
"Apa?! Sisil, kamu ingin membawa Zack bersamamu?" Anisa bertanya dengan heran.
Tak hanya Anisa, Zack sendiri juga terkejut. Padahal mereka berdua baru berkenalan beberapa jam yang lalu.
Namun sayangnya Zack tidak tertarik untuk menghadiri makan malam bersama Bima, Anisa dan teman-teman mereka yang lain.
Sisil mengangguk sebelum dia berkata, " Anisa, Zack banyak membantuku hari ini. Itulah alasan mengapa aku mengundang kalian semua keluar untuk makan malam. Tentu saja Zack harus datang."
" Mengapa kalian tidak keluar dan bersenang-senang tanpa aku? "saut Zack sambil tersenyum pada Sisil.
" Tidak, kamu harus ikut pergi!" Jawab sisil. Sebenarnya Sisil punya tujuan lain untuk ikut makan malam nanti. Karena dia tau niat Bima. Dan satu-satunya cara untuk menjauh dari Bima yaitu dengan mengajak Zack. Karena Sisil sama sekali tidak menyukai Bima.
pada saat ini, Bima memiliki ekspresi yang jelek dan ada ketidakpuasan diwajahnya.
Bima pun tak punya pilihan lain, "Sisil terakhir kamu tidak mau ikut makan siang bersamaku dan kali ini kamu tidak bisa menolak untuk ikut makan malam di King Kitchen. Adapun Zack dia bisa datang jika dia mau "
" Hmph! kamu beruntung Bima mengizinkan kau bergabung dengan kami malam ini! Namun, kamu harus ingat bahwa satu-satunya alasan kamu di undang makan malam ini adalah karena kamu sudah membantu Sisil. Jika tidak, kamu tidak boleh memimpikannya." Kata Anisa pada Zack sambil melotot matanya.
Setelah itu, Anisa berbalik untuk melihat Susi dan berkata sebelum pergi, " Sisil, sampai jumpa nanti malam." Setelah itu Anisa dan Bima pun pergi.
"ugh" Zack hanya bisa menghela nafas, tak ada pilihan lain, selain dirinya harus ikut serta makan malam.
Malam pun tiba, banyak pria dan wanita yang dekat dengan Bima yang merupakan para mahasiswa, datang berkumpul untuk ikut serta makan malam.
Bima memesan ruang VIP yang mewah, dan membawa mereka masuk. Zack membuntuti mereka dibelakang tanpa berkata apa-apa.
Zack tidak memperhatikan sekeliling, bahkan saat ada pelayan yang meliriknya dia bahkan tidak di perhatikan, yang ada pelayan itu terkejut saat melihat keberadaan Zack, dan dia segera pergi.
"Mm, kurasa ini pertama kali bagi seseorang menginjakkan kaki di restoran ini. Aku khawatir dia tidak akan memiliki kesempatan kedua untuk datang ke sini lagi." Sindir Putri untuk Zack.
"Putri, kamu salah. Zack sudah pernah ke sini sebelumnya. Dia mentraktir makan malam teman-temannya terakhir kali dan aku dengar dia menghabiskan banyak uang di sini malam itu." Jawab Anisa dengan cepat.
Putri dan Davan sama-sama terkejut saat mendengar kata-kata Anisa.
Anisa menceritakan bagaimana Zack memenangkan lotere dan segera menghabiskan uang untuk teman-temannya, membuat semua orang tidak mau melihat Zack yang dipikirnya idiot.
Sedangkan Zack tidak mau repot-repot menjelaskan diri kepada mereka dan hanya duduk diam di sudut.
"Apakah kamu memenangkan lotere?" tanya sisil tiba-tiba dengan heran.
"Ya, aku memenangkan sedikit uang." jawab Zack sambil tersenyum.
"Mengapa kamu menghabiskan semua uang itu? kenapa tidak kamu tabung untuk dirimu sendiri?" tanya Sisil lagi.
"Menyimpannya? Zack adalah orang yang sia-sia, jadi bagaimana mungkin dia bisa menghemat uang? ha...ha..."
" Oke, oke, semuanya silahkan duduk. Malam ini aku juga mengundang beberapa teman yang merupakan ketua dari depertemen lain. Aku mengundangnya untuk bergabung dan makan malam bersama.
" Iya, tiga dari mereka akan datang untuk bergabung dengan kita. sedangkan saat ini kursi hanya tertinggal dua saja. Hal ini menjadi sulit untuk nambahkan satu orang lagi." Bima berkata sambil menggaruk dahinya.
Zack masih mengabaikan perkataan mereka yang menyindir dan satu-satunya alasan dia datang itu semua karena Sisil.
" Zack, apa kamu tidak dengar, apa yang dikatakan Bima? Dia bilang meja akan penuh sesak dan akan ada satu orang tambahan lagi di meja ini"
Zack benar-benar muak dengan perkataan omong kosong Anisa.
"Dia benar-benar tidak tau malu! Dia makan gratis dan menempati kursi orang lain seolah -olah dia pemilik disini." sindir Putri.
" Sisil, kenapa kamu tidak meminta Zack untuk pulang dulu? lain kali kamu bisa mengundangnya keluar untuk makan malam." Anisa menggunakan pesonanya untuk membujuk Sisil
Sisil mengerutkan keningnya, jika tau hal ini akan terjadi, dia tidak akan datang kesini bersama Zack. Saat ini Sisil sedang mempertimbangkan apakah dia akan pergi bersama Zack.
Sebelum Sisil mengatakan apa-apa, Putri menunjuk meja kecil di sebelah mereka.
" Zack tidak perlu pergi, tapi dia bisa duduk dimeja kecil di sana untuk makan malam dan kami akan memberikan beberapa hidangan untuknya, lagian hal itu tidak masalah kan," ucap putri.
" Oke aku setuju, menurutku itu ide bagus. Dia hanyalah pria miskin, kita seharusnya tidak membiarkan dia terbiasa makan terlalu banyak makanan enak. Jika tidak, dia tidak akan mampu membayar makanannya di masa depan " Saut Davan.
Sejujurnya, Zack marah dan ingin membanting tangannya di atas meja dan segera pergi. Namun, begitu dia berdiri, Zack segera berubah pikiran.
" Oke, tidak apa-apa. Aku akan duduk di meja kecil itu. Zack pun segera menarik kursi dan duduk seorang diri di meja kecil.
Pada saat ini seorang pemuda dan dua remaja putri jurusan lain di universitas dan di susul manager restoran.
Pemuda yang bernama Marvin itu Menyapa satu persatu dan saat itu dia menatap Zack yang duduk sendirian di samping.
"Halo, perkenalkan namaku Marvin," ucapnya sambil mengulurkan tangannya.
"Ha...ha... Marvin, kamu tidak perlu memperkenalkan diri dan berteman dengannya. Namanya Zack, dia orang miskin dari depertemen kami dan datang ke sini untuk makanan gratis." Secara kebetulan Davan mengenal Marvin karena Davan yang juga merupakan anggota depertemen.
"Oh... aku pikir juga begitu. Ha...ha..." Marvin segera menarik tangannya yang terulur saat dia tertawa samar. Kemudian dia melanjutkan untuk ngobrol bersama dengan Bima.
Melihat hal ini, Sisil menjadi sangat marah dan menyesal membawa Zack bersamanya.
Namun Zack masih tersenyum dan nampak tidak mengalami masalah dengan harga dirinya, meskipun diejek dan dipermalukan mereka. Hal tersebut membuat Sisil lebih penasaran dengan sosok Zack.
"Tuan Albert."
Panggil manager restoran saat melihat Zack ada di ruangan tersebut membuatnya terkejut, awalnya dia ragu saat pelayan memberitahu jika ada orang kaya yang terakhir datang kemari. Bagaimana tidak Zack bukanlah orang kaya sembarangan dan manager restoran tersebut sudah mengetahui identitas Zack sebenarnya.
To be continued ☺️☺️☺️