
Tak menunggu lama, dengan segera ia berlari dari mobil pemuda itu dan membopongnya segera ke mobilnya.
" Buka pintu belakang " ucapnya pada istrinya.
Dengan suara Tak! pintu pun terbuka. Segera Ia letakkan pemuda yang berada digendongnya. Setelahnya Ia berlari ke pintu depan disusul oleh istrinya. Tak menunggu lama, mobil pun bergerak menghilang dari pandangan.
# FLASHBACK OFF
Di sini, di kamar Bella. Akuu sedang membereskan barang-barang ku. Bersiap kembali pulang kerumah, sebab hari sudah mulai meninggi.
Pikiranku pun tidak mendukungku untuk melakukan sesuatu, Kacau.
" Bel, gue pulang yah "
Ucapku lalu keluar dari kamarnya. Kulihat Bella hanya mengangguk dari kasur tempatnya duduk.
Aku menuruni tangga dan keluar menghampiri Kang Adi, berpamitan pulang. Saat didepan gerbang dari jendela lantai atas, ku lihat pantulan Bella berdiri disana. Tersenyum padaku sambil melambaikan tangannya. Mulutnya bergerak menyampaikan sesuatu.
Hati - hati mungkin itu dia katakan.
Aku hanya mengukir senyum padanya. Ku seret sepedaku dari perkarangan rumahnya, dan mengayuhnya.
•
•
•
Setibanya di rumah...
" Assalamualaikum, mia pulang! "
Aku pun meletakkan tas, sepatu, dan berganti pakaian, setelah semuanya selesai aku pun menuju ruang keluarga dan menghempaskan tubuhku di sofa.
Dengan muka yang termenung aku duduk disamping ayah yang sedang asyik memainkan handphone nya.
" Bagaimana, ada yang menyenangkan terjadi? " tanya ayah basa-basi.
" Tidak ada yang menyenangkan, semuanya berjalan seperti biasa " ucapku datar.
Suasana menjadi senyap dan ayah kembali sibuk dengan handphone nya kembali.
" Ya.." panggil ayah tiba-tiba.
" Ada apa yah? " tanyaku.
" Besok kalian liburkan, bagaimana kalau kita pergi jalan-jalan? " ajak ayah padaku.
" Emang jalan-jalan kemana yah? " tanyaku.
" Dimana yaa.. em bagaimana kalau kita pergi ke rumah Tante Ayu di Kota C, kebetulan kata teman ayah disana ada pasar malam " saran ayah.
" Yey... kapan perginya yah? kalau berangkatnya Hari Minggu nanti pulangnya larut banget, takutnya telat senin nya " ucapku panjang lebar.
" Bisanya Minggu depan ya? " tanya ayah.
" Iya juga ya, kalau begitu habis ulangan aja, berangkat sabtu sore aja bagaimana? " Saran ayah.
" Oke ayah, kalau begitu aku ke kamar dulu, mau persiapan ujian besok " ucapku berjalan pergi.
" Iya, ayah juga ingin memberitahu ibumu dan adikmu juga mengenai rencana ini. " jawab ayah.
" Belajar rajin-rajin " ujar ayah.
•
•
•
Menunggu Ashar, ku gunakan beberapa jam itu untuk belajar materi ujian besok.
Tiga jam telah berlalu dan kini jam menunjukkan pukul 15.35
'Capek juga belajar begini ' ucapku membatin.
Ku tutup semua buku dan ku susun rapi dan pergi merebahkan diri ke kasur.
" Ugh, badan gue sakit semua " keluhku, rasanya tubuhku remuk karena terlalu lama duduk diam di bangku belajar.
" Aish, belakangan ini banyak sekali masalah "
Aku menghela nafas mengingat banyaknya kejadian yang aku alami akhir-akhir ini.
Adzan ashar pun berkumandang, ku ambil air wudhu dan melaksanakan shalat. Tak ada shalat yang aku tinggalkan, hingga waktu tidur pun tiba. Aku pun bersiap pergi ke alam mimpi.
Pada waktu makan malam tadi, ayah sudah bercerita pada semuanya dan rencana bepergian pun disetujui.
*****
Disisi lain, Bella pun juga merasa demikian. Banyak hal yang mengejutkan yang dia ketahui. Semuanya terasa mendadak dan sebagian terasa aneh.
Ingin sekali dia bertanya pada orang tuanya, apa itu benar?
Kalau benar, apa yang bakal terjadi, aku ingin sekali memperingatkan mereka. Walau mereka tidak menyayangi ku namun mereka tetap orang tuaku
Kalau salah, berarti apa yang ada di video itu? Hah, semuanya terasa rumit.
" Apa aku bertanya saja " ujar Bella berbicara pada dirinya.
" Argh !! "
Semua ini takkan berakhir kalau hanya diam saja, setelah ku bertanya semua itu pasti kan terungkap kan?
Bella melemparkan dirinya ketempat tidur, tangannya yang telentang ia tarik dan mencoba meraih bantal didekatnya. Setelahnya ia lemparkan lagi bantal itu ke wajahnya untuk menutupinya.
" Liat nanti malam aja deh "