Ini Ceritaku, Kembang Tidurku!

Ini Ceritaku, Kembang Tidurku!
Orang Yang Sama


" Heh, Tinggal satu langkah dan rencana ku akan berhasil. Ha-ha-ha !! " ucap seorang kakek tua menyunggingkan senyumnya.


Seorang kakek tua dengan tubuhnya yang terduduk kaku dalam sebuah kursi roda.


" Bye - bye kehidupan sialan " ucapnya dengan senyum jahat yang ia ukir diwajahnya.


Aku terkejut dan reflek menutup mulutku, sungguh aku benar-benar terkejut mendengar lanjutan dari ucapannya. Apa maksudnya ?


" Karena kejadian itu, aku gagal menjadi orang berkuasa di kota ini. Karena dia aku jadi lumpuh. Tapi tak apa..." ucapnya, sudut bibirnya ia tarik menjadi senyum, tampak mengejek.


" Takkan kubiarkan kehidupan ini menghalangi ku untuk mendapatkan kembali apa yang seharusnya kudapatkan. Kekuasaan, kejayaan, dan segala perhatian itu. Akan aku dapatkan kembali liat saja. " Kakek tua itu Berteriak meluapkan segala emosinya, bola mata itu menunjukkan urat merah kemarahannya.


Keterkejutan itu semakin menjadi mendengar apa yang dia ucapkan. Apa yang sebelumnya kami lihat dan apa yang sekarang kami dengar seakan menjadi satu, rangkaian puzzle itu seakan melayang menjadi sebuah alur cerita yang tragis. Tentunya itu sangat berdampak dengan Bella yang berkaitan dengannya.


Keterkejutan Nya itu menyebabkan sesuatu terjadi...


Srakkk


( suara gesekan pakaian bella mengenai daun-daunan )


Tanpa sengaja Bella menyentuh tanaman pot yang berada didekatnya. Hingga menimbulkan bunyi gesekan yang pastinya terdengar oleh seseorang yang berada didalam.


" Ck sial! "


Umpat Bella bergumam menyadari kecerobohannya.


Seseorang di dalam ruangan, membalikkan tubuhnya menghadap pintu tempat kami berada, dan berjalan mendekat ke sumber suara.


" Siapa disana ? " tanya seseorang yang berada didalam.


Jantung kami berdetak kencang tanpa bisa kami kontrol. Aku dan Bella tanpa sengaja berada dalam sebuah jalan buntu yang dihadapkan dengan jurang yang tepat dibelakang kami, tanpa bisa bergerak kemana-mana.


Bagaimana tidak, jika kami berbalik pergi ketempat semula, itu takkan sempat. Dan ya itu hanya jalan satu arah, sebuah lorong gelap yang panjang, yang membutuhkan waktu untuk menggapainya.


Tentu saja jika kami mengenali tempat kami berada, karena kami baru saja berpindah ruang waktu hingga tiba ditempat ini. Kami tentunya sangat sadar, kami tidak berada di sebuah tempat biasa.


' Kami berada di masa depan '


Aku dan Bella tentu dapat mengetahuinya dari arsitektur bangunan dan benda benda yang terpajang di ruangan sebelumnya. Tampak sangat modern dan klasik. Kami sebagai siswa yang tertarik dengan desain, apalagi Bella yang orang tuanya bersinambung dalam dunia itu, tentu saja dapat menyadarinya.


Aku dan Bella hanya bisa berharap, orang itu tidak dapat melihat kami di balik pintu ruangan ini. Mulut kami tak berenti berucap berharap orang itu tidak menemukan kami dan dijadikan kelinci percobaannya.


Tap tap tap...


Langkah itu semakin jelas kami dengar, dan berhenti tepat di depan pintu.


" Hm ? " ucapnya bergumam.


Mata itu mengamati tajam sekitarnya, tak ingin meninggalkan hal kecil apapun, tampak sangat berhati-hati.


" uhmm !! " gumam Bella memberontak.


" diem! tahan napas " ujar ku pelan.


Ia mengernyit merasakan adanya pergerakan di sekitarnya dan menoleh kesana. Dadaku rasanya sesak menahan nafas terlalu lama. Hanya tinggal beberapa detik lagi pasti aku akan mati.


" Seekor katak ? " Ia mengernyit heran, tangannya ia ulurkan dan dibalik lengan bajunya, muncul sebuah jarum besar yang siap ia lemparkan.


Crassh... darah mengalir disekitarnya. Katak itu mati dengan jarum yang berdiri tegak di punggungnya. Cipratan darah mengenainya, nun tak ia hiraukan. Menundukkan tubuhnya dan menarik kembali jarum yang menancap disana.


Tubuhku tercekat menegang kaku melihat itu.


' Psikopat '


Itu kata yang muncul dibenak ku. Setelahnya dia berbalik mengotak-atik sesuatu, seluruh tubuhnya ia fokuskan untuk itu. Aku dan Bella bernafas lega karenanya.


" Selesai, kebocoran telah ditangani " ucapnya, sebuah garis ia tarik menjadi senyuman.


Dia bergerak maju menekan tombol disebuah tembok dan muncullah sebuah lubang hitam pada tembok itu. Sebuah portal penghubung ruang waktu.


" Portal " gumam kami berbarengan.


Kakek tua itu masuk kedalam dan menghilang dibaliknya, tak menunggu lama kami pun pergi mengikutinya, ikut masuk kesana.


Namun lagi-lagi kami kembali dikejutkan dengan kehadirannya.


' Mr.X ? '


" Apa yang ia lakukan disini? " ucapku membatin.


" kemana hilangnya kakek itu? " lanjutku berpikir.





Hari sudah mulai meninggi dilihat dari padatnya jalan yang dilewati khalayak ramai.


Setelah masuk kedalam portal kami kembali ketempat semula, disamping sekolah. Saat kami tiba, didepan kami terdapat Mr.X sedang berjalan dan terlihat ingin menyebrang.


" Ya, kamu merasakan sesuatu yang aneh? "


" hm? apa itu ? " ucapku bertanya kebingungan.


" Lihat ujung jari lelaki itu, diujung jarinya ada darah " ujar Bella menatapku, tatapan itu mengisyaratkan makna tersembunyi.


" Maksudmu? Mereka berdua orang yang sama?! " ucapku berdesis pelan ditelinga nya. Mataku menatap dalam manik mata Bella.


" Hm " Bella mengangguk yakin dengan analisisnya. Lelaki yang mereka bicarakan adalah Mr.X.


Syok kembali menghantuiku, bagaimana semua hal menjadi satu. Kakek tua itu adalah Mr.X di masa lalu.


TBC.