
"Tuan Albert, kenapa tuan ada disini?" Tanya manager Amanda dengan lembut.
"Apakah Nona tidak mendengar apa yang mereka katakan? Aku disini untuk menikmati makanan gratis." jawab Zackdengan sopan.
"Ya, saya mendengarnya." Amanda mengangguk secepatnya.
"Nona Amanda, apakah anda datang sendiri hanya untuk mengambil menu yang akan kami pesan?" Tanya Bima, begitu melihat manajer Amanda dan dia merasa tidak ada yang salah.
Bima pun memesan beberapa menu makanan, namun Bima hanya memesan dua menu makanan spesial king Kitchen sedangkan menu favorit restoran tersebut ada dua belas. Itu artinya sepuluh menu spesial yang ada di King Kitchen tidak bisa mereka cicipi.
"Bima, Apakah kamu hanya akan memesan dua hidangan spesial, bisakah anda memesan dua hidangan spesial lagi untuk kami?" Putri bertanya penuh harap saat ini.
Sebenarnya Anisa juga ingin Bima memesan dua hidangan spesial tambahan. Namun, hidangan khas itu sangat mahal dan dia tidak ingin Bima menghabiskan terlalu banyak uang untuk dirinya.
Akhirnya dia buru-buru berkata, " dua hidangan spesial sudah lebih dari cukup. Tahukah kamu bahwa harga satu hidangan spesial itu di atas dua juta.
"Wow!" Putri tercengang kali ini. Bahkan dua gadis yang di bawa Marvin juga terkejut.
" Tuan anda ingin makan apa?" Amanda bertanya pada Zack dengan hati-hati.
" Ha...ha .... Kami hanya akan memberinya beberapa siswa makanan dari kamu nanti! Mengapa dia harus memesan makanannya sendiri." Saut Davan sambil mendengus dingin.
" Persis! Apa statusnya sih? Dia harus bersyukur bahwa kita masih memberinya sisa makanan kita." imbuh Putri.
Bima tersenyum tapi tidak mengatakan apa-apa. Dia hanya menikmati tontonan dengan senang hati.
"Lupakan. Bima memesan makanan untuk kalian semua. Jika demikian, aku akan memesan makanan untuk diriku sendiri." Jawab Zack dengan senyum masam di wajahnya.
Dia awalnya ingin membantai Bima dengan kejam malam ini, tapi dia tahu bahwa sekelompok orang ini akan mengejek dan mengolok-oloknya.
"Itu jauh lebih baik, tapa apa yang bisa kamu beli untuk dirimu sendiri? Putri menjawab dengan dingin.
" Mm... aku pesan kentang goreng pedas dan semangkuk mie kuah," ucap Zack pada Amanda.
"Ha...ha...! apa apaan? Apakah dia mencoba membuat lelucon?"
Semua memandang Zack dengan jijik, begitu mereka mendengar sindiran dari orang.
Alasan Zack memesan makanannya sendiri hanyalah karena dia tidak ingin mendengar celoteh dan ejekan mereka terus menerus. Dia bisa saja memesan banyak makanan spesial untuk dirinya sendiri seperti sebelumnya, namun dia memutuskan untuk makan makanan sederhana hari ini.
Pada saat ini, Sisil hanya bisa menatap Zack dan keingintahuan yang sangat besar.
Zack tersenyum pada Sisil. " Jika kamu tidak memiliki cukup makanan di sana nanti, kamu bisa datang dan mencoba mie kuah milikku."
" Baik." Sisil tersenyum bahagia saat melihat Zack baik-baik saja.
" Bima, dia benar-benar luar biasa." Marvin tersenyum tak berdaya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Ha...ha... . Marvin, jangan bicarakan dia lagi. Mari bicara tentang kamu. Bagaimana caranya kamu bisa membuat dua gadis ini pergi keluar bersamamu hari ini?" tanya Bima.
"Ha... ha... aku tidak melakukan apa-apa, aku hanya berjanji pada mereka bahwa aku akan mengajak mereka berputar-putar dengan mobil sport mewah milik saudara laki-lakiku yang baik " Jawab Marvin.
"Saudara yang baik? Mobil sport mewah? mobil sport mewah macam apa yang kamu gunakan untuk menarik kedua gadis cantik ini? tanya Davan yang penasaran.
"Oh, apa kamu tidak tahu tentang Lamborgini Aventador yang terparkir di dekat kampus?"
" Lamborghini?"
Semua orang terkejut karena mereka belum pernah melihat siapapun mengendarai Lamborghini di kampus mereka.
"Sialan! Aventador harganya sekitar dua puluh milyar lebih."
"Iya, itu dia. Itu terparkir tidak terlalu jauh dari kampus, itu milik salah satu saudara baikku." Marvin menarik nafas dalam-dalam sebelum dia tersenyum tipis.
Zack yang duduk di di meja kecil, juga ikut tercengang dan mengerutkan keningnya.
Sejak kapan dirinya pernah berteman baik dengan Marvin? gumam Zack. Dia pun akhirnya mengerti jika Marvin memanfaatkan Lamborghini Aventador miliknya untuk mengejar gadis-gadis agar pergi bersamanya.
" Kamu memiliki persahabatan yang sangat dekat, tapi tidak nyaman bagiku untuk mengungkapkan identitasnya. Saudaraku ingin aku merahasiakan identitasnya! Ha...ha..." jelas Marvin lagi.
To Be continued ☺️☺️☺️