
Di kamar, Icha asyik rebahan di ranjangnya, sembari membantu adiknya belajar. Walau lelah, tapi dia senang bisa membantu bapak-ibunya jualan bebek. Dia juga senang, keberadaannya cukup membuat ibunya disegani. Terutama oleh saingan ibu yang tadi pagi ngamuk-ngamuk.
Cukup lama juga dia menemani adiknya belajar. Banyak juga soal-soal yang dia bantu jawab. Rumus-rumus praktis juga dia bagikan kepada adiknya tersayang. Sampai dirinya merasa sudah tidak kuat membuka mata.
"Tadi ngobrol apa dek, sama Icha?"
"Kita ngobrol di depan ...