
Zack dan Sisil berhasil diselamatkan tanpa mengalami luka. Adapun Fadli, dia dibawa pergi dan diserahkan kepada pihak berwenang.
Sedangkan Malik dan yang lainnya saat ini berada di tempat kejadian. Mereka semua lebih terkejut saat melihat apa yang ada didepannya dan yang mereka lakukan hanya berdiri di tempat.
“Paman Lukman apa maksudmu? Kenapa paman bilang ini yang terakhir paman melayaniku?” Zack terkejut dengan kata-kata Lukman. Dia ingin mengetahui lebih banyak tentang keluarganya sendiri tapi paman Lukman malah mengucapkan selamat tinggal padanya.
“Ya tuan Albert. Semua kekuatan ini adalah dukungan khusus yang digunakan untuk melindungi keluarga. Aku khawatir tentang anda hari ini dan itu alasan mengapa aku menggunakan kekuatan militer khusus. Tetapi karena aku mengaktifkan kekuatan khusus ini, berarti aku sangat lalai. Oleh karena itu, aku akan dipaksa untuk menyerahkan pengunduran diriku,” ucap Lukman dengan sedih. Namun tidak ada tanda-tanda penyesalan diwajahnya.
Zack merasa bersalah tentang seluruh situasi ini. Dia tidak memperhitungkan semuanya dan semua ini dimulai dari dia.
“Paman Lukman tidak apa-apa, aku akan berbicara dengan kakakku tentang ini.” Jawab Zack.
Kebetulan saat sedang bicara, Zack tiba-tiba menerima telepon dari kakaknya Bara.
“Adikku, bagaimana kabarmu? Kamu pasti terkejut.” Suara Bara diujung telepon.
“Kak Bara, bagaimana kamu tahu tentang masalah ini secepat ini?”
“Omong kosong apa yang kamu bicarakan? Kamu telah meminta dukungan khusus, jadi bagaimana mungkin aku tidak tahu tentang ini? Lain kali kamu harus berhati-hati saat menangani urusanmu dimasa depan.”
“Aku mengerti. Ngomong-ngomong kak, bisakah paman Lukman tetap bekerja? Lagipula dia hanya mencoba menyelamamatkan aku.” Zack segera bertanya.
“Mustahil! Dia tidak menyelesaikan tugas yang aku berikan kepadanya. Menurut aturan keluarga, dia harus mengundurkan diri dan segera pergi. Dia memiliki tanggung jawab untuk menyelamatkan kamu, bahkan jika dia harus menyerahkan nyawanya untuk melakukannya,” jawab Bara dengan marah.
Lukman berdiri di samping dan bisa mendengar percakapan Zack, dia sama sekali tidak marah pada Bara dan masih tetap menghormatinya.
Semua yang dia miliki saat ini semua pemberian dari keluarga Albert, selain itu, keluarga Albert yang menyelamatkan hidupnya dimasa lalu dan membawanya ke tempat dia sekarang.
Sayangnya dia telah gagal memenuhi tanggung jawab untuk melindungi tuan muda Albert. Ini adalah pelanggaran tanggung jawab yang serius dari pihak Lukman.
“Yah, walaupun aku tidak bisa menggunakan paman Lukman lagi, jika kamu mau menerimanya, kamu bisa membuatnya bekerja untukmu secara langsung. Aturan keluarga tidak menyatakan bahwa kamu tidak boleh mempekerjakan dia kembali.” Bara memahami rasa bersalah Zack karena Lukman kehilangan pekerjaan karena dia. Oleh karena itu dia memberikan ide untuknya.
“Benarkah?!” Zack sangat bahagia mendengar ini.
“Ya, tapi premisnya adalah kamu harus menjalankan bisnis kamu sendiri. Jika tidak, dia tidak akan bisa kembali bekerja untuk keluarga Albert. Setelah kamu mendirikan perusahaan sendiri, kamu dapat meminta paman Lukman untuk tinggal dan bekerja untuk kamu atau membantu kamu jika kamu menginginkannya.”
“Ini Sempurna.”
Zack akhirnya menyelesaikan permasalahannya dan penyesalan dirinya, pada saat yang sama Lukman sangat bersyukur pada Zack.
“Tuan Albert...” Lukman memiliki begitu banyak hal yang ingin dia katakan, tetapi hanya dua kata yang bisa keluar. Namun demikian, Lukman bersungguh-sungguh dari lubuk hatinya.
“Tuan Albert benar- benar tidak perlu melakukan ini. Itu tidak perlu sama sekali.” Lukman pun tidak tahu bagaimana dia bisa membayar hutang budi ini. Mulai sekarang dan seterusnya, Zack akan menjadi bosnya langsung.
Saat Lukman mengikuti Zack, dia mulai bercerita tentang beberapa urusan keluarganya.
“Tuan Zack, ada beberapa orang yang mengintip di bawah dan sudah menangkap mereka. Apa yang harus kita lakukan sekarang?” ucap Lukman saat ada pria berpakaian hitam yang datang menghampiri.
“Kalau tidak ada masalah, bagaimana kalau kita pergi kesana untuk melihatnya.”
Zack pun mengangguk dan segera turun ke bawah.
Kejadian baarusan terlalu banyak untuk dipahami dan dia benar-benar takut jika sekelompok orang ini benar-benar akan membunuh mereka.
“ Tahukah kamubahwa aku hampir manjadi pacar Zack? Beraninya kamu memperlakukan aku seperti ini?” teriak Putri.
Ketika mereka melihat sekelompok orang terhormat yang berkerumun di sekitar Zack sebelumnya di atas gedung, mereka sudah sangat terkejut.
Malik dan Modi terdiam sepanjang waktu karena wajah mereka pucat ketakutan.
“Biarkan mereka pergi...” ucap Zack sambil berjalan turun.
“Kamu dengar dia! Dia memintamu untuk melepaskan kami!” teriak Putri.
Saat Putri tahu jika Zack benar-benar tuan Albert dari Garang Commercial Street membuatnya sangat terkejut.
“Zack! Zack! Aku selalu tahu bahwa kamu berbeda di bandingkan dengan mereka. Aku salah dimasa lalu. Aku selaluingin mendapatkan perhatian kamu dan itulah alasan mengapa aku selalu mengejekmu. Sebenarnya , aku melakukannya karena aku menyukaimu tetapi kamu tidak menyukaiku sama sekali.” Putri terus berusaha menyanjung Zack saat dia berlari ke depannya.
Zack langsung merinding di sekujur tubuhnya begitu mendengar kata-katanya.’ Persetan! Penjelasan semacam inin terlalu aneh,bukan? Dia selalu mengejekku karena ingin mendapatkan perhatianku, ini terlalu konyol.’
“Tuan Albert!”
Malik, Modi dan kedua pacar baru mereka tiba-tiba menghormati Zack.
Pada saat ini ada kilatan pikiran jahat melintas dibenak Zack. Lagi pula sebelumnya jauh dilubuk hatinya yang paling dalam, dia tidak pernah menjadi tipe orang yang mendominasi.
“Tuan Zack, apa rencanamu dengan mereka? Aku dapat mengambil tindakan, untuk melenyapkan mereka semua dan keluarganya dari muka bumi ini jika perlu.” Lukman memberi isyarat dari samping. Bagaimanapun, identitasnya Zack telah terungkap kepada beberapa orang ini.
“tidak tidak tidak! Tuan Albert. Ah! Tidak, maksudku Zack, kamu masih orang miskin dikampus. Kami tidak tahu siapa kamu sebenarnya dan kami sudah benar-benar melupakan semua yang terjadi hari ini!” Malik selalu yang paling pintar diantara yang lainnya. Dia segera mengerti apa yang dimaksud Lukman. Dia berbicara dengan tergesa-gesa dan berlutut didepan Zack dengan suara keras.
“Iya! Kami tidak tahu bahwa anda tuan Albert... Kami hanya tau kamu adalah Zack yang miskin.” Modi dan Davan dengan cepat bergabung.
Mereka semua berjanji untuk tidak menceritakan semua hal ini kepada siapapun, dan akan berlaku sewajarnya, mereka sangat takut jika mereka dan keluargannya di lenyapkan.
“Akan lebih baik jika kalian bisa melupakan semua yang terjadi disini hari ini. Kalau tidak, pasti akan ada lebih banyak masalah untukmu dan keluargamu di masa depan,” ucap Zack singkat, sebelum dia berbalik dan pergi.
Akhirnya mereka melewati pengalaman yang menakutkan ini tanpa terluka.
Setelah meninggalkan malik dan yang lain. Lukman kemudian berbicara dengan Zack tentang urusan keluarganya secara pribadi. Dia hanya memberikan gambaran umum tetapi Zack menemukan bahwa keluarga Albert adalah keluarga yang sangat kaya dan berkuasa. Mereka juga memiliki aset industri yang tak terhitung jumlahnya. Hal inilah yang menjadi alasan keluarga Albert memiliki banyak aturan dan langkah dalam mewarisi harta dan aset keluarga yang membuatnya repot. Salah satunya dia harus melewati ujian hidup dalam kemiskinan selama bertahun-tahun dan selanjutnya dia akan di hadapkan dengan ujian yang lebih rumit.
Lukman meminta Zack untuk sepenuhnya siap secara psikologis untuk menghadapi tantangan selanjutnya.
**********
Zack mengantarkan Sisil kembali ke rumah, kemudian Dia kembali ke asrama dan menghentikan mobilnya tidak terlalu jauh dari gerbang asrama. Banyak gadis cantik melemparkan tatapan mereka dan beberapa dari mereka bahkan berteriak keras. Zack sudah terbiasa dengan semua ini, walaupun sejujurnya Zack merasa bahwa dia bisa menajadi cukup bajingan saat ini. Dia memang kaya sekarang tetapi memamerkan didepan semua orang masih membuatnya merasa tidak nyaman. Walaupun dia bisa merubah penampilannya tapi dia tidak bisa merubah karakter dan kepribadiannya yang rendah hati.
Tapi tidak demikian halnya jika dia harus mengendarai mobil mewahnya ini kemana-mana di masa depan dan dia pun berencana untuk membeli sebuah rumah untuk dirinya sendiri. Dengan demikian dia bisa memarkirkan mobilnya di dalam rumahnya dan akan membuatnya sangat nyaman dan di tambah dia ingin membangun perusahaannya sendiri atau melakukan sesuatu di masa depan. Namun yang lebih utama saat ini dia bisa kembali ke kampus, belajar dan beristirahat dengan nyaman sesuai yang dia inginkan.
Saat sedang memikirkan semuanya, sebuah berita meledak di grup chat kelas. Salah satu mahasiswa dikelasnya memposting sebuah foto yang dia ambil dan menyebarkannya di chat grup.
...****************...