Dihina Miskin Ternyata Sang Pewaris

Dihina Miskin Ternyata Sang Pewaris
Bab 41. Bertemu Sisil


Seorang gadis baru saja keluar dari dalam mobil. Dia terlihat cantik dan Zack juga tau siapa dia. Siapa lagi kalau bukan Sisil.


" Dia begitu cantik. Akan sempurna jika dia bisa jadi pacarku." anak laki-laki yang berada di samping Devan mengucapkan hal yang sama.


" Sialan Kalian. Siapa bilang kalian bisa bermimpi dia menjadi ke kasih?! Izinkan aku memberitahu kalian, dia adalah gadis yang di sukai teman kita Bima. Jadi jangan berharap kalian bisa mendapatkannya." Davan bicara dengan rasa jijik kepada rekan-rekannya.


"Ahhh! ternyata Bima. Pantas, dia juga sangat tampan, dan tidak heran dengan gadis yang menyukainya juga luar biasa." Mendengar hal tersebut mereka secara perlahan mundur.


"Siapa yang bisa mendapatkan nomor gadis cantik itu dan memberikan nomornya padaku, aku akan membayar lima ratus ribu untuk ini." ucap salah satu anak laki-laki yang mengagumi Sisil.


"Percuma, seseorang sudah pernah mencoba untuk mendapatkan nomornya, dan dia menolak memberikannya. Selain itu apa kamu tidak dengar, kalau gadis itu incaran Bima, wakil ketauan BEM yang mengendarai mobil Audi dan termasuk anak orang kaya itu dan secara khusus dia mengatur seseorang untuk datang kesini dan mengawasinya." jelas pria yang lain.


Semua orang menatap Sisil dengan tajam, tidak terkecuali Zack juga menatap Sisil.


Tiba-tiba kerikil kecil menghantam wajahnya.


"Siapa yang melakukan ini?" tanya Zack dan ia pun berbalik, dan melihat putri melototi dirinya.


"Dasar Zack miskin. Siapa yang memberikan izin kamu melihat gadis cantik itu? Apakah kamu harus melihatnya, karena yang lain melihatnya. Apa kamu tidak tau sama sekali posisimu?"


Putri tidak senang karena harus makan malam dengan Davan karena kalau taruhan gara-gara Zack, selain itu dia juga iri dengan Mila.


"Putri, apa kamu gila?! menurutmu apa yang kamu lakukan itu benar?" Zack mengutuk keras, karena dia sangat kesal. Ingin sekali Zack membereskan masalah Dangan putri dan Davan.


" Zack!" saat itu Sisil yang baru saja keluar dari dalam mobil dengan cepat memanggil dan menyapa Zack begitu dia melihatnya.


Sebelumnya, Sisil buru-buru karena dia harus datang untuk pelajaran mengemudi. Tanpa di duga, dia di awasi dengan ketat dan di tatap oleh sekelompok anak laki-laki begitu dia tiba.


Biasanya seorang gadis akan menikmati saat dirinya di perhatikan, namun Sisil malah malu dan canggung karena Sikap mereka dari awal sampai akhir.


Sisil tak mengenal siapapun di tempat latihan, satu-satunya yang dia kenal hanyalah Zack.


Pada saat ini Zack mengangguk dan tersenyum pada Sisil.


" Ya Tuhan, kenapa dia mengenal laki-laki miskin itu?" Davan nampak bingung.


"Tak terduga, ternyata kamu belajar mengemudi di sini," ucap Zack.


"Iya! Aku datang dan mendaftar di kelas kemarin. Aku pikir kita berdua benar-benar di takdirkan untuk bertemu. Ngomong-ngomong, terimakasih banyak sekali lagi, karena kamu sudah menolongku untuk membayarkan Boba tadi." Keduanya berbincang sederhana.


Davan mengerutkan keningnya, saat mendengar Zack membayarkan Boba Sisil. Dia menebak bahwa keduanya sudah saling mengenal. Lagi pula, Zack sudah membayarkan Boba Sisil. Davan pun bertanya-tanya apakah ada sesuatu yang lebih dari ini di antara mereka? gumam Davan dalam hati.


Saat dia memikirkan, Davan pun segera mengirim pesan pada Bima. Kemudian Davan melirik ke arah Zack yang hendak melanjutkan obrolannya dengan Sisil.


"Zack, apakah kamu datang ke sini untuk belajar mengemudi atau kamu datang ke sini untuk ngobrol dengan gadis-gadis? Pasti sangat sulit buatmu untuk menabung agar bisa membayar pelajaran mengemudi? sindir Davan.


"Hai kamu, Apa yang ingin kamu lakukan? kenapa kamu menyerang Zack? kamu sudah gagal dalam subjek ke dua tapi kamu masih ingin menyerang orang lain dengan sia-sia. Jika kamu punya waktu, lebih baik gunakan waktumu untuk belajar."


"Aku..." wajah Davan langsung hitam, karena nahan malu bercampur amarah.


Tak lama, suara gemuruh mobil tiba-tiba terdengar di dekat tempat latihan. Semua orang langsung menoleh untuk melihat.


"Astaga, ternyata itu mobil Audi milik Bima."


"Keren."


Tak lama, mobil Anisa mengikuti.


Saat Bima keluar dari dalam mobil, matanya langsung tertuju pada Zack dan Sisil yang berdiri di samping Zack.


"Sisil, apakah kamu mengenal Zack secara pribadi? tanya Bima dengan rasa ingin tau.


"Kami bertemu dan saling mengenal satu sama lain hari ini. Apa masalahnya? " Saut Sisil yang sangat tidak suka dengan nada bertanya Bima.


"Tidak ada yang salah. Apa Zack memberitahu kamu sesuatu yang mencurigakan? Apa dia memberitahu kamu, kalau dia memiliki beberapa teman yang mengemudikan Ferrari edisi terbatas? Aku beritahu kamu ya, semuanya itu palsu! Kami menemukan kalau dia hanya berbohong tentang apa yang dia sebut teman yang dia miliki."


Sisil mengerutkan keningnya begitu mendengar kata-kata Bima.


Saat ini, Zack hanya menatap Anisa yang berdiri disamping Bima.


"Zack, biar aku memberi peringatan padamu sekarang. Kamu sebaiknya menjauh dari sisil mulai sekarang dan seterusnya. Sisil adalah gadis yang tidak akan pernah bisa kamu miliki atau raih seumur hidupmu. Lagi pula kamu orang yang sangat munafik, aku membencimu." ucap Anisa yang masih semua yang diceritakan Zack padanya saat melihat Zack keluar dari Ferrari tempo dulu.


Kata-kata Anisa membuat Davan dan yang lainnya memandang rendah Zack dan mencibirnya.


"Anisa, Kenapa kamu mengatakan semua ini tentang Zack?" tanya sisil.


"Sisil, aku hanya takut kamu tertipu oleh si brengsek ini! Zack tidak sesederhana dan sejujur yang kamu pikirkan!" jawab Anisa sambil memelototi Zack dengan ekspresi tegas.


"Ngomong-ngomong, Sisil maukah kamu bebas malam ini? Bima ingin mengajak mu pergi ke restoran King King Kitchen untuk makan malam. Aku bisa ikut jika kamu pergi." Imbuh Anisa dengan wajah masam.


"Aku harus berlatih mengemudi sore hari, jadi mungkin aku tidak punya waktu untuk pergi makan malam ini." Sisil tidak benar-benar ingin pergi makan malam bersama mereka.


"Oh, apakah kamu tidak bisa berlatih mengemudi di lain waktu? apakah kamu benar ingin berlatih mengemudi hari ini? Sisil jangan beritahu aku bahwa alasan kamu menolak undangan Bima untuk makan malam adalah kamu ingin berlatih mengemudi bersama Zack? Tidak kah itu hanya membuang-buang waktumu?" Kata-kata Anisa menempatkan Sisil pada posisi yang sulit.


"Baiklah, aku akan datang untuk makan malam, tapi aku ingin membawa seseorang. Aku ingin menjadi tuan rumah malam ini dan kita semua bisa pergi makan malam bersama." Sisil pun berbalik dan menatap zack yang berdiri terdiam.


To Be continued ☺️☺️☺️