
bersamaan dengan suara hempasan pintu yang tertutup itu, seketika pandangan kini berubah menjadi gelap gulita.
aku mulai menyandarkan kepalaku ke dinding tempat tubuhku bersandar.
sambil memejamkan mata, aku mencoba menghirup nafas lebih dalam lagi..
" haah.. "
tidak boleh seperti ini.., jika aku kehilangan semangat maka tidak akan ada harapan lagi..
hening.
sepertinya saat ini rekan-rekanku sedang frustasi.
mereka hanya terdiam setelah mencoba menahan pintu besar itu dengan sekuat tenaga..
di ruang yang gelap itu. dilantai yang terasa dingin... , tiba-tiba sebuah tangan terasa menyentuh meraba bahu kiriku dan dibarengi dengan bau tidak sedap yang tercium menusuk hidungku..
" nico jauhkan tanganmu itu dariku.. ini bukan saatnya untuk bercanda "
perasaan aneh ini??
"nico ?? "
tunggu..,
apa ini benar-benar tangannya nico ?
tangan ini memang terasa seperti tangan laki-laki. tapi sepertinya berbeda..., yang menempel di bahuku ini lebih terasa kasar dan juga dingin??
aku tidak ingin memegangnya. firasatku menolak untuk itu..
tanpa kusadari aku mulai menelan air liur ketenggorokanku. situasi ini semakin terasa menegangkan...
hmm.., tidak.. tidak.. dalam situasi sesulit apapun aku harus tetap tenang dan berpikiran positif. tidak boleh membayangkan hal yang tidak-tidak..
" nico apa kau mencium bau busuk ini ? " tanyaku sekali lagi pada nico dengan mata terpejam di tengah kegelapan yang begitu pekat itu.
" bro ?? apa yang sedang kau gumamkan disana? sepertinya kau sedang menyebut namaku ? " ucap nico yang terdengar dari arah pintu masuk sebelumnya.
" humm !? "
sontak aku terkejut mengangkat kepalaku yang tersandar, ketika mendengar suara nico yang berada jauh dariku
mataku terbuka lebar-lebar melihat ke arah sampingku . namun itu percuma.., ditengah gelap gulita seperti ini aku sama sekali tidak dapat melihat apapun.
benar. nico pasti masih berada di dekat pintu masuk itu setelah mencoba menahannya beberapa waktu lalu
lalu siapa yang berada di sampingku saat ini ???
" haaa.." sebuah bisikan aneh terdengar tepat berada di samping telingaku bersamaan dengan bau nafas yang begitu busuk menusuk hidungku
tanpa pikir panjang lagi, aku mulai menarik pedang yang ada di pinggangku dan kemudian secepatnya berdiri dengan satu kakiku. aku mulai mengayunkan tebasan pedang ke arah samping kiriku secara horizontal.
" kraghh ! " terdengar suara jeritan aneh dari makhluk yang menjerit kesakitan di sebelahku. lalu disusul dengan bunyi tubuh yang terjatuh ke lantai
" vi.. vinn ? apa yang sedang terjadi disana ?? .. suara apa yang barusan kudengar itu ? " tanya marissa dengan gugup dari arah pintu masuk
" kalian hati-hati... ! sepertinya kita sedang di sergap "
" di sergap ? disergap oleh apa vinn !? " sambut rara dari arah yang sama ditempat marissa berada
" jrash ! " sekali lagi tebasanku mengenai sosok makhluk yang berada di sekitarku.
huh sial. apakah jumlah mereka semakin bertambah ??
perlahan. ruangan yang awalnya begitu sepi dan hening kini telah di penuhi dengan suara kegaduhan. jeritan dan teriakan para monster mulai memekikkan telinga..
" vinn !? apa yang sedang terjadi !? " teriak rara terdengar dari tempat yang sama . sepertinya mereka mulai panik setelah mendengar kegaduhan dan bau busuk yang menyengat ini
aneh. kenapa mereka malah menghawatirkanku. apa cuma aku sendiri saja yang di serang oleh makhluk-makhluk ini??
" jangan bergerak satu langkahpun dari posisi kalian berada ! " ucapku dengan nada tinggi sembari sibuk mengayunkan pedang di sekelilingku
" tapi bro. apa yang sedang terjadi disitu !? aku mendengar suara monster dan mencium bau yang amat busuk dari sini ! "
" kalian tidak sedang di ganggu ataupun diserang di tempat kalian berada ? "
" tidak vinn.., dari sini.. aku hanya mendengar ******* nafas yang terdengar aneh. sepertinya mereka... tidak berusaha untuk menyerang kami ?? " jawab marissa mengeraskan suaranya dengan nada yang terdengar panik
" bro.. aku akan kesana ! "
" kukatakan jangan bergerak satu inci pun dari posisi kalian. jika kalian tidak ingin mati terkena tebasan pedangku ! "
" kak.., apa yang sebenarnya terjadi padamu ! mana bisa kami berdiam diri disini tanpa melakukan apapun ! " teriak clara dari arah pintu yang sama dengan yang lainnya
" aku tidak tau. yang pasti sekarang kita sedang tidak baik-baik saja. dan saat ini aku sedang menghadapi banyak musuh. aku tidak bisa memastikan bentuk mereka.. tapi sepertinya mereka ini mayat hidup "
sial... jika mereka terus berdatangan seperti ini. aku bisa saja tumbang kapanpun. berdiri dengan satu kaki tumpuan?? yang benar saja !
" mayat hidup !!? kalau begitu biarkan kami membantu vinn ! "
" uh !? bukankah kamu sudah bilang kita bisa bekerja sama. kamu tetap tidak menganggap kami ? "
" lalu kukatakan padamu..., di situasi yang gelap gulita seperti ini. dengan musuh yang tidak terlihat sama sekali. apa yang bisa kalian lakukan ?! "
" itu.. "
" pikirkanlah dengan tenang.. kenapa aku melarang kalian untuk tetap diam disana "
sial. aku ingin sekali mereka mengerti.. bahwa jika mereka mendekat sama saja dengan membunuhku. aku akan kehilangan fokus jika bergerak sambil melindungi mereka.. saat ini tubuhku sedang diambang batas.
" itu benar. sebaiknya kita tetap diam disini ca "
" hah..! apa maksdumu cla ?? apa kamu tega membiarkannya sendiri mati disana ?? apa kamu akan membiarkannya mati disana sendirian ?? " terdengar suara marissa berdebat dengan clara di tempat mereka berada
" aku juga tau itu !! aku pun ingin membantu kak gavin.. !! bahkan aku rela jika harus mati untuk membantunya ! tapi..,
" tapi berpikirlah ! kita hanya akan menjadi beban jika kita datang padanya. bahkan kita mungkin akan mati diseret oleh makhluk-makhluk itu sebelum bisa membantu kak gavin.. hiks "
bagus clara.. itu yang aku maksud.
aku tau perasaan kalian. jika aku diposisi kalian.. aku pasti ingin melakukan hal yang sama..
tapi mengertilah. terkadang tenang dan diam juga merupakan solusi terbaik untuk suatu keadaan.
" jrazh ! "
sepertinya sekarang mereka sudah mengerti dan menjadi lebih tenang..
dunia terkadang menyakitkan untuk orang yang tidak mampu mengahadapi kesulitan lalu dipaksa pasrah menerima keadaan.
" kerghhh ! "
cih. seperti tidak ada habisnya..
" arghhh ! " satu gigitan monster itu berhasil bersarang dibahu kananku..
" Vinnn !! " terdengar suara rara yang berteriak keras seperti ingin mendatangiku " lepaskan ! lepaskan aku !!!! "
" tidak ! tetap disana ra ! toloongg.. tolongg jangan menambah sulit keadaan.. "
" vinnn .... hikss "
tubuhku mulai terasa begitu lemas.. apa aku sudah di ujung batasku ?
rasanya melelahkan sekali..
jika aku menyerah.. apa rasa lelah ini akan hilang ?
sebenarnya...
" arghhhh !! " satu gigitan lagi masuk mengenai lengan kiriku..
" vinn !!! tidak.. tidak...!! hu..uu "
ah. tubuhku benar-benar tidak kuat lagi menahan semangatku..
maafkan aku ra.. marissa.. nico.. clara..
meskipun sebenarnya semangatku tidak pudar.. tapi tubuh lemah ini tidak bisa menahannya lagi..
" drub "
ah.. gawat.. aku jatuh.
rasanya ngantuk sekali..
apa aku akan mati ??
" kraghhh ! "
" duak ! "
" jedub !"
humm ??
kenapa para makhluk itu masih menjerit kesakitan ? dan suara dentuman itu. seperti sesuatu yang sedang dihantam ke lantai.
" ah dengar ! sepertinya bro gabin masih bertahan. dari suara monster yang berhamburan itu. dia pasti akan mengalahkan mereka "
" benar. kak berjuanglahhh !! hiks.."
apa yang sedang kalian katakan ??
aku yang tersungkur ke lantai ini bahkan tidak mampu untuk membuka mulutku..
siapapun itu. terimakasih...