Cintai Aku Suamiku

Cintai Aku Suamiku
Part 49


Clara yang sudah memejamkan mata nya karena takut, merasa tubuh nya itu di peluk dari depan oleh seseorang.


"Kau tidak apa apa?" tanya Alex yang kini ada di depan tubuh Clara memeluknya dengan sangat erat.


" Alex...." pekik Clara yang melihat wajah Alex yang sangat dekat dengan nya. lalu tiba tiba tubuh Alex ambruk ke bawah.


Clara yang terkejut menatap Alex yang terjatuh, dan melihat ada darah di punggung Alex. langsung berteriak kaget, Jo yang melihat tuan nya tertembak langsung menghajar Erik dengan sangat keras.


"Jo tolong Alex....!" teriak Clara memegang wajah Alex yang kini ada di pangkuan nya.


"Alex kenapa jadi begini" lirih Clara menatap wajah Alex yang tersenyum pada nya.


"Maafkan aku, yang selalu membuat mu menangis" Alex berkata dengan suara yang terpotong potong lalu pingsan seketika.


Jo yang sudah berada di samping tuan nya langsung menyuruh anak buah nya ikut menggotong tuan Alex menuju mobil. Clara melihat banyak sekali darah di pakaian Alex dan juga pakaian dirinya yang sempat memegang tubuh Alex. dengan gemetar Clara berjalan dengan cepat langsung masuk ke dalam mobil di mana Alex sudah dibaringkan.


"Jo, cepatlah" seru Clara yang melihat wajah Alex yang sudah pucat.


"Alex kau tidak boleh pergi dari ku, aku sangat mencintaimu"lirih Clara yang masih bisa di dengar oleh Jo yang menatapnya dari kaca spion depan.


Clara kini berada di depan ruang ICU, menunggu Alex yang sedang melakukan operasi untuk mengambil peluru yang menembus dada nya.


" Nona, sebaik nya kau ke toilet dulu. untuk membersihkan tangan anda" ujar Jo yang melihat tangan Clara penuh dengan darah.


Clara menatap pada tangan nya sendiri, dan tak terasa air matanya mulai menetes di kedua pipi nya. dengan berjalan cepat Clara pergi ke arah toilet dan menangis sekencang kencang disana.


Clara benar benar tak menyangka, Alex rela mempertaruhkan nyawa nya untuk melindungi dirinya dan juga bayi nya. dengan terburu buru Clara mencuci tangan nya yang masih saja gemetaran. lalu kembali ke ruang icu.


"Jo, bagaimana?" tanya Clara pada Jo yang masih berdiri di tempat nya tadi.


"Tuan masih di dalam" jawab Jo dengan singkat.


"Nona, apa anda terluka?" tanya Jo yang baru sadar bahwa nona nya itu bisa jadi terluka akibat penculikan itu.


"Aku tidak apa apa Jo" jawab Clara yang sekarang duduk di samping pintu ruang ICU dengan wajah yang masih tegang. "Jo, orang yang menculik ku---"


"Drt...drt" Jo menatap ponsel nya karena anak buah nya menghubungi dirinya.


"Bagaiamana bisa?" teriak Jo dengan suara tertahan."kau cari dia sampai ketemu dan kau tangkap nona Elena di mansion tuan Alex" perintah Jo pada anak buah nya.


"Ada apa Jo?" tanya Clara yang mendengar pembicaraan Jo.


"Erik melarikan diri, tapi anda tenang saja. orang orang ku akan menangkap nya kembali" ujar Jo dengan tangan yang mengepal.


Di mansion Alex.


"Sial, apa yang terjadi di sana?" ujar Elena karena sambungan video call nya tiba tiba berhenti. dan saat menghubungi no ponsel Alex. ponsel itu sudah di angkat oleh orang lain. Elena berjalan mendekati balkon kamar nya dan terkejut melihat Erik yang berada di depan pagar mansion.


Elena yang melihat wajah pucat Erik, sudah dapat memastikan rencana mereka pasti gagal. dan dengan berlari, Elena keluar dari mansion mendekati Erik.


"Kita harus pergi sekarang....!" ujar Erik menggenggam tangan Elena.


"Ada apa sayang?" tanya Elena.


"Rencana kita gagal, Alex tertembak dan anak buah nya sedang mengejar kita" ucap Erik dengan nafas yang tersengal sengal.


"Alex tertembak" teriak Elena dengan wajah yang sangat terkejut.


"Kita harus lari sekarang Elena....!" Erik menarik tangan Elena.


"Tapi....." Elena sempat ragu ragu


"Kita tidak punya banyak waktu, kau mau masuk ke dalam penjara?" bentak Erik dan langsung membawa Elena pergi dengan menaiki mobil yang tadi dia curi.


Dengan wajah yang kalut Elena memandang mansion Alex dengan mata yang mulai menangis, Elena sangat mengkhawatirkan keadaan Aelx saat ini. tapi diri nya sudah tidak dapat berbuat apa apa.


"Semua karena kau Ara" gumam Elena mencengkaram pakaian nya dengan sangat kencang. dengan mata yang memerah karena amarah.