
Malam berlalu dengan indahnya. Icha masih mendengkur disaat Tika sudah terjaga. Tika tergelak mendapati kakaknya pulas sekali tidurnya. Lelah dikejar-kejar hantu, begitu pikirnya.
Namun suara alarm sanggup membuat Icha terjaga. Dia membuka matanya disambut dengan gelak tawa sang adik. Dia sempat bingung, mengapa adiknya tertawa. Namun dia segera menyadari saat menghadap cermin, ada banyak air liur yang mengering di wajahnya. Keduanya keluar kamar sambil saling menggoda.
Namun disaat hendak ke kamar mandi, rupanya kamar mandinya sedang dipakai sang ibu. Dengan tergelak, Icha mengajak sang adik...