
Lama-lama, Icha tak tahan dengan rasa kantuknya. Dia tidak bisa berbohong lagi kalau sebenarnya tubuhnya sangat lelah. Tanpa bisa ditahan, diapun tertidur di kursi rodanya.
Dia terjaga saat merasakan elusan di kepalanya. Saat matanya terbuka, senyum ibunya langsung menyambut. Dan sinar lampu di atasnya, kini telah berganti dengan sinar mentari.
“Ya Alloh. Udah pagi?”
“Hari ini kamu udah boleh pulang, mbak”
Sebuah sapaan me...