
"Aaauu " pekik ku saat pantatku terhempas ke tanah.
Aku berusaha berdiri dan kembali menatapnya, ia tampak kaget melihat keberadaan ku dan terlihat ingin melarikan diri. Meloncat dari pohon satu ke pohon lain, setelah melihat aku cukup jauh dengannya, ia pun bergegas turun dan berlari kencang dengan mulus kejalan ramai, satu arah ke jalan menuju sekolahku.
Aku yang masih kaget melihat nya, masih berdiri mematung ditempat. Setelah sadar dari keterkagetan, aku pun berusaha mengejarnya dengan berskateboard. Karena responku yang lambat, aku tertinggal jauh dibelakangnya dan tidak sempat menghalaunya walau dengan kemahiran ku dalam berskateboard sekalipun.
" Dia beruntung heh! " ucapku sambil mengelap keringat yang menetes didahiku.
____________________________________
____________
" Maksudnya Bell? "
" Gak papa, lupain aja " jawabku cengengesan.
Maaf Mia, aku gak bisa ngasih tau kamu sekarang, aku perlu mesti in kebenarannya. Karena ini hanya dugaan ku.
" Tebak gue sih, kali aja tu mimpi mo ngasih tau sesuatu ke elo " ucapku dengan pandangan mata lurus kedepan, tampak menerawang. Moga aja dengan ini kamu bisa berhati-hati dan waspada.
" Ngasal kamu Bel, pesan apa coba yang dapat disampaikan dari tu mimpi. Yang ada buat orang takut tau! " Kataku sebel, walau ada benarnya tapi gak mungkin juga kan.
" Ya kali aja " ucap bella tersenyum penuh makna.
"Tau ah, balik aja yuk! " ucapku pada Bella dan kembali ke kelas.
Sesi curhat pun berakhir. Setelah sampai dikelas bel pun berbunyi, pertanda pelajaran akan kembali dimulai. Waktu terus berputar hingga jam pulang pun tiba.
" Kita akhiri pembelajaran hari ini dan selamat berakhir pekan " ucap guru yang berada dikelas Mia.
Setelah guru keluar, semua murid pun bubar meninggalkan kelasnya dan pulang kerumah. Aku masih terpikirkan dengan yang Bella ucapkan sebelumnya. Apa benar mimpi itu mau menunjukan sesuatu, firasatku mengatakan akan ada hal yang mengejutkan yang bakal terjadi dan itu adalah sesuatu yang buruk. Aku merasa ada yang mengganjal dari mimpi itu.
"Duluan yah, bye semua! " ucapku dan Bella, kami pun pergi ketempat dimana sepedaku di letakkan. Kami keluar barengan dan berpisah di tempat parkir.
" Bakal kena omel nih dirumah " pikirku ketika melihat sepeda ku yang kotor. Bagian atas sepeda sih bersih, masih bisa dipakai buat pulang. Tapi yah tetap aja namanya kotor, walau hanya di bagian bawahnya saja. bersih-bersih deh hari ini, besoknya juga harus dipakai, ucapku dalam hati.
_________________________________________
______________________
" Semoga saja tebakan ku tidak benar, dan Dia bukanlah orang yang sama yang pernah aku temui, semoga saja " ucap bella dan meluncur dengan skateboard nya.
________________________________________
Sesampainya di rumah...
"Ugh, pegel semua badanku " ucapku sambil menghempaskan tubuhku di tempat tidur. Setelah tiba di rumah, aku langsung menuju kamarku, orang tua ku sedang tidak berada dirumah, ayahku masih bekerja dan ibuku, entahlah aku tidak tau, sedangkan adikku mungkin sedang bermain dengan temannya.
Tringg..!
"Eh.. siapa yang chat yah? "
" Owhh.. Bella "
Tanganku pun mulai berselancar dilayar kotak canggih itu, Mengetuk pesannya, aku pun membalas pesan yang dikirimkan oleh Bella.
*****
" Mia main ke rumahku yuk! lagi sepi nih, gak ada teman main, bosan.. " // Bella
" Yaelaah.. biasanya juga lu sendiri kan-_ " // Mia
" Ayolah Ya temenin, kasian teman lo:( tega amat sii " // Bella
" Iya dah, sore kan ? " // Mia
" Nginep ya? hehe, please temenin gue nanti malem " // Bella
" Okey, dah lama juga enggak nginep, gue pinjam baju kamu aja yah, seperti biasa. " // Mia
" Oke, siap !! " // Bella
" Kalau gue mau otw, nanti gue kabarin lagi " // Mia
*****
Dibaca.
Aku langsung keluar dari chat tanpa menunggu jawaban dari Bella.
" Oke, gue ngapain yak "
" Dah lah, mandi aja bentar lagi sore, siap siap aja deh "
Aku pun beranjak dari tempat tidur dan meraih handuk yang ku gantung di jendela.
" Eeh...tunggu keknya ada yang kelupaan deh, tapi apa yak? " Aku terhenti ditempat karena pemikiran itu.
" Dah lah lupain aja, nanti juga ingat " aku pun kembali berjalan ke kamar mandi. Ku raih gagang pintu kamar mandi dan menguncinya. Baru saja ingin melepaskan pakaian namun aku dikejutkan dengan teriakan ibuku.
" MIAA , KOK BISA SIH SEPEDA JADI KOTOR BEGINI ?! "