
Sampai larut malam, Icha belum bisa memejamkan matanya. Bayang-bayang ilusi yang dia lihat tadi, begitu mengusik pikirannya. Dia merasa sangat takut, kalau apa yang dia lihat itu adalah de javu. Dia sangat takut, kalau sampai ibunya benar-benar merasakan kesakitan seperti yang dia lihat.
Untuk menenangkan hatinya, Icha melafadzkan ayat-ayat suci yang dia hafal. Terus dia lafadzkan sampai perlahan dia mulai merakan kantuk, lalu tertidur.
Di tengah lelapnya dia tertidur, Icha seperti mendengar ada kegaduhan di luar kamarnya. Tapi rasa kantuk yang berat telah melenakan dirinya, hingga tidak langs...