Ini Ceritaku, Kembang Tidurku!

Ini Ceritaku, Kembang Tidurku!
Flashback...


Mr.X telah menghilang dibalik kerumunan. Dan entah kemana ia pergi, kami tidak tertarik untuk mengikutinya. Jiwa kami masih melayang karena kejadian yang baru saja kami terima.


Aku dan Bella memutuskan untuk kembali kerumah. Awalnya kami mencoba mencari kembali pesanan ibuku, sebab sebelumnya pasar belum terlihat karena cuaca yang tidak mendukung. Tapi apa daya, setelah lama mencari, barang yang ibuku inginkan tidak kami temukan.


Sekarang tibalah kami dirumah Bella. Selama diperjalanan tidak banyak yang kami obrolkan, kami masih terbuai dengan lamunan. Apalagi Bella yang masih syok melihat rekaman video yang ia lihat sebelumnya.


# FLASHBACK ON


Sebuah video klip diputar dalam sebuah layar mini tembus pandang, seperti hologram. Terlihat sebuah jalan gelap dengan cahaya remang-remang dari lampu jalan.


Video itu tidak bergerak dan diambil dari jarak sedikit jauh dari arah atas, seperti diambil dari sebuah cctv jalan. Tempat sekitar tampak sunyi, hanya diisi dengan suara suara malam pada umumnya.


Beberapa detik kemudian, terlihat seorang pemuda berumur sekitar 25 tahun sedang mengendarai mobil sambil bersenandung kecil mengikuti irama lagu yang sedang ia putar di mobilnya.


Dengan pakaian formalnya, ia terlihat sangat tampan beserta senyum yang terlukis diwajahnya. Sepertinya ia baru pulang dari suatu pertemuan setelah bersenang-senang.


Disebelah arus jalan yang berlawan, tampak sebuah mobil dengan dua orang didalam. Itu bisa di lihat dari jendela yang terbuka disana. Mereka seperti sedang meributkan sesuatu. Karena tak fokus mobil tersebut keluar dari jalur dan akhirnya kepanikan terjadi.


Sebelumnya pemuda tadi mencoba tuk menghindar namun tak sempat karena dia pun cukup kaget dengan kejadian itu, ia hanya bisa melempar setir dan berakhir tertabrak tiang lampu jalanan dengan bokong mobil yang kena imbas dari tabrakan mobil didepan. Suara tabrakan terdengar nyaring menembus udara, namun apa daya kejadian itu terjadi di sebuah jalan sepi, jauh dari keramaian.


Darah bercucur di dahinya hingga meleber ke pakaiannya. Sungguh sakit ia rasakan, pemuda itu tak mampu menegakkan tubuhnya, ia hanya bisa diam ditempat, telungkup pada roda setir dengan tangan yg menutupi dahinya.


Cahaya lampu yang menerangi mobil itu tampak redup.


Bezzzzzzz...bezz....! Taakk..!!


Gelap...


Brumm....


Beberapa detik setelahnya, terdengar deruman mobil bergerak mundur dan kembali berhenti. Hanya lampu mobil yang menerangi lokasi itu.


Dua orang tampak berjalan keluar dari dalam mobil, mereka lari tergepoh-gepoh. Rasa panik tentu melanda mereka, namun kejadian itu tidak menghilangkan pertikaian antara keduanya.


" Mas, ini gara-gara kamu! sekarang kita harus bagaimana...! "


Ucap seorang wanita sambil menunjuk nunjuk seorang pemuda berambut pirang dengan setelan jas yang melekat di badannya, tampak gagah dan tampan.


Wanita itu menggelengkan kepalanya menunjukkan keengganannya, tak lupa ia sebutkan dengan penekanan disetiap katanya.


" BERISIK !! "


Membentak, pemuda itu naik darah melihat keributan yang di buat oleh istrinya. Kepalanya berdenyut sakit memikirkan segala hal yang terjadi.


Sunyi menyelimuti, tiba di depan mobil pemuda itu membuka pintu dan melihat korban dari kecerobohannya bersimbah penuh darah.


" Mas, aku gak mau berurusan dengan polisi, apa kata teman-teman ku! pokoknya aku gak mau ikut campur. Itu karena mu, jadi kamu sendiri yang harus menanggungnya !! "


Ucapannya merendah takut akan kemarahan suaminya, namun ia tetap kokoh dengan kemauannya.


" ISTRI SIALAAN...! LO MAU NGEBUANG GUA!! "


Tatapan tajam itu ia lemparkan pada istrinya, dadanya naik turun menahan amarah yang bergerumul dalam benaknya. Dahinya berkerut dengan alis melengkung tajam hampir bersentuhan menyerupai jembatan yang membentang menghubungkan dua mata tajam itu. Urat merah tampak menyembul dari sudut matanya.


" SIAPA YANG JAGA ARA MAS.. !! MAS LUPA SAMA ARA...! MAS MAU NINGGALIN ANAK KITA..., "


" Mas...Ara masih kecil "


Nada itu melembut namun, Tak ada air mata dari kata-kata itu, semuanya hanya sebuah alibi dari keegoisan semata.


Pemuda itu berdecih...


" Heh, omong kosong! " - pemuda itu tertawa mengejek. Sorot mata tajam itu kembali ia lemparkan pada istrinya.


" Sejak kapan kamu perduli sama anak itu! itu hanya alibi mu saja supaya bisa kabur dari ini! " - ungkap pemuda tersebut.


Segala keributan itu membuat mereka lupa dengan pemuda yang telah menjadi korban dari perbuatan mereka. Darah terus mengalir dari tubuhnya, tampaknya kesadarannya telah hilang dari tadi sehingga tidak merasa terganggu dengan keributan yang ada didepannya.


" Argh..., urus itu nanti, pemuda ini butuh pertolongan segera! " perkataan istrinya tak lagi ia hiraukan, apa yang istrinya katakan setelahnya bagaikan angin lalu, semua kesadarannya telat ia pusatkan ke pemuda itu.


Tak menunggu lama, dengan segera ia berlari dari mobil pemuda itu dan membopongnya segera ke mobilnya.