
"Dimana Alex?" Tanya Clara. Masih berusaha membuat Jo berbicara padanya. Namun lagi-lagi Jo tidak membuka sama sekali mulutnya.
"Kalian tolong bawa Nona Clara kedalam kamarnya, dan layani dia." Perintah Jo pada dua pelayan wanita yang berdiri didepannya.
"Baik Tuan." Jawab dua pelayan wanita itu bersamaan. "Nona silahkan ikut kami!" Ucap dua pelayan wanita itu, memegang tangan Clara.
"Tunggu dulu," Clara menatap Jo yang masih berdiri di tempatnya. "Jo, dimana Alex?"
"Tuan Alex nanti akan menemui anda, tapi sebelum itu lebih baik ada mengikuti kedua pelayan ini." Jo berkata dengan suara yang datar.
"Tapi -- " Clara masih terdiam ditempatnya.
"Anda tidak perlu takut nyonya, Tuan Alex tidak akan menyakiti anda." Ujar Jo, mencoba menyakinkan Nona Clara.
"Mari Nona ikut dengan saya" Ucap pelayan wanita itu lagi. Clara pun mau tidak mau akhirnya mengikuti kedua pelayan wanita itu dengan perasaan campur aduk. Perasaan bahagia karena dirinya akan bertemu kembali dengan Alex setelah sekian lama, dan perasaan takut kalau Alex hanya akan menyakiti hatinya lagi.
Clara dibawa masuk kesalah satu kamar dan disuruh membersihkan diri. Setelah selesai, Clara di suruh memakai lingery yang sangat sexy dengan bahan yang sangat tipis. Tentu saja Clara langsung menolak lingery tersebut.
"Kalau Nona tidak mau memakainya, apa yang akan anda pakai? karena pakaian yang tadi anda pakai sudah basah, dan di lemari tidak ada pakaian lain selain lingery ini" ucap pelayan wanita.
"Kenapa aku merasa dijebak untuk memakai lingeri ini." Gumam Clara dalam hati. "Lebih baik aku pakai handuk kimono ini saja." Clara berkata pada kedua pelayan wanita itu.
"Baiklah nona!" lalu kedua pelayan wanita itu berlalu dari kamar tempat Clara.
"Alex!" seru Clara yang langsung berdiri dari duduknya.
Dilihatnya kini sosok pria yang selalu dirindukannya dan dibencinya secara bersamaan. Alex yang memakai pakaian kemeja berwarna hitam, berjalan dengan santai menuju kamar dengan tidak lupa mengunci pintu tersebut.
"Alex kenapa aku dibawa kesini?" tanya Clara yang masih berdiri ditempatnya.
Alex yang mendengar pertanyaan dari Clara hanya diam saja, dan terus menatap intens pada wanita yang ada dihadapannya itu. wanita yang selama ini dirindukannya selama bertahun tahun, kini berada tepat didepannya.
Alex yang sudah semakin dekat langsung merangkul pinggang Clara yang kecil dan menariknya kedalam pelukannya. Alex memeluk Clara sangat erat seperti orang yang tidak ingin kehilangan lagi.
"Alex lepaskan" lirih Clara berusaha melepaskan pelukan Alex. Pelukan yang sangat dirindukan juga olehnya. "Ara kau tidak boleh terlena dengan semua ini, ingatlah Alex tadi siang begitu mengacuhkanmu, kau jangan sampai tertipu lagi" gumam Clara pada dirinya sendiri.
"Alex aku mohon lepaskan aku" pekik Clara yang berusaha melepaskan diri dari pelukan Alex dengan memukul punggung Alex.
Alex yang dipukul pun hanya diam saja, Alex justru semakin erat memeluk tubuh Clara. "Aku sangat merindukanmu" bisik Alex ditelinga Clara, membuat tubuh Clara berdesir hebat karena rasa geli yang menjalar ditubuhnya. Alex mencium leher jenjang Clara dengan sangat lembut.
Clara yang sudah lama tidak merasakan sentuhan seorang pria, membuatnya merasakan sensasi yang luar biasa yang membuatnya melayang. Hingga membuat dirinya mengeluarkan suara desahan yang nyaring, ketika tangan Alex sudah membuka handuknya dan kini meraba kebagian sensitifnya.
Alex yang kini mencium bibir Clara ********** dengan penuh gairah, yang sudah lama tertahan pada dirinya. Setelah puas dengan perlahan Alex menggendong tubuh polos Clara dan membawanya keatas tempat tidur.