
Tiga setengah tahun kemudian
"Tuan berhentilah, anda sudah terlalu banyak minum." Jo mengambil botol minuman yang ada di atas meja tuan Alex.
"Berikan pada ku jo!" bentak Alex yang sudah setengah mabuk.
"Tuan, besok anda akan pergi ke negara New Zealand. anda tidak boleh terlalu mabuk." Jo berusaha mengingatkan tuan nya
Alex yang mendengar Jo berbicara langsung terdiam, dirinya kini mengambil sebuah foto yang ada di meja kerja nya. foto Clara dan juga foto putra kecil nya yang baru lahir yang di jadikan satu di dalam figura foto.
"Hari ini adalah hari ulang tahun putra ku yang ketiga tahun" lirih Alex yang menatap foto orang orang yang sangat di cintainya.
Jo yang tahu alasan tuan nya mabuk hanya bisa menatap penuh sedih, sudah tiga tahun lebih tuan nya kehilangan orang yang paling di cintainya hanya karena sebuah kesalahpahaman. Jo tidak menyalahkan keputusan nona Clara untuk pergi, karena Jo memahami perasaan nona Clara yang sudah terlalu banyak menanggung beban yang sangat berat di hatinya.
Selama tiga tahun lebih Jo sudah berusaha mencari nona Clara dengan mengerahkan seluruh anak buah nya keseluruh negara, namun sampai dengan detik ini. nona Clara dan putra tuan nya belum juga di temukan.
Jo juga sudah berusaha mencari informasi lewat Dimas sahabat nona Clara, namun Jo tidak mendapatkan informasi apa pun. nona Clara seperti hilang di telan bumi, semua aset perusahaan mendiang ayah nya bahkan di jual oleh nona Clara. dan yang tersisa di sini hanyalah sebuah mansion nya saja.
Tuan Alex yang mengetahui perusahaan istri nya dijual, langsung membelinya. tuan Alex berharap suatu saat nanti, istri nya itu kembali dan menyerahkan kembali perusahaan keluarga ketangan istrinya. Tuannya menjaga semua peninggalan istri nya itu, dan berharap istri nya mau memaafkan kesalahan yang selama ini di perbuatnya dan kembali ke sisinya.
Tapi semua harapan tuan nya itu sia sia, karena sudah tiga tahun lebih nona Clara tidak memberikan kabar sama sekali kepada Tuan Alex. Nona Clara hanya satu kali memberikan kabar pada tuan nya
yaitu pada hari kelahiran putra pertama mereka, bahkan nona Clara mengirim foto putra nya kepada tuan Alex yang membuat tuan nya semakin bersedih.
Semenjak saat itu tuan Alex berubah menjadi sangat pemarah dan dingin, bahkan untuk urusan pekerjaan tuan Alex tidak mengenal ampun pada siapa pun. hingga menjadikan dirinya seorang pengusaha no satu di dunia. namun di saat malam hari tuan nya akan berubah menjadi sosok pria yang lemah dan tidak berdaya. dan hanya minuman yang selalu menemani malam malam nya.
"Tuan bersabarlah, aku yakin anda pasti akan dapat bertemu kembali dengan istri dan juga putra anda" ujar Jo mencoba menenangkan tuan nya.
Namun tuan Alex yang sudah mabuk tidak mendengarkan sama sekali ucapan Jo, Alex kembali menangis dengan mendekap foto Clara dan juga putra nya yang tidak diketahui namanya.
Setelah satu jam, akhirnya Alex tertidur diatas kursi masih dengan memegang Foto istri dan putranya. dengan perlahan Jo mengambil foto tersebut dan meletakan kembali di atas meja. Jo pun pergi meninggalkan tuan nya di ruang kerja, karena Jo harus mempersiapkan untuk keberangkatan mereka ke New Zealand.
Sementara itu di sebuah mansion yang tampak sederhana namun mempunyai halaman yang luas, tampak seorang wanita cantik yang kini berambut pendek sedang menatap pada seorang anak laki laki kecil yang sedang berlari.
"Sky, hati hati nak" teriaknya dengan sebuah senyuman indah di wajah nya.
"Ara minumlah" ujar seorang pria kepada Clara yang sedang menatap putra semata wayang nya tersebut.
"Thank you" ucap Clara mengambil minuman coklat hangat yang diberikan oleh Sam. Seorang pria yang berprofesi sebagai atasan nya di kantor, namun di luar kantor Sam adalah sahabatnya yang terbaik.
Sam adalah sepupu dari Dimas, ketika pertama kali Clara menginjakkan kaki di negara ini. Sam lah yang sudah banyak membantu Clara, bahkan ketika Clara melahirkan. Sam pula lah yang menemani nya.
"Ara jangan lupa agenda rapat untuk besok, karena ada klien besar yang akan bekerjasama dengan perusahaan kita" ujar Sam pada wanita cantik yang ada di samping nya.
"Tentu saja" jawab Clara dengan tersenyum. Sam menatap senyum Clara dengan tatapan intens.
Sam sudah lama jatuh cinta pada kecantikan dan juga kebaikan Clara dari saat pertama kali mereka berjumpa. sudah sering Sam mengutarakan perasaan nya itu. namun selalu di tolak oleh Clara, karena Clara masih mencintai Alex suami nya. namun Sam tidak pernah putus asa. dirinya akan terus mencoba membuat Clara mencintai dirinya.