
"Sky sini nak" panggil Clara pada putra nya yang masih saja berlarian.
"Mommy...." teriak anak kecil yang berwajah tampan dengan mata biru nya berlari ke arah mommy nya.
"Kita makan dulu ya" Clara menggendong putra nya itu.
"Sini sama Daddy saja" ujar Sam mengambil alih menggendong bocah tiga tahun dari dekapan Clara.
Clara menatap pada Sam dan Sky yang tampak seperti anak dan ayah kandung nya, hanya bisa tersenyum getir. andai Alex bisa mencintainya dirinya, mungkin saat ini Clara akan menjadi wanita yang paling bahagia di dunia ini.
Tapi kenyataan yang ada di depannya kini, tidak ada sosok Alex yang menemani hari harinya bersama Sky. hanya ada sosok Samuel yang biasa dipangil Sam yang selalu menemani dirinya dan Sky. Sky sangat dekat dengan Sam, bahkan Sky memanggil Sam dengan sebutan Daddy.
Clara tahu Sam begitu mencintainya, bahkan sudah sering pria itu mengatakan rasa cinta padanya. sebenarnya tidak ada yang kurang dari sosok Sam, Sam sangatlah tampan dengan karier yang juga cemerlang sebagai pimpinan dari sebuah perusahaan besar di negara ini. namun Clara tidak bisa menerima cinta Sam, karena di hati Clara yang terdalam masih mencintai Alex. dan juga status Clara yang masih sebagai istri sah dari Alex, meskipun sudah berulang kali Clara menyuruh pengacara keluarganya untuk mengurus perceraian nya. namun Alex selalu menggagalkan proses perceraian dirinya.
"Ara ayo masuk" teriak Sam dari dalam menyadarkan Clara dari lamunan nya. Clara pun langsung masuk kedalam mansion.
"Sam, besok kita akan rapat dengan perusahaan mana?" tanya Clara sambil menyuapkan makanan pada putra nya.
"Perusahaan itu adalah perusahaan terbesar no satu, dan yang kudengar pemiliknya itu berhati dingin" jawab Sam.
"Ohh..." Clara mendengarkan dengan seksama perkataan Sam.
"Nama pengusaha yang akan rapat dengan kita besok adalah tuan......" belum sempat menyelesaikan nya Sam langsung terdiam karena melihat Clara yang sedang membujuk Sky untuk kembali makan.
"Siapa namanya?" tanya Clara tanpa melihat Sam.
"Sudahlah lebih baik kau fokus pada Sky" jawab Sam mencubit pipi anak kecil yang ada di sebelahnya.
Keesokan hari nya.
"Sam, maafkan aku karena aku tidak bisa ikut dalam rapat hari ini" ujar Clara melalui sambungan telepon.
"Kau kenapa? apa kau sakit" tanya Sam dengan wajah yang khawatir.
"Aku tidak apa - apa, Sky sedang demam.aku tidak bisa meninggalkan putraku" ujar Clara dengan rasa bersalah nya.
"Sky demam?" tanya Sam dengan nada yang penuh kekhawatiran. "Apa kau sudah memberinya obat?" tanya Sam kembali.
"Sudah, tapi demamnya tidak juga turun" jawab Clara. "Aku akan mengirim semua proposal kerjasamanya lewat email" ujar Clara.
"Kau tidak usah memikirkan pekerjaan, kau harus bawa Sky ke rumah sakit." perintah Sam dengan suara tegas nya.
"Iya, sekali lagi aku minta maaf" lirih Clara lalu menutup ponsel nya dan membawa Sky kerumah sakit.
Sementara itu Alex yang sudah sampai negara New Zealand kini sedang menaiki mobil nya menuju perusahaan Traxit.
"Tuan, anda tidak apa apa?" tanya Jo melihat tuan Alex yang terlihat gelisah.
"Aku tidak apa-apa" jawab Alex dengan memegang kening nya.
"Tapi wajah anda terlihat pucat" Jo mulai khawatir dengan tuan nya, karena semalam tuan nya banyak sekali minum dan pagi ini tuan nya tidak mau sarapan sama sekali.
"Aku bilang tidak apa-apa" jawab Alex dengan suara beratnya.