
“Kamu kenapa sih, Cha? Jangan bikin orang takut, ih!” tanya Mita, masih panik.
Icha tidak segera menajwab. Nafasnya masih memburu. Dia juga masih sibuk mengucapkan hamdalah, ucapan syukur, karena bisa kembali ke kehidupan nyata. Tak lama kemudian, dia menggelengkan kepalanya.
“Maksud kamu?” tanya Mita tidak mengerti dengan maksud Icha menggelengkan kepalanya.
“Aku nggak ngerti mesti bilang apa, Mit” jawab Icha. Dia memegangi kepalanya yang mulai terasa pening.
“Pingsan? Lu beneran nggak nyadar, Cha?” Mita malah balik bertanya.
...