani mengundang sang suami untuk segera masuk ke dalam jamuan utama.
"Menggodaku, eh?" tanya Gleen sambil menahan pusing.
"Aku tidak menggodamu. Hanya ingin memberikan jamuan yang seharusnya sudah aku berikan sejak seminggu yang lalu. Jadi Tuan Gleen yang tampan, bisakah kita memulainya sekarang?" jawab Lusi dengan sukarela menyerahkan mahkotanya pada pria yang berhasil mengikatnya dalam satu ikatan pernikahan.
Mendapat undangan seperti itu tentu saja tidak di sia-siakan oleh Gleen. Setelah mengecup kilat bibir istrinya, lidah dan bibir Gleen langsung bertamu di tempat kembar yang sejak tadi membuat kepalanya terus berdenyut. Dia begitu betah membenamkan mulutnya di sana ketika mendengar suara ******* Lusi yang kian menguat. Hingga pada akhirnya kenakalan bibir Gleen berhasil mengantarkan Lusi pada rasa yang membelit jiwanya. Dia memekik, tersengal-sengal ketika badai kenikmatan itu datang.
"Sweety, aku mencintaimu."
Dengan mata sayu dan nafas yang masih menderu Lusi menganggukkan kepala. Nafasnya tercekat saat benda keras nan panjang itu mulai menerobos masuk ke dalam bagian tubuhnya yang selama ini tersegel rapi. Kening Lusi mengerut, dia mencengkeram lengan Gleen dengan sangat kuat saat rasa sakit mulai terasa. Gleen yang melihat istrinya kesakitan pun segera memberinya bisikan-bisikan cinta yang mana membuat Lusi merasa nyaman hingga pada akhirnya penyatuan itupun terjadi.
💜 Cinta tidak melulu soal n*fsu. Tapi akan terasa sangat munafik jika di dalam cinta tidak terdapat n*su birahi. Itu normal, sesuatu yang wajar di alami oleh semua orang. Tapi yang harus di catat adalah kita, apalagi wanita, pandai-pandailah menempatkan hawa n*fasu di dalam percintaan. Ada yang bilang, lelaki paling bejadpun akan mencari wanita baik-baik untuk mengandung anak-anaknya kelak. Itu artinya harga diri seorang wanita menjadi tolak ukur yang sangat besar di mata para pria. Karena itu mari sama-sama menjaga diri dari sesuatu yang bisa merugikan hak para calon suami kita nanti. 😊
🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄
...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS.....
...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...
...🌻 IG: rifani_nini...
...🌻 FB: Rifani...