
Sekarang kami sudah sampai di tempat kejadian, tempat dimana titik akhir orang itu berada dan menghilang.
Minggu, pukul 08.45 Pagi.
Hari yang sama, tempat yang sama, suasana yang sama. Sedikit gerimis dengan uap yang mengepul dipermukaan. Namun kami merasa ada yang ganjil, ada yang berbeda dari yang telah ku ingat.
- Orang itu tak ada -
" Huh ?! apa perkiraan gue salah? "
" Entahlah, Mungkin dia tidak datang hari ini " ucap Bella berujar santai.
" Yah lo benar sih, itu bisa aja, kemungkinan dia kembali hanya 10% , Semuanya hanya sebuah perkiraan " ucapku sambil berpikir.
" Jika dia berniat untuk mencuri, sudah pasti dia sudah muncul. Dan pastinya dia sudah tau dan menyelediki kapan dia dapat beraksi. Hanya pada hari Minggu dan jam segini, tempat ini akan sepi. Walau banyak pedagang disekitar sana dan pembeli yang akan berlalu lalang. Tak banyak orang yang akan memperhatikan karena ramainya orang yang berkeliaran. Satpam juga akan datang lebih siang dari pada jam biasanya, apalagi didukung dengan cuacanya sekarang,.... " menarik nafas sejenak dan kembali melanjutkan analisaku.
" Kecuali tujuan dia bukan untuk mencuri. " Sambung ku menatap Bella lekat.
Kami berdua terdiam Setelahnya.
Rasanya kepala ku merasa segar, setelah menemukan titik terang. Tatapan kami kembali bertemu. Tidak banyak bicara di antara kami, seakan memiliki sebuah Chemistry, kami bergerak mundur dan bersembunyi diseberang jalan, Mengamati dari sana dan menyatu dengan alam, tampak sangat alami.
Karena tempat disini sepi dan hanya ada kami disini, waktu seakan berjalan dengan lambat.
Udara yang dingin di pagi hari juga terasa sangat menusuk saat angin tiba-tiba berhembus. Rasanya seperti ditusuk seribu jarum namun tak kasat mata.
" Apa kita akan terus menunggu ? " Bella bertanya.
" Entahlah, kita sudah berada disini 30 menit, rasanya tubuhku membeku dibuatnya. " Bibirku memucat mengikuti suhu tubuhku yang sudah berubah dingin.
" Emmm, Kita kesana, ikuti aku " perintahnya dan berjalan ketempat tadi.
Aku hanya mengangguk dan mengikutinya, menunggu apa yang ingin ia perlihatkan padaku.
Bella terlihat sedang mencari sesuatu ditembok pembatas, aku yang mengerti maksudnya mencoba membantunya. Bella ingat setelah orang itu melihat kedalam sekolah, orang itu atau Mr. X menekan sesuatu dan muncul lingkaran hitam didepannya, ia sangat mengingatnya. Sebelum dia melarikan dirinya, ia sempat melihatnya masuk kedalam dan menghilang dibaliknya.
Aku yang mendengarnya langsung menoleh, aku mengangukkan kepala meyakinkannya untuk menekan tombolnya, karena Bella sedikit ragu melakukannya.
Tombol bulat yang berada ditengah ukiran kotak itupun akhirnya ku tekan pelan, rasa ragu, khawatir, takut, itu bercampur dalam diriku.
Siapa yang tidak was-was , membayangkan hal-hal yang tak pernah kau kira? aku mengerti perasaannya. Aku yang hanya menonton nya saja jantungku sudah berpacu sangat kuat. Itu diperkeruh saat aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri.
Sebuah Lubang hitam, Portal penghubung ruang dan waktu terpampang tepat didepanku. Rasa tidak percaya itu masih ada, namun perlahan rasa itu runtuh saat kami masuk kedalamnya.
***
" Uhh " lenguh ku saat merasa kepalaku berdenyut nyeri, pusing sekaligus bingung.
" Kita dimana ? " tanyaku
Bella hanya menggidikkan bahunya tanda tak tahu. Dia berdiri dan berjalan kesebuah pintu didekat kami kini tiba. Pintu itu mengarahkan ke permukaan tanah.
Yah, di sebalik pintu tadi adalah sebuah tangga panjang yang mengarah ke ruang bawah tanah. Sedikit gelap jalan yang kami telusuri, tidak adanya lampu yang menerangi tempat sempit itu mempertambah kesan gelap disana, hingga ujung lorong mereka temukan. Ada sedikit cahaya disana.
Samar-samar mereka juga mendengar seseorang yang sedang mengobrol. Langkah mereka pasti dan semakin mereka perbesar hingga tiba diujung lorong. Tentunya dengan tanpa suara sedikitpun karena mereka tidak tahu dimana mereka berada, yang pastinya mereka harus sangat berhati-hati.
Aku dan Bella mengintip dibalik tembok dengan sedikit menjulurkan kepala kami disana. Sebuah tempat seperti laboratorium namun sedikit kecil untuk tempat umum, mungkin ini tempat pribadi.
Mata mereka terbelalak kaget melihat sosok seseorang yang dari tadi suaranya Ia dengar. Tak ayal, keterkejutan mereka bertambah saat mendengar percakapannya dari sebuah telepon. Yah, dia hanya sendiri dan suara dua orang yang mengobrol itu hanyalah suara orang yang berada di sebalik telepon. Lebih tepatnya itu adalah suara dia dalam sebuah rekaman video.
Bersambung ....
_____________________________________________
_______
Kira-kira siapa itu ?👀
_____________________________________________