
Mereka segera pergi ke restoran Phoenix, salah satu restoran megah.
Setelah semuanya memasuki restoran, mereka menyadari bahwa orang tua Vera memang sudah memesan meja yang penuh dengan anggur dan hidangan kelas atas. Sayangnya, orang yang ingin dia undang untuk datang sama sekali tidak ada di tempat.
"Vera, kamu disini." Roger tersenyum saat dia berdiri. Putrinya dengan telah menyebabkan masalah besar, perusahaan juga dalam situasi yang mengkuatirkan sekarang. Karena perusahaannya kemungkinan akan menghadapi kebangkrutan dalam waktu satu bulan setelah kata-kata kejam dan ancaman Rei. Saat ini dia hanya bisa memaksakan diri untuk tetep tersenyum di depan teman-teman putrinya.
"Halo, paman, bibi.' Semua saling menyapa.
"Vera, ayah ingin menanyakan sesuatu padamu. Bukankah kamu mengatakan bahwa salah satu teman kelasmu benar-benar luar biasa? kamu bilang dia memiliki jaringan yang sangat kuat dan koneksi dengan beberapa orang yang sangat berkuasa. Apakah teman kelasmu ini bersama mu hari ini?" Roger teringat pernah mendengar putrinya menyebutkan fakta bahwa salah satu temannya kampusnya memiliki hubungan yang sangat dekat dengan seseorang di Villa MA, itulah alasan Roger menanyakan pertanyaan itu pada putrinya.
"Dia ada di sini, ayah, tapi segalanya benar-benar berbeda dari yang kita pikirkan." Vera menjawab dengan ekspresi acuh tak acuh.
"Vera, kenapa kamu masih memberinya wajah di saat seperti ini? Ya, paman. Awalnya kami mengira Zack adalah orang yang baik dan memiliki koneksi dan jaringan pertemanan yang sangat baik. Tapi hari kami menemukan dia tidak lebih dari gigolo yang dipelihara orang lain hanya agar dia bisa masuk dan keluar dengan bebas. Dia hanyalah seorang pria yang di pelihara lebih dari satu wanita.Dia mungkin terlihat sangat luar biasa, tapi dia bukan siapa-siapa." Cibir Maya, yang masih saja mencari.
Roger dan istrinya sedikit kecewa setelah mendengarkan penjelasan mereka.
Mereka baru bertemu Zack untuk pertama kalinya hari ini, tapi mereka tidak menyangka pemuda yang terlihat tampan ini begitu hina. Mereka tidak tahu bagaimana putri cantiknya bisa berteman dengannya.
Zack disana duduk tanpa bicara sepatah katapun, dia hanya menikmati makanan yang ada didepannya, karena dia sangat lapar.
Ketika melihat hal ini membuat mereka semakin jijik dengan Zack, namun Zack tak menghiraukan mereka, karena dia hanya ingin melihat situasinya. Dia hanya bisa tersenyum kecut saat mendengar penghinaan.
Tak lama kemudian seorang pria muda dengan mengenakan setelan jas dan sepatu kulit masuk menghampiri Roger dan istrinya.
Begitu dia masuk, Roger dan istrinya langsung berdiri sebagai tanda hormat.
"Regal, apa yang Charlie katakan tenang ini?"
Pria yang berdiri didepan mereka adalah sekertaris Charlie zegler. Dia juga anak dari sepupu jauh dari istrinya Roger.
Roger bermaksud meminta bantuan Regal dalam menciptakan jalan hingga dia dapat bergantung pada Charlie untuk membantunya. Paling tidak, agar perusahaannya tidak bangkrut.
"Maafkan aku paman, Charlie datang ke restoran ini paman, aku pikir dia akan turun kemari. Namun sepertinya dia sibuk menjamu tamu pentingnya disini. Itu artinya dia tidak bisa menemui mu. Sudah aku bilang, jangan menunggunya disini."
"Aku tahu Charlie tidak akan turun, tapi Regal, tidakkah kita bisa naik untuk bersulang bersamanya? dan menjelaskan masalah kita." Reger dengan getir memohon.
Roger tau jika sikapnya tidak akan sopan, tapi koneksi Charlie satu-satunya pilihan terakhir.
Regal menghela nafas. "Sebagai keponakanmu, paman, bibi, aku memahami perasaan kalian, namun beliau mengatakan tidak bisa membantu, mungkin juga ada masalah di masa depan beliau bisa membantu. Itu katanya. "
"Jika masalah tidak selesai hari ini, tidak akan ada lagi kesempatan di masa depan." Roger mulai pasrah.
Tiba-tiba ponsel Zack berdering dengan nyaring, Panggilan itu berasal dari nomor tidak dikenalnya, namun dia segera mengangkatnya.
"Halo. Apakah ini tuan Albert?" tanya penelpon diseberang sana.
Dari suaranya Zack bisa menebak kalau itu adalah Herry dari biro perdagangan.
"Iya, ini aku."
"Aku tahu ini sedikit lancang dengan menghubungi mu seperti ini. Tuan Albert kamu telah mengumpulkan para pemimpin dari berbagai daerah untuk membahas masalah tahan dan juga pusat hiburan yang anda investasikan. Saya ingin bertanya apakah anda punya waktu luang? kami harap anda bisa melakukan perjalan kemari sekarang." Tuan Herry menjelaskan maksudnya.
"Oh, iya." Zack memutuskan untuk pergi, karena dia sudah selesai makan.
"Baiklah tuan Albert, kalau begitu kita bertemu di restoran Phoenix lantai dua. Anda dimana biasa saya mengatur sopir untuk menjemput tuan Albert."
"Ah, restoran Phoenix. Aku juga ada di restoran Phoenix sekarang."
To be continued 🙂🙂🙂