Gavin- Survive On The Terrible Island

Gavin- Survive On The Terrible Island
Chapter 62


" bagaimana dengan monster yang lainnya. seperti monster kepala kadal ataupun si kepala kambing itu ?? " tanyaku lagi pada william


" hmm. kalau soal itu kau tidak perlu cemas. mereka tidak akan mencampuri apa yang bukan menjadi tugas mereka.. " jawab william dengan tenang kepadaku


" apa maksudmu. apa mereka akan membiarkan begitu saja saat ada penyusup yang mencoba keluar masuk ke tempat ini ?"


" itu benar. mereka punya tugas dan tanggung jawab masing - masing. dan mereka akan senang jika salah satu selain dari diri mereka ada yang gagal dalam menjalankan tugasnya.. "


" humm?? bagaimana bisa begitu ?? "


" itu merupakan karakteristik para monster yang tertanam dalam diri mereka. mereka akan tertawa saat rekan mereka yang lain gagal dalam menjalankan tugas.


gagal dalam tugas akan mendapatkan hukuman siksaan. dan mereka akan senang jika disuruh untuk menyiksa rekan mereka yang lainnya, karena mereka mempunyai jiwa yang sombong dan tak ingin disaingi "


" uh. begitu ya "


ya itu tidak bedanya juga sih dengan manusia. terkadang manusia juga suka melihat orang lain menderita..


ah apa namanya ??.


menari diatas penderitaan orang lain.


" ya. itulah mengapa prof lim. ingin menciptakan monster yang terkuat diantara mereka semua. untuk jadi pemimpin utama agar bisa mengatur yang lainnya. "


dengan menelan air liur ketenggorkanku setelah mendengar ucapan william itu aku melanjutkan pertanyaan.." apakah akan ada monster yang menakutkan seperti itu ? "


" itu adalah diriku "


uh. dia ? hmm.. bukankah ini gawat.. membiarkan monster terkuat ikut denganmu ??


lebih baik bersikap untuk tetap tenang. ketenangan merupakan kekuatan yang tidak ada bandingannya..


" humm.. jadi begitu. pantas saja mereka sangat menikmati saat menghajarmu.. "


" yah... itu benar. " jawab william memasang senyuman miris diwajahnya. "entah kenapa aku merasa sangat sedih ketika kau mengatakan hal itu dengan tenangnya.. "


" bagaimana dengan para monster bertangan panjang? apa mereka ada disana juga ? "


" uh. kau mengabaikanku.. "


" humm ?? "


" ah lupakan. mengenai sibabi itu, dia sangat anti dengan para monster bertangan panjang. dia menyebutnya para monster yang menjijikan "


" humm begitu "


" lalu bagaiman sekarang ? " tanya william menatap padaku dengan tenang " akankah kita tetap lanjutkan rencana melarikan diri ini?? "


tidak ada pilihan. lagipula di tempat ini cepat atau lambat kami juga akan mati.. apalagi jika monster kuat diantara mereka ada yang menemukan kami nantinya..


" ayo kita lakukan.. " jawabku tanpa ragu


" kau yakin ? kau sudah siap untuk melihat jika ada yang mati diantara mereka ?? " ucap william dengan raut wajah yang sangat serius menatap padaku


" kematian ? tentu saja tidak. mati itu bukanlah pilihan.. kita semua akan keluar hidup - hidup. " aku mengatakan itu dengan tenangnya.. padahal saat ini perasaanku juga sangat tidak tenang. aku hanya sedang memotivasi diriku sendiri..


" oke kita akan bergerak... saat waktu tengah malam "


" tengah malam ? kenapa tidak melakukannya saat ini saja ? " tanyaku lagi


" tidak. waktu yang tepat adalah tengah malam.. karena babi itu sangat menikmati waktu tidurnya di waktu tersebut.. "


" bukannya kau hanya akan membuatnya semakin marah ?? " ucapku memasang ekspresi datar pada william


" oh benar juga. para monster akan memiliki kekuatan tambahan saat mereka marah.. "


padahal aku hanya menebaknya dengan asal..


" humm ? " aku yang merasa melewatkan sesuatu tersentak setelah memikirkan apa yang dikatakan oleh william itu " oi .. kau tidak mengatakan hal itu sebelumnya bukan ? "


" ah maaf. aku melupakannya.. hehe " ucap william sambil menggaruk kepalanya dengan kasar


" apa yang dimaksud dengan kekuatan tambahan ?? " tanyaku lagi..


" itu. monster akan meningkatkan kekuatan yang dia punya hingga batas maksimum.. hingga dia tidak perduli dengan nyawanya sendiri "


" benar.. "


" kalau gitu ayo kita persiapkan diri untuk melawan monster babi itu " ucapku sambil melangkah berjalan mendahului william


" oh bro kau sudah kembali.. " ucap nico yang berdiri sambil mengorek hidungnya saat melihatku dan william sudah kembali


" bukankah saudaramu itu terlalu santai gav .. ?? " ucap william yang berada di belakangku dengan suara pelan


" abaikan soal itu. dan juga, dia bukanlah saudaraku... "


" oh.. Ya? "


oi. aku bisa merasakan kau sedang mengejekku william sialan..


" vinn. apa kamu tidak apa - apa " tanya rara yang datang mendekatiku sambil menoleh sedikit ke arah william dengan rasa takut . pasti dia telah berpikir kalau aku dan william pergi untuk bertarung.


" aku baik - baik saja ra. "


" oh. syukurlah "


setelah itu. kami berkumpul melanjutkan pembicaraan kami untuk mempersiapkan diri..


"kita akan melakukan rencana untuk keluar dari tempat ini " ucapku berdiri dihadapan yang lainnya " kalian harus mempersiapkan diri dan memperkuat keberanian kalian .. "


" siap bro. "


" ya vinn "


" oke kak.. "


" umm. ya vinn "


" untuk kali ini jauh lebih serius daripada yang sebelum - sebelumnya. monster ini lebih kuat dan dia sangat brutal.. "


saat aku mengatakan hal itu. seketika raut wajah mereka mulai tampak menjadi cemas..


" tenang. kalian tidak perlu takut sampai sebegitunya.. aku sudah mempersiapkan rencananya dengan william.. " ucapku dengan tenang dihadapan marissa dan yang lainnya..


" benarkah bro "


" ya. tentu saja " jawabku sambil menoleh sedikit ke arah william yang melipat kedua tangannya di depan dada. dan kemudian dia merespon dengan menganggukan kepalanya sambil memejamkan mata.


mempersiapkan rencana ya..? hah .. lagi - lagi aku berlagak sok pahlawan dengan mengatakan kalimat penenang seperti itu...


" ayo kita pergi "


dalam lorong yang gelap dan dingin itu, kami mulai melangkahkan kaki kami untuk pergi dan mendapatkan jalan keluar.. jalan yang di pimpin oleh seorang manusia serigala


" kragh ! "


satu persatu jeritan monster memenuhi suasana dalam kegelapan itu.. sesosok monster serigala hitam membasmi mereka semua dengan mudahnya di jalur depan.


" crash ! "


bunyi tebasan pedangku hanya terdengar beberapa kali saja di waktu ini. karena aku hanya menjaga bagian belakang kami.. tidak banyak monster yang muncul dari belakang.


disatu sisi aku lega. karena pada akhirnya aku menemukan rekan yang benar - benar bisa membantuku menghadapi bahaya. disisi lain.. aku juga khawatir. bagaimana jika sosok monster yang ku anggap rekan itu lepas kendali.. ??


aku juga bisa melihat ketegangan diantara rara, marissa dan nico. sementara clara.. dia hanya terlihat tenang diluarnya saja. aku yakin saat ini dia juga sedang ketakutan..


" kreagh ! "


jeritan monster bertangan panjang, bunyi cakaran yang mengoyak tubuh serta suara tebasan pedangku. kini perlahan, berangsur - angsur mulai menghilang.


saat ini kami berada di lorong yang terlihat tidak seperti biasanya.. lorong ini sedikit lebih terang dan hangat. tetapi tekanan yang kurasakan terasa lebih mencekam daripada yang sebelumnya..


" disini tidak ada monster bertangan panjang ?? " tanya nico yang berada di depanku kepada william


tanpa diberitahupun aku sudah mengetahui bahwa..


" sebentar lagi kita akan sampai di ruangan monster berkepala babi "