
Aku melangkah menuruni tangga dengan terburu buru saat menyadari aku sudah terlambat.
Jam sudah menunjukkan pukul 18.30 tepat setengah tujuh. Setelah semua barang-barang sudah siap, aku pun berlari menghampiri ibuku. Pamit. Aku langsung meletakkan handphone ku kedalam tas miniku, lupa mengeceknya. Tanpa ku ketahui banyak pesan dan telpon dari Bella yang menuggu kabar dariku.
" Bu, Mia berangkat ya babay "
" Iya hati hati, pesanan ibu jangan lupa ya "
" iya bu "
Aku kembali berlari menuju pintu keluar, meraih knopnya dan menutupnya kembali. Mataku mencari tempat sepedaku, ku letakkan tadi. Dibawah sinar terik, mentari senja.
Kutepuk tepuk memastikan itu tidak basah dan bisa diduduki. Menaikinya, aku pun membawanya berlayar menikmati terpaan angin sore. Berangkat menuju rumah Bella.
Ku tengok kembali jam yang berlingkar di lenganku, sebentar lagi waktu adzan akan berkumandang.
Ku percepat kayuhan sepedaku menuju rumahnya. Aku memutuskan memilih jalan pintas agar bisa menghemat waktu. Memilih jalur melewati sekolahku, lurus melewati pepohonan rindang ditepi jalannya. Tempat yang akan ku singgahi besok, Pasar Subuh.
Walau akhir pekan, sekolah ku akan tetap ramai dipenuhi berbagai manusia yang akan berkumpul disekitarnya, dari pedagang hingga pengunjung yang datang untuk berbelanja sesuatu. Pedagang disana membangun sebuah tenda, atau menggelar tikar untuk meletakkan jualannya.
Kembali tentangku..
Aku mempercepat sepedaku saat kutatap langit mulai menunjukkan warna kehitam-hitaman. Sepertinya bakal hujan, ucapku membatin saat menyadari awan tampak mendung.
Aku sudah hampir tiba di perumahan tempat Bella tinggal. kenapa ku sebut perumahan? karena disana awalnya bakal dibangun sebuah komplek, namun itu terhenti. Ada beberapa rumah yang berhasil dibangun, itu berjumlah 3 buah dan sisa tanah yang lain, hanya tumpukan tanah,semen dan perkakas bangunan lainnya. Tapi ada juga beberapa bangunan yang hampir jadi tapi tanpa atap yang menyertainya.
Akhirnya aku tiba didepan rumah Bella, didepan gerbang ku lihat ada Kang Adi yang sedang duduk ditemani secangkir kopi hangat disampingnya.
Ku panggil namanya, sadar dari lamunan iya pun menoleh mendengar namanya dipanggil sebuah senyum iya lemparkan kepadakh, berdiri dari tempatnya dan bergerak menghampiriku.
" Eh Non Mia, Yuk masuk " ucap Kang Adi sambil membuka gerbang yang sedari tadi terkunci.
" Iya Kang, Makasih aku masuk ya " sahutku sambil menganggukkan kepalaku, menunduk memberi hormat.
*****
Seseorang tampak berlari menuju pintu, saat iya mendengar seseorang melakukan sebuah percakapan. Sebenarnya tidak sedang berteriak atau perkelahian yang iya dengar, hingga membuatnya lari terburu-buru. Suara itu tidak nyaring, hanya saja cukup untuk didengar ditempat yang sepi keramaian.
Bung!!
Seseorang itu tampak berkecak pinggang dengan muka yang dibuat marah.
" Nape lu natap gue segitunya " ucapku saat melihat Bella dengan tatapan melototnya.
Ya orang yang berlari tadi adalah Bella, orang yang sedari tadi menunggu dengan gelisah, bukan karena pasti ada bahaya yang mengancam diluar sana jikalau masih berkeliaran di hari petang. Hanya saja ketidak jawaban yang diberikan Mia yang membuatnya gelisah dan berpikir kemana-mana.
" APA APA ?! " ucap Bella sinis.
" Nape si lu? datang-datang bukannya di sambut malah nyolot "
" Ni bocah masi ga nyadar,bego apa gimana " memutarkan bola matanya heran, ia pun melesat pergi kembali kerumahnya.
Aku berlari mengikutinya masuk kedalam rumah.
" Bel kenapa si? "
" Ye elu di telpon gk ngangkat di chat gak jawab, ya gimana orang gak marah " ucap Bella mengeluarkan unek-uneknya.
Aku yang mendengarnya, hanya menampakkan senyum pepsodent. Aku baru mengingat kalau aku lupa untuk mengabari temanku sebelum berangkat. Sedikit menyesal sudah membuatnya khawatir.
" Eehehe sorry " - ucapku sambil menggaruk tengkukku yang tidak gatal.
" Dah lah lupain aja, yang penting lu baik-baik aja. "
Tik tik tik...
Suara hujan terdengar dari dalam, tampaknya hujan sudah mulai menampakkan dirinya, membasahi kota A.
" Yah hujan, keknya kita gak bisa jalan jalan keluar deh Ya " ucap Bella murung. Niatnya untuk refreshing denganku malam ini jadi batal.
" Kan masih bisa nobar hehe, maraton drakor kan asyik " ucapku menampakkan muka berseri-seri.
" Maunya lo itu mah, yaudah lah dari pada gak ngapa-ngapain " ucapnya dan meraih laptop di atas meja belajar. Mencharger nya sebelum digunakan.
Setelah kegiatan ku selesai menghadap Tuhan Sang Pencipta Alam. Ku langsung berlari kearah dapur untuk mengambil beberapa cemilan sebagai teman menonton.
Selepas mengambil beberapa cemilan aku kembali naik menuju kamar Bella dan ikut merebahkan diriku disampingnya yang sudah duluan menonton drama series fav kami.