DARAH JUANG

DARAH JUANG
Ingin mengambil hati


Sekilas info bila di zaman itu sudah terdapat kendaraan seperti mobil dan sejenisnya, selain itu di kota ini berarsitek gaya barat yang amat kental karena dinding dan bangunannya saat itu sudah sangat bagus dan bergaya elite.



"Mari aku antar!" Jaka berjalan beriringan bersama dengan Yasmin menyusuri kota yang nampak ramai dengan kendaraan dan orang orang yang berlalu lalang.


"A itu ... ee.. Anu!" Yasmin nampak sedikit ragu mengutarakan isi hatinya.


"Kenapa?" Jaka mengangkat alisnya merasa ada yang aneh dengan gadis di sampingnya.


Yasmin melihat baju, sandal dan kerudungnya yang sangat kontras jauh berbeda dengan lingkungan tersebut yang terlihat sangat megah dan mewah.


"Eh a Jaka assalammu'alikum!" sapa seorang pria yang terlihat lebih muda dari Jaka namun terlihat sangat dewasa.


"Wa'alikumus salam di penginapanmu masih ada kamar kosong tidak?" tanya Jaka dengan senyum simpul di bibirnya.


"Ada mungkin sekitar empat atau lima" ucap pria itu yang lantas melihat sosok wanita di samping Jaka yang nampak sangat mencirikan dirinya yang berpedesaan.


"Jangan pandangi dia!" tegur Jaka melotot, sontak saja sifat posesif itu mampu membuat wajah Yasmin tersipu sekaligus terkejut, begitupun pria yang merupakan salah satu pemilik penginapan tersebut.


"Ehem.. Baiklah, pantas saja tidak ingin cepat menikah rupanya..." ucapan pria itu terpotong saat hawa panas di wajah Yasmin kian tak karuan hingga suaranya pun terdengar serak saat memotong pembicaraan tersebut.


"Maaf a Jaka aku tidak sanggup menginap di pondok semegah ini!" ucap Yasmin dan sontak saja membuat Jaka terpaku melihat rona di pipi Yasmin.


"Berapa sewa satu paketnya?" tanya Jaka pada pria yang kini berdiri tegap di hadapannya.


(Satu paket itu artinya sampai Yasnin mendapatkan tempat tinggal dan rumah baru sekitar satu minggu)


"Hmmm.. Mungkin padamu gratis, tapi pada orang lain sekitar 5 gram emas" ucap pria itu tersenyum lembut.


Mata Yasmin terbelalak, bagiaman mungkin dia mampu membayar sebanyak itu hanya untuk menginap beberapa malam saja.


"Itu baget paling murah, bila tak mau tak apa!" ucap lagi pria itu tersenyum lembut.


"Baiklah!" Jaka mengeluarkan sebuah kantong dari saku celananya dan mengambil sebuah benda berkilau, dan memberikannya pada pemilik penginapan.


"Taa..tapi a?" Yasmin terpaku ragu melihat Jaka yang membayar uang penginapannya.


"Sudah tidak apa apa." ucap Jaka tersenyum simpul mentap wajah manis Yasmin.


Pipi Yasmin tiba tiba memanas merasakan desiran lembut mengitari wajahnya dan debaran hebat di dadanya, akhirnya Yasminpun mengangguk dan terdiam enggan kembali bersuara.


...


Kejadian kaku itupun berlalu keduanya kembali menghampiri Rohman yang nampak tengah mengusap usap rambut isterinya sangat lembut, sembari memperhatikan puteranya yang tengah tertidur pulas di pelukan sang ibu.


"Taxi!" Jaka memberhentikan sebuah mobil yang dapat di tempati 4 orang bersama dengan supir, Jaka kembali merogoh sakunya dan memberikan sebuah benda berkilau itu pada supir taxi.


"Kalian beristirahatlah di penginapan dan bila mau membangun rumah, besok aku bantu!" ucap Jaka menawarkan dirinya


Tentu saja hal itu sangat mengejutkan Rohman yang mana sebelumnya dia mendapatkan kabar bila sebenatnya Jaka da Jajang adalah orang yang baik namun dingin.


"Ah, tidak perlu aku akan sedikit sedikit membangunnya semoga dalam waktu tiga hari bisa di selsaikan!" ucap Rohman menolak secara halus tawaran Jaka.


'Bila aku tidak bisa membantu mereka bagaimana cara aku mengambil hati kakaknya dan mendekati Yasmin!' ucap hati Jaka yang kini sudah memiliki tekad baja untuk menghalalkan Yasmin menjadi isterinya.


Bersambung...


Jangan lupa Like, Komen dan masukan ke List bacaan kalian ya!


salam cinta dari Raisa๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜