
Setelah bercerita panjang lebar, ku tatap Mia tepat di manik matanya. Tatapannya kosong memikirkan apa yang sebenarnya terjadi.
Ingin rasanya Ia mengabaikan hal itu, namun apa Ia bisa. Sahabatnya sendiri mengatakan hal tersebut, apa ada kemungkinan dia berbohong dan mengarang hal tersebut? tapi ku kembali berpikir, apa gunanya?. Tak ada untungnya.
Dia menarik nafasnya dalam, rasa berdebar setelah mengalami hal aneh itu masih ada saat ia mengingatnya kembali, Semua itu masih kuat melekat di otaknya.
" Saat itu aku ingin memberitahu mu ada hal aneh pada pria itu, awalnya aku ragu tapi dari apa yang kamu sampai kan, aku yakin pria yang kamu kagumi itu adalah orang yang sama dengan orang yang pernah ku temui. " ucap Bella dengan kesungguhan dimatanya.
" Hum " - aku bersungut-sungut menerima ucapannya.
Tak ada yang salah dari ucapannya, wajar jika seseorang melakukan itu, aku juga akan melakukan hal yang sama jikalau itu terjadi padaku. Memastikannya terlebih dahulu.
" Huhhh..Oke, jadi tujuan gue sebenarnya ngajakin lo nginap bukan hanya ini, gue mau ngajak lo kesana. Sebenarnya gue sedikit takut tapi jujur, gue juga penasaran ... " ungkapnya
" Lo pasti juga kepo kan " sambungnya lagi sedikit menggoda ku.
" Yaiyalah, lo gak ngajakin juga gue bakal kesana " sahutku terkekeh, ku rebahkan punggung ku ke kasur empuk, mengistirahatkan badanku.
" Skuy tidur, besok mau bangun pagi kan. Jadi jangan terlambat " ucapku.
" Hah? Besok emang ada rencana kemana ? "
" Besok kita berangkat " seruku sambil menatapnya.
Bella hanya menganggukkan kepalanya, bersiap berdiri menaruh laptopnya sambil berucap...
" Bangun, jangan bilang lo malas sikat gigi " sindirnya.
Aku hanya menatap matanya datar dan bergerak menjauh darinya menuju kamar mandi, wastafel. Tidak lupa ku ambil air wudhu untuk menunaikan shalat.
•
•
•
" Hahh..hah !! "
Aku tersentak dari tidur merasakan ada pergerakan di sampingku, Kutolehkan kepalaku kearahnya, Mia yang kulihat.
Keadaannya tampak kacau dengan rambut yang acak-acakan dan peluh yang membanjiri disekitar pelipisnya. Helai rambut tipis beberapa menempel disana menunjukkan betapa buruk keadaannya.
Aku mengulas senyum dan mengangukkan kepalaku memakluminya. Setelahnya ku serahkan gelas yang berisi air yang sebelumnya ku tuangkan untuknya.
" Sorry " satu kata keluar dari mulutnya.
" Hum, Mimpi itu lagi? "
Ia menganggukkan kepalanya, menyetujui ucapan ku. Meletakkan gelasnya ia kembali membaringkan tubuhnya saat menyadari waktu masih menunjukkan pukul dua malam.
Kami kembali melanjutkan tidur hingga pagi menjelang.
________________________________________________
_________________________
Aku mengerjapkan mata saat merasakan cahaya matahari yang masuk menembus celah di kamarku. Kulihat Mia Sedang melaksanakan kewajibannya sebagai muslim. Ia tampak segar, menunjukkan dia sudah selesai dengan kegiatan paginya, Mandi.
Ku raih handuk dan kusiapkan pakaianku. Setelahnya ku berlari ke kamar mandi untuk bersiap.
Rencananya Hari ini kami akan menyelidiki apa yang terjadi sebenarnya dan siapa Mr. X itu? Tentunya sebelum itu kami perlu membeli sesuatu di pasar, pesanan Ibu Mia. Yang berdekatan dengan lokasi yang bakal mereka tuju.
Kami berangkat hanya berjalan kaki mengingat jarak rumah dan sekolah tidak terlalu jauh, dan tentunya sedikit menyusahkan jika beraksi dengan sepeda atau mobil yang pastinya akan membatasi pergerakan mereka, yang bakal mengintai orang itu ( Mr. X ).
Mia sudah memikirkan hal ini, dan berpegang teguh dengan ungkapan berikut : " Penjahat akan kembali ketempat kejadian "
Aku berpikir sepertinya tidak ada hubungannya dengan itu, Entahlah terserah apa kata dia, yang pasti kami memutuskan untuk ketempat tersebut dan menyelidikinya. Kami memastikan apakah dia adalah orang yang baik, sehingga Mia dapat menyiapkan hatinya agar tak jatuh ditempat yang salah. Dan...,
' Apa kejadian itu nyata '
Yah itu yang utama, memastikan kembali apa yang telah Ia lihat, dan bukanlah sebuah halusinasi semata.
•••••
Catatan penulis :
Info update \= Senin dan Kamis ( tertera di deskripsi )
Jangan lupa tinggalkan Like 👍🏻 dan klik tombol Favorit ❤️ See you later ...