
"Bagaimana? Sudah siap?" tanya Gabrielle sebelum membawa istrinya masuk ke dalam mobil.
Ekor mata Elea memicing kearah kegelapan. Tengkuknya meremang memikirkan jika di sana ada seorang penjahat yang sedang mengincar nyawa semua orang. Dengan langkah yang sedikit gemetaran Elea bergerak cepat masuk ke dalam mobil bersama suaminya. Dia lalu membenamkan wajahnya, mencoba mencari perlindungan sebelum pergi menjemput bahaya.
"Sayang jangan takut, oke? Sekarang dokter k*parat itu memang sedang mengawasi mobil kita dari balik kegelapan. Tapi kau tidak perlu cemas, dia tidak akan bisa melakukan apapun karena aku sudah menyebar banyak orang untuk melindungi kita berdua!" hibur Gabrielle dingin.
"Tetap saja kejadian ini akan tetap terjadi, Kak. Kau, aku, dan juga Grizelle, kita bertiga akan segera celaka. Mungkin orang bisa mengatakan jika takdir bisa kita rubah. Memang benar, tapi tidak semudah membalik telapak tangan. Apa yang aku lihat akan selalu menjadi kenyataan, dan jalan satu-satunya untuk merubah takdir itu adalah dengan Kakak yang berhasil menyelamatkan aku tepat waktu. Penglihatanku terhenti hanya sampai di sana Kak. Jadi aku tidak tahu dokter itu akan membunuhku atau malah aku yang terbunuh. Yang jelas, aku masih ingin hidup. Aku baru saja bertemu dengan Ayah dan Bibi Yura, aku tidak ingin menyerah pada takdir malam ini Kak!" ucap Elea sedih.
Terenyuh. Dada Gabrielle terasa sangat sesak mendengar keinginan Elea. Gabrielle kemudian mengusap bahunya, mencoba meyakinkan jika kebahagiaan itu tidak akan hilang lagi dari hidupnya. Saat Gabrielle dan Elea sedang larut dalam kesedihan, tiba-tiba saja pintu mobil terbuka. Grizelle yang saat itu masih mengenakan gaun pernikahan meringsek masuk sambil membawa sebuah paperbag di tangannya.
"Hehehe, maaf menganggu. Kakak ipar, pakailah ini. Kakimu bisa rusak kalau memakai high heels setinggi ini untuk menghadapi Jack-Gal. Setidaknya jika memakai snaker kau bisa berlari dengan kencang saat ada celah untuk melarikan diri!" ucap Grizelle kemudian membantu kakak iparnya memakai sepatu yang di bawa.
"Zel, kenapa kau kemari? Cepat pergi dan naik mobil lain bersama suamimu saja, di sini sangat berbahaya!" tanya Elea panik. Yah, sebenarnya hal ini sudah dia lihat dalam mimpinya. Gaun putih yang di pakai Grizelle nantinya akan berubah menjadi warna merah begitu mobil ini di serang.
"Ey, kakak ipar ini pelit sekali. Drax sudah pergi, ada lawan bisnisnya yang mencari masalah di perusahaan. Jadi dia memintaku untuk ikut pulang bersama kakak ipar saja. Tenanglah, tidak ada satupun bahaya yang bisa membuatku celaka, kecuali Tuhan yang menghendaki" jawab Grizelle acuh.
Saat Elea ingin kembali berbicara, mobil sudah lebih dulu bergerak pergi meninggalkan halaman gedung. Elea lalu menatap lekat kearah suami dan adik iparnya. Kedua kembar ini terlihat begitu tenang, berbeda dengannya yang di landa kekhawatiran dan juga ketakutan.
Tepat di saat mobil melewati jalanan sepi, tiba-tiba saja mobil yang berada di belakang mobil Elea meledak. Sontak saja bunyi ledakan yang sangat besar itu membuat Elea berteriak histeris.
Duuuaaaarrrrr
"AAAAAAAAAAA....!!!!!."
Dada Elea bergemuruh, takut, dan pikirannya mulai tak terkendali. Dengan sisa-sisa keberanian yang dia miliki, Elea mencoba menoleh kearah belakang. Bibirnya gemetar melihat kobaran api yang berasal dari mobil penjaga.
Sementara Gabrielle dan Grizelle, terdengar gemeletuk gigi dari dalam mulut keduanya. Mereka kemudian mengambil pistol yang tersembunyi di bawah kursi dan mulai menembaki kegelapan yang berada di sisi mobil.
"Ha,hati-hati!" ucap Elea lirih pada penjaga yang menyetir mobil. "D,dimana Ares?."
"Tuan Ares ada di dalam mobil yang meledak tadi, Nyonya. Tapi sepertinya dia tidak selamat!."
Kacau. Itu yang Elea rasakan sekarang. Seingatnya, Ares sama sekali tidak terlibat dalam kejadian ini. Tapi bagaimana bisa pria galak itu berada di mobil lain, tidak seperti biasanya yang selalu berada di samping suaminya. Mungkinkah dia sudah melewatkan sepenggal mimpi tentang Ares?.
Saat Gabrielle dan Grizelle tengah gencar melakukan serangan, tiba-tiba saja sebuah peluru menyasar ke bagian bawah mobil. Dalam sekejab mobil yang mereka naiki terpental jauh saat peluru itu meledak. Beruntung mobil ini di lindungi body anti ledak, jadi mereka bertempat masih selamat meskipun dengan kondisi tubuh di penuhi luka.
"Sayang, kau tidak apa-apa?" tanya Gabrielle kesulitan bergerak saat ingin keluar dari dalam mobil yang sudah terbalik.
"Kak Iel, bawa Paman penjaga dan Grizelle pergi dari sini. Cepat lari sebelum dia datang" sahut Elea lirih sambil meringis menahan sakit akibat benturan di kepalanya.
"Apa yang sedang kau pikirkan, Elea. Aku mana mungkin pergi meninggalkanmu sendirian di sini!" sentak Gabrielle. "Tidak, apapun yang terjadi aku akan tetap tinggal. Kita hadapi bajingan itu bersama-sama!."
"Tapi Kak Iel, aku...
"Wahh wahh wahhh.... Benar-benar pasangan yang sangat romantis!."
Gabrielle, Grizelle dan juga Elea terdiam saat mereka mendengar suara langkah seseorang. Namun mereka bertiga yakin kalau yang baru saja bicara itu adalah Jack-Gal, orang yang telah membuat mobil mereka terbalik.
"Eleanor sayang, bagaimana? Apa kau suka dengan kejutan dariku, hem?" tanya Jack sambil melongokkan kepala dari samping kaca mobil yang sudah pecah berhamburan. "Ckck, kenapa posisimu jelek sekali sayang. Kau tidak seharusnya terluka sedikit itu, yang aku inginkan adalah kau jatuh tak sadarkan diri dengan tubuh bersimbah darah. Bukan luka rendahan seperti ini. Hemm sayang, kau membuatku kecewa!."
Bibir Elea gemetar. Dia kemudian memberanikan diri untuk menoleh kearah samping. Airmatanya langsung menetes saat pandangannya bertabrakan dengan mata Jackson yang terlihat begitu mengerikan.
"Sayang, jangan lihat dia. Kau harus bisa mengendalikan rasa takutmu. Kau bisa Elea!" teriak Gabrielle kalut melihat istrinya yang langsung membatu begitu melihat Jack-Gal.
Jack hanya tersenyum miring melihat bagaimana kedua kembar itu menguatkan gadis kecilnya yang terdiam kaku. Satu tangannya kemudian terulur masuk, ingin menyeret gadis kecilnya keluar dari sana.
"Jangan sentuh istri kakakku!" teriak Grizelle tak rela.
Rahang Jack mengerat begitu Grizelle menyebut jika Eleanor adalah istrinya Gabrielle. Amarahnya memuncak. Tangan yang hampir sampai di lengan Eleanor pun terpaksa dia hentikan. Kini tatapannya beralih pada si kembar, rasa haus untuk segera membunuh mereka berdua langsung menggelegak kuat di rekung Jackson.
"Kau k*parat Gabrielle. Beraninya kau menjadikan gadis kecilku sebagai istrimu. Dia itu milikku, Eleanor hanya boleh aku yang menyentuhnya!" teriak Jack menggila.
"La,lari Kak Iel..... A,aku mohon!" ucap Elea tersendat. "Lari, to,tolooong....!."
"Tidak akan sayang. Aku akan tetap bersamamu sekalipun harus mati di sini. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu" sahut Gabrielle semakin kesakitan.
'Ya Tuhan, kemana semua orang. Kenapa tidak ada yang datang menolong kami di sini. Tolong selamatkan kami Ya Tuhan, aku mohon!.'
"Aku mohon Kak Iel, Izel, tolong tinggalkan aku. Aku....
"DIAAAMMMMMMM...!."
Tubuh Elea kembali kaku saat Jackson berteriak memintanya untuk diam. Matanya melotot saat penjahat itu menodongkan senjata kearah suami dan adik iparnya. Dengan segala upaya, Elea berusaha menghalau laju peluru dari dalam senjata tersebut. Dia menahan ujung pistol dengan telapak tangannya, kemudian melihat kearah suami dan adik iparnya yang terlihat sudah tidak berdaya akibat kecelakaan mobil.
"Lari.... Lariii....!" tangis Elea menghiba. "Kalian berdua pergilah, aku mohon!."
Geram melihat betapa gadis kecilnya sangat melindungi Gabrielle dan Grizelle, dengan kasar Jack memelintir tangan Eleanor. Namun karena keadaan mobil yang terbalik, membuat Jackson tak bisa terlalu kuat saat menyakiti gadis kecilnya.
"Aaarrrggghhhhhh!" pekik Elea kesakitan. "Sakit,.."
"Diam kau j*lang. Tunggu setelah aku membereskan mereka berdua, baru aku akan mengurusmu. Beraninya kau mengkhianati aku Elea!" hardik Jackson sambil mengarahkan pistol ke kepala Gabrielle. "Mati lah kau k*parat!."
"Tidak, aku mohon jangan Tuan. Jangaaannnn!" teriak Elea panik.
Dooorrrrrrrrrr
Mata Elea mengerjap saat wajahnya terkena percikan darah yang berasal dari kepala suaminya. Seketika dia mematung, tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.
"K,Kak Iel...
Dooorrrrrrr
Satu lagi. Kali ini kepala Grizelle yang hancur setelah Jack menembaknya. Puas melihat si kembar mati dengan isi kepala berserakan, dengan penuh emosi Jack menarik tubuh gadis kecilnya dari dalam mobil. Dia menyeringai senang melihat betapa gadis kecil ini menderita menyaksikan suami dan adik iparnya mati dengan cara yang sangat mengenaskan.
"Ini akibatnya kalau kau berani macam-macam denganku, Elea. Sekarang ikut aku dan rasakan bagaimana aku akan membalas pengkhianatanmu. Dasar j*lang kecil, sebegitu inginnya kau di setubuhi oleh pria sampai-sampai menjual tubuhmu pada Gabrielle si k*parat itu. Huuh, sia-sia sudah aku membuatkan istana untukmu. Dasar tidak berguna!" umpat Jackson kemudian menjambak rambut Eleanor dan menyeretnya pergi dari sana. Meninggalkan bangkai mobil beserta tiga mayat di dalamnya.
🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄
...🌻 VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA GENGSS.....
...LIKE, COMMENT, DAN RATE BINTANG LIMA...
...🌻 IG: emak_rifani...
...🌻 FB: Nini Lup'ss...