
berbeda dengan situasi sebelumnya dimana saat aku menghadapi tiga bajak laut satu demi satu, kali ini aku harus benar-benar serius bertarung dengan niat membunuh.
tapi meski aku berniat untuk membunuh, gerakan pedangku seakan menolakku untuk melakukan itu..
saat ini aku sedang berhadapan dengan manusia.., aku bukan seorang psikopat yang akan senang jika membunuh seseorang.
" duak ! "
sebuah tendangan keras dari arah belakang membuatku tersungkur cukup jauh hingga sampai ke mulut gua.
" uuh "
sambil terduduk aku memegangi dadaku yang sakit saat terhempas ke tanah. dan ketika aku melihat ke dalam gua..
" humm?!"
aku terkejut membuka mataku lebih lebar menyaksikan cindy yang tergeletak tanpa busana di dalam gua itu..
matanya terbuka menatap langit-langit gua.
tidak ada kedipan sama sekali dari kedua mata itu.tubuhnya juga terlihat sudah kaku..
aku bangkit dengan cepat dari tempat dudukku memeriksa keadaan cindy
namun sayang sekali.. dia sudah mati..,
cindy memang orang yang menyebalkan untukku. tapi walau bagaimanapun kami telah memperjuangkan hidup bersama-sama.
jikapun aku tidak mengenalnya. melihat seorang wanita mati dengan sangat tragis seperti ini.. aku sungguh tidak kuat melihatnya..
jika sudah begini.., apa aku masih menganggap mereka itu manusia ?
" kehehehe.., apa kau meratapi kematian temanmu yang mati mengenaskan itu.. "
mendengar suara yang menjijikan itu dari seorang perompak yang masuk ke dalam gua.. membuatku semakin geram karenanya.
pergilah dengan tenang cindy. aku akan membalasnya untukmu..
perlahan aku menutup kedua mata cindy yang terlihat menyedihkan itu.
" hahaha maaf.. maaf kami tidak sengaja membunuhnya. kami hanya ingin bersenang-senang dengannya.. tapi sepertinya terlalu kasar menggoyangnya kyahahahaha"
" cih padahal kami hanya menggilirnya dengan belasan orang tapi dia langsung mati.. "
aku tertunduk dengan gigi yang merapat mendengar perkataan para bajingan itu..
tanganku mulai menggenggam erat gagang pedang yang berdiri tertancap di depanku.
pikiranku mulai kosong..,
gawat..,
apakah sekarang aku sedang menyeringai?
" keh.. " sambil menutup wajahku yang menyedihkan aku mulai berdiri menekan pedangku dengan kedua tangan sebagai penopang
"kahahahahahaha.., "
" lihatlah bajingan ini, dia sudah menjadi gila karena melihat temennya yang mati di sampingnya.. "
" kyahahaha.., benar bro.. dia sampai tertawa frustasi seperti itu.. "
" hey, nak.. biarkan kami mengantarkanmu menemui temenmu itu.. "
" apa jangan-jangan dia pacarmu ?? "
" kahaha.., tubuhnya terasa nikmat sekali .. aku sampai ******* dengan sangat cepat.. "
benar.., mereka ini bukan manusia.. kenapa aku harus menahan diri ??! Bahkan zombie saja tidak melakukan tindakan sangat keji seperti ini..
benar... mereka lebih parah dari zombie.. yang berarti mereka monster..
aku mulai menarik pedang putih yang semula tertancap di tanah
dengan tenang aku berlari lurus kedepan mengayunkan pedangaku ke arah salah satu monster didepanku..
" jrash.. "
" argghhh "
bersamaan dengan teriakan menyedihkan itu tubuhku basah bersimbahkan darah..
monster itu memegang lehernya sebelum terjatuh menggelepar di lantai gua..
" hiiih !! kau membunuhnya ?? "
" bajingan kau... ! "
mereka mulai mengayunkan senjatanya secara brutal.. sungguh monster yang lemah..
" argghh "
" bukankah kau tadi yang ingin mengantarkan aku menemui temanku ?? " ucapku menaikkan dagu monster itu dengan sebilah pedang yang ada di tanganku
" ja.. jangan bunuh aku.., aku hanya bercanda.. tolongg "
melihat wajah monster yang memohon ampun seperti ini.. hatiku tidak tergerak sama sekali..
" crash ! "
" haerrrgg! "
aku tidak ingin melihat dimana aku menebasnya.. yang pasti tebasan itu mengakhiri hidupnya..
" haaaah.., tidak.. "
bersamaan dengan teriakan ketakutan itu mereka yang tersisa berusaha untuk kabur dari dalam gua
" argghhh ! "
tentu saja aku tidak akan membiarkan satu monsterpun kabur dari pandanganku..
monster yang lebih mengerihkan daripada zombie ini..
semuanya harus kubantai..
" mon.., monster.. kau monster... !! "
" humm... ?? kenapa kau menunjukku monster padahal sejatinya kalianlah yang monster disini.. ??! "
" argghh "
tebasan kelima..
" kau anj*ng membunuh teman-temanku !?? "
lantai yang beralaskan dedaunan yang berserakan bersama dengan rintik hujan yang terus merembes masuk kedalam hutan.. aku berdiri memegang sebilah pedang putih menghadapi belasan perompak yang ada di depanku..
saat ini perasaan aneh mulai memenuhi tenggorokanku..,
sial..,
tanpa sadar aku mulai menyeringai lagi.., apa aku menikmati hal ini ??
tidak..,
aku pikir ini reaksi diriku yang lainnya karena sudah terlalu jauh menghadapi tragedi yang terus mengikis mentalku..
apapun itu., yang terpenting sekarang aku harus menghabisi para perompak itu disini..
" kau !! kau pikir kau bisa mengalahkan kami dengan tubuhmu yang ringkih itu.. ! "
apa yang dikatakan monster ini... tubuh yang besar dengan muka yang jelek itu semakin membuatku ingin cepat membunuhnya disini..
" terimalah kematianmu brengsek ! "
" serbu dia! bunuh dan mutilasi mayatnya untuk dijadikan makanan ikan ! "
bersamaan dengan seruan seorang perompak itu, belasan peromp.. tidak belasan monster mulai bergerak untuk menyerangku..
" huh.., lucu sekali.. "
" crash.. ! "
" jreb.. ! "
aku mulai menebas sambil menghindari para perompak itu satu demi satu..
" si.. sial.. kenapa gerakanmu cepat sekali.. ! "
" jangan banyak bicara.. dan pergilah ke neraka secepatnya !.. "
" crash ! "
" argghh "
teriakan-demi teriakan telah para monster itu mulai menghilang dari pendengaranku..,
kini hanya menyisakan satu monster yang mencoba melindungi dirinya sendiri..
dengan mengacungkan sebuah pistol ke arahku monster itu berdiri sambil berusaha menenangkan dirinya yang terlihat gemetaran..
" ja..jangan mendekat.. kalau kau mendekat aku akan menembakmu.. "
aku tidak perduli dengan ancamannya itu dan tetap berjalan dengan tenang ke arahnya..
" sialan..! diam ditempat!! aku akan menembakmu jika selangkah lagi mendekatiku " bersamaan dengan teriakannya itu perlahan dia mundur melangkah kebelakang
" kau salah jika berpikir aku akan mengikuti perintahmu dengan senjata tak berguna itu "
" heh?! apa maksudmu.. ini pistol beneran anj**g! "
" aku tau.. itu pistol beneran.., lalu kenapa kau tidak menggunakannya sebelum bawahanmu habis terbantai ??! "
" .. "
dia membuka matanya lebar - lebar seakan tahu bahwa siasatnya tidak berguna lagi,
aku juga yakin saat ini dia sedang bercucuran keringat dingin. hanya saja tidak terlihat karena sudah tercampur dengan air hujan yang membasahi dirinya
" humm ? "
aku melihat orang itu berlari menuju ke arah marissa yang masih duduk terikat. dia berlari cepat membawa sebilah pedang abu-abu ditangan kanannya
" cih.. " sungguh cara yang licik.. adegan ini terlalu mainstream.. dimana seorang penjahat mengalungkan senjatanya ke leher sandra..
" mundur !.. jatuhkan senjatamu !! "
apa dia pikir ancaman seperti itu bisa mengelabuiku?
andai saja dia lebih pintar..
" jangan mendekat !! .. kalau kau semakin berjalan mendekatiku kepala gadis cantik ini akan menggelinding ke tanah ?! "
orang itu mengancam dengan mengalungkan pedang ke leher marissa yang duduk terikat.
pria besar itu tampak sangat ketakutan. mulutnya gemetar sampai tidak bisa menutupnya dengan baik.
" apa kau pikir aku perduli dengan wanita itu ?? " ucapku berdiri tenang dengan sebilah pedang bermandikan darah di tangan kananku
semua orang yang mendengar perkataanku terdiam membatu. tampak mereka begitu terkejut mendengar ucapakanku itu.
terutama dengan marissa..
marissa yang mendengar ucapan itu keluar dari mulutku kelihatan begitu frustasi seaakan pasrah menunggu kematiannya.
" ka.. kau apa kau yakin?? aku akan benar-benar membunuhnya ni ! "
cih crewet sekali. dia mengatakan ingin membunuh terus.. tapi tidak dilakukan.
secara diam-diam tanganku mengambil sebilah pisau belati yang ada di pinggangku..
" jreb "
sebilah pisau belati menancap tepat di tengah dahinya..
andai kau tau.., aku melakukan permainan lempar pisau tak terhitung jumlahnya bersama ayahku
aku selalu memenangkan permainan itu darinya, karena targetku hampir tidak pernah meleset..