Gavin- Survive On The Terrible Island

Gavin- Survive On The Terrible Island
Chapter 39


Apa pertanyaan itu sebegitu pentingnya?


apa itu lebih penting dari bahaya yang mungkin akan datang menyerang mereka.


lucu sekali. padahal mereka selalu ketakutan dalam situasi apapun..


dan.. aku menganggap mereka apa ? aku tidak tau.. aku benar - benar tidak tau. rasanya lebih sulit menjawab pertanyaan itu daripada mengalahkan puluhan monster bertangan panjang..


" aku tidak tau.., jangan memberikanku pertanyaan yang sulit "


" itu tidak sulit sama sekali vinn.. " jawab marissa


" kalau begitu. mulai dari dirimu.., bagaimana kamu menganggap kami yang ada disini ?? " tanyaku balik pada marissa


hoo.., kita lihat bagaimana kamu akan menjawab pertanyaan sulit itu.


" kalian adalah teman yang berharga untukku.. "


uhh !??? sungguh defenisi dari blak-blakan yang sebenarnya. aku sampai terkejut dan membeku sakin takjubnya melihat dia berkata seperti itu


" disini, ditempat yang berbahaya aku menggantungkan harapan hidupku pada kalian.. bagaimana bisa aku tidak menganggap kalian teman yang berharga "


" umm... "


setelah mendengar marissa yang mengungkapkan kata-katanya begitu lantang. tak lama kemudian terdengar seseorang melangkahkan kakinya satu langkah ke depan..


" aku juga."


dia adalah nico.


" begitu juga denganku.., aku orang yang sangat payah dalam bertahan hidup "


" ya. itu benar.. " sambut clara


" humm itu sudah pasti benar.." sambungku setuju


" hey.. aku belum siap meneruskan kata-kataku... jangan dipotong dulu.. "


" hihi... teruskanlah nico. "


" ehem ! terimakasih rara. aku.., uh sial.. aku jadi malu untuk melanjutkannya sekarang.. "


teriak nico sambil menggaruk kepalanya dengan kasar


" umm. intinya aku beruntung bertemu kalian disini.., aku akan senang jika aku tetap diijinkan untuk bersama kalian. kalian sudah ku anggap teman yang berharga. terlebih untuk Brother Gabin.., aku sudah menganggapmu sebagi saudaraku sendiri "


satu lagi makhluk mengerihkan yang bisa bicara blak-blakan. saudara katanya? aku tidak begitu percaya.., tapi aku bisa melihat dari raut wajahnya yang tulus mengatakan itu. uh.. dia yang berkata seperti itu aku yang merasakan malunya. dan lagi kau salah sebut namaku oi. bukan gabin tapi gavin....


" humm ?? kenapa kalian menatapku ? " tanyaku melihat semua orang yang menatapku dengan penuh harap


tidak.. tidak.., jangan bilang ini sudah giliranku untuk bicara..?


" ehemm.., ini belum saatnya. sekarang aku mau clara yang melanjutkan terlebih dahulu.. "


sial.. aku benar-benar tidak bisa melakukan ini. apa ada cara untuk kabur ? kupikir tidak. tidak bisa kubayangkan jika aku kabur dan masuk ke sarang monster lagi.


" umm aku ? "


ya. ini bagus, yang aku tau clara adalah orang yang pemalu... dia tidak mungkin bisa menjawab itu.. aku yakin seka..


" kita adalah orang yang bersama menghadapi jurang kematian ini. kalian lebih berharga dari apa yang disebut teman.. "


eh ? apah !! tidak mungkin. tidak.., bukankah dia orang yang pemalu sebelumnya ? humm.., tapi itu bisa saja terjadi mengingat mereka adalah keluarga pebisnis. menyedihkan..! apa aku satu-satunya orang yang tidak bisa menjawab pertanyaan seperti itu disini???


sekali lagi nico maju satu langkah dengan wajah memerah sambil menatap ke arah clara. sepertinya dia ingin mengatakan sesuatu yang konyol lagi pada clara saat ini


" lebih berharga?? apa jangan-jangan kita.. maksudku aku.. "


" tidak ! kecuali kamu yang ada disini semuanya berharga.. "


" ehh ?? clara.. beri aku kesempatan.. aku akan menjagamu.. "


" tidak.. tidak ada kesempatan ! "


" hu... jangan begitu clara.."


ini kesempatan.. sebaiknya aku pergi sebentar dari sini..


tetapi.., saat aku ingin melangkahkan kakiku untuk pergi. sebuah tangan menempel dipundakku dan menahanku..


itu adalah marissa..


" mau kemana ?? kamu belum menjawab tuan aneh !! "


" cih "


sepertinya aku harus menghadapi badai ini.


" apa kamu ingin aku menjawabnya terlebih dahulu vinn ? " tanya rara dengan tersenyum padaku


" ya ra. tentu.. ladies first "


" sial aku lupa hal itu ! apa aku tidak sopan karena telah mendahului tadi ? " ucap nico meremas rambutnya keatas


" ya. itulah yang membuatmu semakin dijauhi oleh wanita " jawab clara


" tidak.. ! "


" aku sangat bersyukur sampai saat ini aku masih bisa bernafas dan menginjakan kakiku di bumi ini. walaupun ada suatu kejadian yang membuatku sangat frustasi..


tidak ra. jangan ucapkan hal itu lagi. aku jadi terbayang wajah si bajingan itu.


dadaku jadi bergemuru hebat dan terasa menyesakkan..


" tapi sekarang tidak apa.. karena setiap waktu yang aku habiskan bersama kalian begitu menyenangkan. situasi terkadang juga terasa sangat sulit dan begitu mendebarkan. tapi kita bisa melaluinya..., kalian adalah teman terbaik sekaligus teman pertama untukku...


senyuman yang manis tetapi juga menyimpan begitu banyak luka. kamu wanita yang kuat ra.. kamu telah melalui hari-hari yang berat. aku tau itu..


" dan untuk gavin.., kata teman ataupun saudara tidak akan cukup untuk menggambarkan perasaanku. aku harap kita bisa terus bersama selamanya, setidaknya aku ingin bisa melihatmu selalu di kehidupan ini walaupun dari kejauhan "


darahku terasa berdesir mendegar perkataan rara itu. aku senang, tetapi aku juga sedih tidak bisa melindunginya dari tragedi naas itu.


" gavin.. terimakasih.., aku tidak ingin jauh darimu.. " ucap rara yang datang memelukku dengan erat


humm ? perasaan aneh ini?..


uh. kenapa marissa ini terkadang memasang wajah yang menyeramkan seperti itu. aku jadi takut untuk menyambut pelukan rara..


" tenanglah ra. kamu akan baik-baik saja.., aku akan berusaha semampuku untuk melindungimu "


" ehem ! kamu bisa mengatakan itu dengan mudah kepadanya. tapi tidak bisa menjawab pertanyaanku tadi !? "


" umm.. umm.. hajar dia marissa. aku mendukungmu kali ini. aku iri.., maksudku tidak baik mengabaikan perasaan orang "


cih si nico ini


tidak ada pilihan lain. jawab saja tanpa menganggap mereka ada.., dengan begitu semua mungkin akan lebih mudah.


tidak.. tidak.., aku merasa itu sangat jahat. ini bukan sebuah trik untuk melakukan presentasi


" baiklah. bagiku.., aku akan menjawab jujur.. "


" humm... humm aku sudah menunggunya bro. "


aku heran. kenapa nico yang terlihat begitu semangat menantikan hal ini


" sebelumnya dimataku kalian tidak lebih hanyalah sebuah beban. aku kerepotan seperti orang tua yang mengurus bayi.. itu merepotkan dan aku ingin pergi meninggalkan kalian secepatnya. kecuali rara.., karena dari awal aku sudah bertemu dengannya dikapal. "


ketika mendengar itu. kecuali rara, mereka tampak lesu dengan pandangan menunduk ke bawah.


" Secara perlahan bersama dengan kalian, ku pikir tidak buruk juga. aku bukan orang yang bersahabat. aku adalah orang yang anti sosial sebelumnya, bagiku berbicara dengan seseorang jika ada hal penting saja..


namun, seiring berjalannya waktu bersama dengan kalian. aku mengerti akan satu hal..


bahwa dekat dengan orang lain juga merupakan suatu kesenangan "


sepertinya mereka mulai kelihatan tersenyum ? dan aku juga merasa lega setelah mengatakan hal itu.. aku baru mengerti.. mengungkapkan perasaan seperti ini ternyata dapat mengurangi beban di pikiranku.


" jika ditanya aku menganggap kalian apa. saat ini aku juga tidak tau. aku tidak bisa menggambarkan jelas tentang hal itu.. yang pasti aku ingin kalian tidak ada yang mati bahkan terluka sedikitpun. kalian bisa menilai aku menganggap kalian seperti apa dari cara aku memperlakukan kalian "


sesaat setelah aku mengatakan itu. suasana terasa begitu canggung..


" aku mengerti, untuk orang yang anti sosial kupikir itu sudah jawaban yang cukup untuk kami " ucap marissa berdiri dari tempat duduknya " dari jawaban tadi sudah menggambarkan kalau sekarang kami adalah orang yang penting untukmu "


" aku senang. menilai dengan melihat caramu memperlakukan kami ya.., aku mengerti "


apa itu. kenapa aku merasa marissa sedang seperti menahan senyuman


" aku juga senang mendengar hal itu. kupikir aku masih punya kesempatan. ah syukurlah, kalau kak gavin mengatakan aku ini teman yang berharga mungkin itu akan terasa sedikit sakit.. "


kesempatan? sakit ?


aku tidak mengerti


" oh ya. tadi kak vinn ingin mengatakan tentang apa ? "


" humm yang mana ? "


" kenapa kak vinn terlihat pucat dan sangat kelelahan dari dalam hutan ? "


huh ? clara tidak mendengarkanku sebelumnya ?


" ya bro. aku juga ingin tau.. apa kau habis melihat sesuatu yang mengerihkan ?? hihhh! aku jadi merinding " ucap nico mengusap leher belakangnya


hoi..., apa kalian bahkan tidak ada yang mendengarkanku berbicara tentang ular raksasa ?


" aku sempat mendengar gavin berkata tentang ular. ular apa itu vinn ? "


bahkan rara juga ?


" vinn.. kamu harus mengatakannya sekarang. jika kamu menganggap kami penting, tida boleh merahasiakan sesuatu yang terjadi padamu di hutan ini " ucap marissa seakan memasang raut wajah yang benar-benar serius


" kalian... "


" aduh ! kenapa kau memukulku bro "


" ga apa. aku hanya sedikit kesal "


" hah ?? "


di tempat itu. tepat di bawah sebuah pohon yang rimbun dengan akar yang besar yang merambat di bawahnya. aku mulai menjelaskan situasi sulit dan mengerihkan yang baru saja aku temui didalam hutan..